Skip to main content

Pasrah Bukan Berarti Menyerah


Bagi sebagian orang, pasrah mungkin memiliki pengertian yang negatif, dianggap sebagai suatu sikap penyerahan diri karena kekalahan, atau gagal menghadapi tantangan, atau menjadi tidak berdaya dan tidak mampu berbuat apapun.

Padahal kepasrahan sejati tidaklah demikian, pasrah tidak berarti secara pasif lantas tidak melakukan apa-apa terhadap situasi yang dihadapinya. Tidak pula berarti berhenti membuat rencana atau melakukan suatu tindakan yang positif.

Pasrah adalah kebijaksanaan yang sederhana, namun mendalam yaitu menyatu dengan aliran kehidupan yang ada. Pasrah berarti menerima keadaan kini tanpa syarat dan ikhlas. Berarti pula kita harus bisa menghilangkan resistensi batin terhadap apa yang sedang terjadi.

Resistensi batin adalah sikap menolak terhadap apa yang sedang terjadi pada diri kita, melalui penilaian mental dan negatifitas emosional.

Pasrah yang berarti penerimaan atas apa yang terjadi, berarti kita menerima "kekinian" keadaan, dan berarti pula kita akan membebaskan diri dari identifikasi pikiran, sehingga kita akan dapat menghilangkan penderitaan dan kesedihan dalam kehidupan kita.

Popular posts from this blog

Waktu Kita Terbatas

Ono tangis layung - layung, tangising wong wedi mati, Gedhongana, kuncenana... yen mati datan wurunga! Ibaratnya, dijagai dengan tembok yang tebal dan pintunya pun digembok dengan seribu kunci, bagaimanapun faktanya manusia tidak akan bisa menghindari kematian. Manusia tidak mungkin hidup lebih dari seratus tahun. Dengan menyadari keterbatasan umur manusia, seharusnya kita menyadari bahwa waktu kita sangat terbatas, terutama dalam upaya menemukan rahasia kehidupan serta menjalani kehidupan yang bermakna. Mengingat tidak banyak lagi waktu yang tersisa yang kita miliki, maka pertanyakan pada diri kita masing-masing... ."Apakah yang bisa saya lakukan guna memanfaatkan waktu tersebut secara bijaksana?"

Seroja Jakarta | Latihan Meditasi Rutin

Siapa bilang meditasi sulit? Seroja Jakarta | Tidaklah benar bahwa meditasi itu sulit! Mungkin mereka yang beranggapan demikian, dikarenakan mereka belum mengetahui tentang seluk beluk meditasi. Padahal ketika kita membaca koran, atau saat asyik menonton televisi, keadaan itu sudah dapat disebut sebagai keadaan meditatif. Saat dimana kita terfokus pada satu perhatian, dan perasaan kitapun terlibat melebur secara mendalam pada obyek tersebut. Jadi... tidaklah sulit, bukan? Med itasi adalah suatu proses yang dilakukan secara sadar untuk melakukan pemusatan terhadap satu perhatian (keadaan meditatif). Dalam keadaan meditatif tersebut, terjadilah keseimbangan semua sistem tubuh, dimana semuanya akan bekerja secara maksimal dengan hanya membutuhkan/mengeluarkan energi yang minimal. Disamping itu, keadaan ini juga memungkinkan seseorang memasuki suasana hening, dan mencapai kesadaran tinggi, dimana kita akan mampu menguasai situasi yang ada dalam diri kita, serta ...

Kehidupan Setelah Kematian

Janganlah takut mati! Karena ini adalah proses alami, layaknya proses ular yang berganti kulit. Mati hanyalah proses matinya tubuh fisik dan keluarnya roh atau jiwa dari raga, guna melanjutkan perjalanan jiwa menuju alam dan dimensi yang lain. Roh atau jiwa tetaplah hidup! Bahkan pikiran, keinginan, dan obsesi kita tetaplah ada. Dalam bukunya Life after life , Raymond Moody menuturkan kehidupan setelah kematian sebagai berikut:   Setelah seseorang meninggal dunia, maka dia merasa dirinya keluar dari raganya, sehingga dia bisa melihat raganya yang tergeletak di tempat tidur ditunggui sanak keluarganya yang sedang meratapi meninggalnya. Dan dia ingin menghibur, namun tidak seorangpun yang bisa mendengar kata-katanya.