Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Perjalanan Spiritual

Seni Melayani Tamu Cilik

Di mejaku juga selalu tersedia permen-permen buat "menyuap" para tamu-tamu kecil saya, agar nggak rewel bila saya pegang. Bahkan kita harus "sok akrab" dengan tamu-tamu kecil ini, ada tos tangan, ada cipika-cipiki, ada kiss bye! Meriah deh... Sementara itu, melayani priyayi sepuh yang mengalami post power syndrome itu memang harus bisa menjadi pendengar yang baik. Pernah suatu pagi hampir satu jam saya harus mendengarkan dengan sabar cerita kesuksesan seorang ibu sepuh mantan dubes ini sebelum saya bisa mengalihkan pembicaraan untuk menanyakan tentang keluhan sakitnya. Namanya melayani itu... memang harus sabar dan cermat! Sebelumnya peenah datang ke Klinik Seroja, seorang bapak yang sudah sepuh. Beliau mengatakan berulang-ulang kepada saya bahwa beliau sudah merasa bosan hidup di dunia ini. "Buat apa hidup kalau tidak berdaya seperti ini!" katanya berulang-ulang. Ini adalah pelajaran bagi kita semua. Oleh karenanya, berdayakan diri Anda, agar hidup...

Seroja Jogja | Lokakarya Channeling & Mediumship

Seroja Jogja | Memenuhi permintaan keluarga besar Seroja Jogja, hari ini, atas perkenan dan izin Tuhan, kami menyelenggarakan Lokakarya Channeling & Mediumship . Semua peserta mengikuti kegiatan dengan antusias, mereka bukan hanya menyimak penjelasan yang disampaikan, tetapi juga banyak mengajukan pertanyaan dan melakukan praktek. Channeling & Mediumship harus dilakukan untuk tujuan yang mulia, yaitu membantu dan mendoakan arwah-arwah yang masih berada di 'alam antara' atau di 'api penyucian' agar mereka bisa melanjutkan perjalanan jiwanya menuju ketentraman abadi disisi Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang. Baca: Arwah di Sekitar Kita Sementara, sepintas kilas, terutama bagi kalangan awam, prosesi ini barangkali nampak menyeramkan atau mengandung unsur klenik. Namun jika kita memahaminya dengan tepat, sesungguhnya kita sedang berkomunikasi dengan entitas dari dimensi lain. Ilustrasi sederhananya seperti yang mungkin pernah Anda saksikan di fi...

Renungan | Spiritualitas Yang Sesungguhnya

Di planet ini, berapa banyak orang yang beragama? Berapa banyak tempat ibadah? Berapa banyak orang yang taat menjalankan ritual agamanya? Kita tahu jumlahnya luar biasa banyak. Tapi mengapa kemiskinan, kelaparan, penganiayaan, pemerkosaan, pembunuhan, peperangan dan bencana alam terus merajalela? Sudah berapa banyak dari kita memohon, berdoa pada Tuhan untuk mengakhiri semua itu? Tapi kegelapan tak kunjung sirna, bahkan manusia semakin individualis, bringas, bencana alam kian mengganas. Lalu apakah yang keliru? Baca: Manusisia, Tuhan dan Alam Semesta Ini karena mayoritas manusia Bumi terfokus untuk menjadi religius bukan menjadi spiritual. Spiritual berbeda dengan religius. Spiritual tak ada hubungannya dengan agama. Meskipun pada akhirnya agama akan menjadikan manusia menjadi spiritual. Tuhan menghendaki kita untuk menjadi manusia spiritual bukan religius. Tiap agama mengklaim bahwa ajaran mereka yang paling benar dan lainnya salah. Apakah ses...

Seroja Jakarta | Channeling and Mediumship

Seroja Jakarta | Para arwah yang masih berada di alam antara, agar bisa melanjutkan perjalanan jiwanya, perlu dibantu dengan doa dari kita yang masih hidup. Seperti biasa setiap malam Minggu kedua, keluarga Seroja Jakarta menyelenggarakan doa bersama, khusus untuk membantu para arwah agar mereka dapat melanjutkan perjalanan jiwanya menuju ketentraman abadi di sisi Allah Yang Maha Kasih. Seluruh kehidupan emosional kita, bersama dengan daya hidup kita, semuanya adadi dalam alam pikiran bawah sadar kita. Alam pikiran bawah sadar kita sejak dalam kandungan secara terus menerus merekam setiap pengalaman, peristiwa, kenangan, emosi, termasuk ketakutan dan trauma kita. Tidak ada yang tidak terekam. Walau terlupakan, namun rekaman tadi masih mempengaruhi sikap dan kepribadian kita.

