Skip to main content

Self Healing dengan Energi Kasih Illahi


Bukan dokter, bukan penyembuh, bukan obat, yang menyembuhkan Anda! Itu hanyalah sarana. Yang memberikan kesembuhan hanyalah kuasa dan kasih Allah! Karena itu, bermohonlah hanya kepadaNya saja!

Bila Anda sakit... pasti Anda merasa tidak nyaman, tetapi jangan suka marah-marah! Kasihanilah keluarga yang merawat Anda dengan susah payah. Inilah saatnya Anda belajar sabar dan tabah menghadapi ketidaknyamanan. Bila dalam kondisi ini Anda bisa meningkatkan kesadaran Anda, saya yakin kesembuhan itu akan terjadi, karena berdasarkan pengalaman... kesembuhan itu terjadi manakala seseorang telah memperoleh awareness-nya atau kesadarannya secara utuh!

Bagi yang sedang menderita sakit, cobalah lakukan penyembuhan diri sendiri!

  1. Sambil berbaring relaksasikan seluruh bagian tubuh Anda, dengan cara memfokuskan perhatian pada pernafasan Anda. Ikuti irama keluar-masuknya pernafasan.
  2. Mohonlah energi penyembuhan kepada Tuhan.
  3. Rasakan mengalirnya energi penyembuhan yang mengalir ke seluruh bagian tubuh Anda, terutama dibagian tubuh yang sakit. Nikmatilah beberapa saat proses mengalirnya energi penyembuhan ini, sampai anda benar-benar merasa lebih nyaman.
  4. Setelah sekitar 15 menit Anda dapat mengakhiri penyembuhan ini. Dan Anda pun dapat mengulangi kembali pada saat yang anda inginkan.
  5. Berterima kasihlah kepada Tuhan.

Dibalik penderitaan sakit seseorang, kadang terselip pesan pembelajaran agar kita mau berintrospeksi, dan mau melakukan perubahan sikap pada dirinya. Mungkin kita harus bisa lebih menyadari betapa pentingnya peranan keluarga kita? Mungkin kita diminta untuk lebih memahami betapa keterbatasan kekuatan manusia?

Cobalah kita renungkan....

Love~light~joy
Sonny Sumarsono Wuryadi

Kompilasi Catatan 5 Menit
Photo courtesy of weknowyourdreamz.com

Popular posts from this blog

Waktu Kita Terbatas

Ono tangis layung - layung, tangising wong wedi mati, Gedhongana, kuncenana... yen mati datan wurunga! Ibaratnya, dijagai dengan tembok yang tebal dan pintunya pun digembok dengan seribu kunci, bagaimanapun faktanya manusia tidak akan bisa menghindari kematian. Manusia tidak mungkin hidup lebih dari seratus tahun. Dengan menyadari keterbatasan umur manusia, seharusnya kita menyadari bahwa waktu kita sangat terbatas, terutama dalam upaya menemukan rahasia kehidupan serta menjalani kehidupan yang bermakna. Mengingat tidak banyak lagi waktu yang tersisa yang kita miliki, maka pertanyakan pada diri kita masing-masing... ."Apakah yang bisa saya lakukan guna memanfaatkan waktu tersebut secara bijaksana?"

Seroja Jakarta | Latihan Meditasi Rutin

Siapa bilang meditasi sulit? Seroja Jakarta | Tidaklah benar bahwa meditasi itu sulit! Mungkin mereka yang beranggapan demikian, dikarenakan mereka belum mengetahui tentang seluk beluk meditasi. Padahal ketika kita membaca koran, atau saat asyik menonton televisi, keadaan itu sudah dapat disebut sebagai keadaan meditatif. Saat dimana kita terfokus pada satu perhatian, dan perasaan kitapun terlibat melebur secara mendalam pada obyek tersebut. Jadi... tidaklah sulit, bukan? Med itasi adalah suatu proses yang dilakukan secara sadar untuk melakukan pemusatan terhadap satu perhatian (keadaan meditatif). Dalam keadaan meditatif tersebut, terjadilah keseimbangan semua sistem tubuh, dimana semuanya akan bekerja secara maksimal dengan hanya membutuhkan/mengeluarkan energi yang minimal. Disamping itu, keadaan ini juga memungkinkan seseorang memasuki suasana hening, dan mencapai kesadaran tinggi, dimana kita akan mampu menguasai situasi yang ada dalam diri kita, serta ...

Kehidupan Setelah Kematian

Janganlah takut mati! Karena ini adalah proses alami, layaknya proses ular yang berganti kulit. Mati hanyalah proses matinya tubuh fisik dan keluarnya roh atau jiwa dari raga, guna melanjutkan perjalanan jiwa menuju alam dan dimensi yang lain. Roh atau jiwa tetaplah hidup! Bahkan pikiran, keinginan, dan obsesi kita tetaplah ada. Dalam bukunya Life after life , Raymond Moody menuturkan kehidupan setelah kematian sebagai berikut:   Setelah seseorang meninggal dunia, maka dia merasa dirinya keluar dari raganya, sehingga dia bisa melihat raganya yang tergeletak di tempat tidur ditunggui sanak keluarganya yang sedang meratapi meninggalnya. Dan dia ingin menghibur, namun tidak seorangpun yang bisa mendengar kata-katanya.