Skip to main content

Spiritual Channeling


Dalam  kegiatan spiritual dikenal istilah "Channeling", yaitu keterhubungan kita dengan dimensi non fisik, baik dari alam, maupun roh-roh orang lain yang masih hidup dan roh orang yang sudah meninggal dunia, juga keterhubungan kita dengan entiti yang telah mencapai kesadaran spiritual tinggi dan berada di alam berdimensi lebih tinggi, seperti roh-roh para suci,  roh pembimbing, guru spiritual, roh para leluhur dll ).

Kegunaan channeling antara lain adalah untuk memperoleh informasi  dan referensi, mendapatkan pesan2, ramalan, petunjuk, dan mengakses  energi untuk penyembuhan.
Bahkan melalui channeling seseorang dapat mencari dan mengunduh  data/pengetahuan universal yang tersimpan di tempat penyimpanan data  alam semesta, yang disebut "akasic record".

Mengapa bisa demikian?
Kita harus menyadari bahwa " diri kita yang sejati" itu adalah roh.  Roh itu adalah asal muasal manusia, yang dibekali oleh Tuhan dengan  segala kemampuan yang hampir tidak terbatas. Roh tidak dapat dibatasi  oleh dimensi ruang dan waktu. Karena itu dia dapat pergi kemana saja,  kapan saja dan dapat berhubungan dengan roh siapa saja......tanpa batas!

Bagi mereka yang tahu tentang diri sejatinya, tentu tahu dan bisa  memanfaatkan roh nya untuk memenuhi segala hal yang diperlukan dalam  kehidupannya, termasuk mencari informasi. Karena itu kegiatan channeling  ini sebenarnya setiap orang dapat melakukannya. Bahkan secara tidak  sadar mungkin anda sudah sering melakukan untuk berbicara bathin dengan  anak atau kerabat anda.
Jadi kuncinya cuma......berdayakan roh anda!

Melalui meditasi, anda akan dapat mendominasikan roh anda untuk  tampil, dan dengan niat anda akan dapat mengarahkannya untuk  melakukan  apa saja, termasuk berkomunikasi dengan siapa saja melalui channeling.
Apalagi, yakinlah bahwa dalam melakukan channeling pasti Tuhan akan  senantiasa membimbing dan menjaga anda!
Dan marilah sekarang ini kita melakukan channeling diantara anda dan saya!
Selamat mencoba!

Love~light~joy
Sonny Sumarsono Wuryadi

Ikutilah lokakarya Channeling & Mediumship yang akan diselenggarakan pada tgl. 29.4.2018 di Hotel Golden Tulip, Denpasar, dan 05.5.2018 di Malang. Hubungi : Gusti Ayu Junika, 0812 3701 3953, Alit Kusa Santosa, 0823 3349 7878, dan Ni Ketut Rai Fitriasih, 0817 9798 998.

Popular posts from this blog

Bahasa Tuhan

“Guruku Bahasa Inggris itu pasti musuhan sama Guru Bahasa Jawa,” kata Izza suatu malam. “Kok bisa?” “Lha kata Guru Bahasa Inggris, bahasa Inggris itu penting karena itu bahasa internasional. Padahal kata Guru Bahasa Jawa, bahasa Inggris itu enggak penting. Lebih penting bahasa Jawa karena itu sama saja memelihara tradisi dan budaya. Itu kalo di ruang guru bertengkar kali ya?” Saya terkekeh. Apa yang dia bayangkan itu masuk akal juga. Ketika dia diarahkan bahwa satu lebih penting dari yang lain, dia berpikir itu pula yang terjadi dalam percakapan antar guru. Padahal bisa jadi itu hanya salah satu cara guru untuk memotivasi siswa agar mereka maumendalami ilmu yang mereka ajarkan. Saya juga guru bahasa Inggris, tapi saya tidak pernah mengatakan bahwa pelajaran saya lebih penting dari pelajaran lain. Bahkan saya sendiri suka mendalami bahasa Indonesia dan bahasa Jawa.

Renungan | Percayalah!

Bilamana di dunia ini... engkau mengerjakan segala pekerjaanKu, maka segala urusan duniamu....  AKU yang akan mengerjakannya!

Aktivasi Intuisi dan Aplikasinya

INDRA KEENAM sering diidentikkan dengan kemampuan untuk melihat makhluk halus, padahal sebenarnya fungsi dari indera keenam sendiri jauh melebihi hanya sekedar melihat makhluk halus. Karena kemampuan melihat makhluk halus hanya merupakan bagian dari kemampuan indera keenam itu sendiri. Seperti intuisi, namun jauh lebih tajam. Apabila intuisi merupakan suatu hasil pengalaman, indera keenam tidak mengenal adanya pengalaman.   Pada hakekatnya anda dapat mendayagunakan kemampuan indera keenam jika anda mengetahui caranya. Karena sekarang ini banyak metode yang di kembangkan agar seseorang dapat menguasai indera keenam. Indera keenam dapat muncul atau bangkit bila seseorang senantiasa mampu mengolah pikiran, jiwa, raga, rasa dan karsa. Dengan cara-cara tersebut, akan terjadi suatu “loncatan fungsi indera”, yaitu dari panca indera ke indera keenam. Loncatan indra ini bisa kita ibaratkan seperti orang tidur, karena tak seorangpun yang dengan kesadaran penuh, bahwa di...