Renungan | Welas Asih

Welas asih itu lahir dari adanya penderitaan, seperti halnya bunga teratai yang mekar dan berkembang diatas lumpur.   Penderitaan merupakan bagian penting dalam pertumbuhan. Bila kita tidak mengenal kepedihan dan penderitaan, kita tidak akan memahami kepedihan dan penderitaan orang lain. Kepedihan dan penderitaan kita, akan memaksa kita untuk memahami diri kita sendiri, dan orang lain, serta membantu kita untuk belajar mengenal pengampunan.   Ketika kita mengambil tanggung jawab atas penderitaan kita, dan tidak menyalahkan atau mencela orang lain atau diri kita sendiri, hati kita akan membuka dan kita akan mampu memahami dan mengalami welas asih untuk diri kita maupun orang lain. 

Kehidupan Setelah Kematian

Janganlah takut mati! Karena ini adalah proses alami, layaknya proses ular yang berganti kulit. Mati hanyalah proses matinya tubuh fisik dan keluarnya roh atau jiwa dari raga, guna melanjutkan perjalanan jiwa menuju alam dan dimensi yang lain. Roh atau jiwa tetaplah hidup! Bahkan pikiran, keinginan, dan obsesi kita tetaplah ada. Dalam bukunya Life after life , Raymond Moody menuturkan kehidupan setelah kematian sebagai berikut:   Setelah seseorang meninggal dunia, maka dia merasa dirinya keluar dari raganya, sehingga dia bisa melihat raganya yang tergeletak di tempat tidur ditunggui sanak keluarganya yang sedang meratapi meninggalnya. Dan dia ingin menghibur, namun tidak seorangpun yang bisa mendengar kata-katanya.

Pelajaran dan Pemahaman akan Kesadaran

Pelajaran apa saja yang Anda tekuni, pada akhirnya akan membawa Anda menuju pada pemahaman dan kesadaran terhadap kesejatian diri kita sebagai manusia, dan kaitan serta kesatuan kita dengan Tuhan dan alam semesta. Begitulah seharusnya pencapaian pemahaman dan pemaknaan kita dalam belajar dan menuntut ilmu. Namun tingkat kesadaran manusia itu berbeda-beda. Oleh karena itu, pemikiran dan pemahamannya pun akan berbeda pula. Jangan ada pemaksaan pemahaman dan penilaian! Biarkanlah seturut dengan tingkat kesadaran masing-masing. Baca: Cinta Kasih itu Mendatangkan Keajaiban Bila memang kita jujur, tidak ada sesuatu yang kita sembunyikan, pasti kita akan berani tampil apa adanya! Ketidakjujuran, pamrih-pamrih, kepentingan-kepentingan yang tersembunyi menjadikan diri kita culas, dan tidak bebas dalam berpikir maupun bertindak. Hiduplah saling mengasihi, saling memberi, saling bekerja sama, saling melayani. Saling asih, asuh, asah dengan meningkatkan kesadaran ( awareness ) kita. M...

Hutang Karma dan Komitmen

Bilamana pada kehidupan di masa lalu, engkau memiliki hutang karma dengan seseorang atau engkau memiliki komitmen dengan seseorang, maka pada kehidupan selanjutnya engkau akan melunasinya dan melaksanakan komitmen tersebut. Inilah hukumnya! Eee.... ada juga yang bilang padaku, bahwa dalam ajaran yang dia peroleh... tidak mengenal dan mempercayai adanya hukum karma! Kujawab saja kalem.... "Ya gak pa-pa! Ya deh, katakan saja...hukum sebab-akibat!" Dan dia pun setuju! (Yo wis... begitu saja, kok repot?)

Seroja Jakarta | Bersyukur dan Selalu Berprasangka Baik Kepada Tuhan

Seroja Jakarta | Dalam sesi Lokakarya Visualisasi Kreatif yang disampaikan oleh Bapak Sonny Sumarsono Wuryadi , Mbak Ratna Kanaya dari Seroja Bali mengungkapkan, “Bersyukur dan berprasangka baiklah terus kepada Tuhan, karena semua rencana Tuhan itu baik untuk kita, walaupun menurut kita buruk atau sangat buruk sekalipun. Dengan menjaga kesadaran setiap saat, saya memahami bahwa hidup kita sekarang ini merupakan kes empatan yang diberikan kepada kita untuk tetap menanam yang baik. Jadi, misalnya saya jatuh atau tersandung, dalam kondisi tetap sadar, saya tidak kesal atau menyalahkan Tuhan, tapi bersyukur dan berterima kasih,”. Apa yang diungkapkan Mbak Ratna itu menambah saya semua tentang kesadaran. Hal-hal yang tidak menyenangkan memang buah dari pikiran. Sama halnya dengan harta benda, kekayaan, keberhasilan, kebahagiaan, nama baik, kesehatan atau hal-hal yang menyenangkan lainnya.

Sumarsono Wuryadi | Berbahagialah!

Kualitas hidup manusia seharusnya dari kehidupan ke kehidupan semakin meningkat kesadaran dan spiritualitasnya. Oleh karena itu, bagi mereka yang rohnya memang sudah tua, meski usia fisiknya masih muda belia, dalam perilaku, tindakan dan wawasannya akan terlihat sangat arif bijaksana. Jadi kearifan seseorang tidak tergantung dari umurnya! Banyak pula orang yang sudah pantas disebut sepuh, namun masih belum bisa disebut arif juga! Tempaan hidup itu janganlah Anda hindari, namun carilah maknanya, khususnya yang berkaitan erat bagi perkembangan kesadaran. Niscaya Anda akan meningkat pemahaman dan kesadaran akan diri Anda yang sejati, ntuk apa Anda terlahir di bumi ini, dan akan kemanakah sebenarnya tujuan hidup Anda itu? Selama dalam kehidupan ini kita tidak berbuat "macem-macem", maka kita pun tidak akan menghadapi "macem-macem" masalah. Jadi cobalah secara jujur mengakui bahwa kita sendirilah yang sejatinya membuat "macem-macem" itu...

Seroja Jakarta | Lokakarya Divine Healing 28 Februari 2016

Lokakarya Divine Healing Minggu, 28 Februari 2016 pukul 9.00 s.d.17.00 Tempat: Klinik Seroja, Jl. Seroja 23 Rempoa Bintaro Pendaftaran hub. Sdri. Ima 0852 8348 9657, (021) 7361392 Seroja Jakarta | Jangan lagi Anda bertanya bagaimana caranya Tuhan menyembuhkan? Tuhan pasti mampu menyembuhkan segala penyakit dengan cara-Nya sendiri, yang seringkali tidak bisa dinalar dengan pikiran manusia. Saya yang saban hari menyaksikan mukjizat penyembuhan Illahi seperti ini menjadikan saya berpikir, mengapa orang mencari penyembuhan kemana-mana? Padahal Tuhan selalu ada dan bersiap 24 jam!

Karunia Panca Indera dan Indera Keenam

Tuhan mengkaruniakan kepada kita semua dua macam indera, yaitu Panca Indera - untuk mendeteksi segala hal yang terlihat atau kasat mata, dan Indera Keenam - untuk mendeteksi hal-hal yang tidak terlihat mata. Keduanya sangatlah berguna. Oleh karena itu, gunakanlah keduanya dengan baik, agar Anda mampu mendeteksi segala hal.... baik yang kelihatan, maupun yang tidak kelihatan mata!

Bisikan Hati

Banyak diantara kita yang mengabaikan bisikan hati kita sendiri, yang suaranya terlalu lembut untuk didengar, bahkan seringkali kita anggap sebagai sesuatu yang tidak logik, tidak masuk akal, tidak rasional! Disitulah perlunya pemahaman kita... bahwa bisikan hati itu adalah kebenaran yang harus kita percayai! Kita harus banyak belajar mendengar, dan mengapresiasi dengan benar.

Evolusi Roh Manusia

Adanya evolusi roh melalui reinkarnasi menjadikan roh manusia menjadi semakin bermutu dalam kesadaran dan spiritualitasnya. Roh-roh yang muda, yang baru saja atau baru beberapa kali mengalami reinkarnasi, biasanya mereka dalam kehidupannya yang sekarang, masih suka mengeksplorasi hal-hal fisik atau keduniawian. Sedangkan roh-roh yang lebih tua lebih tertarik pada hal-hal spiritual, dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran dan spiritualitasnya. Baca: Melayani Sesama dengan Ketulusan dan Cinta Kasih Mereka yang terlahir dan beras al dari baby soul , umumnya mereka baru saja menitis di bumi. Belum banyak pengalaman hidup yang didapat. Karenanya, mereka harus banyak belajar tentang kehidupan. Seringkali mereka terlahir di daerah atau lingkungan yang susah, penuh tantangan, bahkan daerah yang sedang bergolak.  

Seroja Bali | Energi Illahi, Keyakinan dan Keikhlasan

Seroja Bali | Sakit apapun, bila kita pasrahkan sepenuhnya penyembuhannya kepada Tuhan, dan kita pun yakin seyakin-yakinnya atas kuasa dan kasihNya... pastilah tersembuhkan! Untuk menjadi sembuh juga perlu adanya kesadaran pada diri si penderita sakit! Artinya, dia harus memiliki niat dan keinginan yang teguh untuk sembuh. Dia juga harus yakin akan kuasa dan kasih Tuhan yang tidak terbatas kemampuannya, dan tidak bisa terjangkau oleh nalar pikiran manusia. Serta penyembuh an Illahi itu bersifat holistik, yaitu menyembuhkan sakit fisik, psikis, dan spiritual sekaligus!  

Seroja Bali | Antahkarana

Antahkarana menggambarkan jembatan yang menghubungkan antara manusia dengan super consciousness yang dimilikinya. Dalam Reiki , Antahkarana ini dianggap sebagai simbol penyembuhan yang memperkuat energi chi (sebutan lain untuk energi alam semesta yang berguna untuk penyembuhan).   Energi yang dipancarkan simbol Antahkarana ini sangat kuat sehingga bermanfaat untuk membantu proses penyembuhan. Keyakinan kita akan hal ini semakin bertambah jika kita memiliki pengalaman dalam penggunaannya secara langsung.

Konflik Agama

Konflik agama timbul karena pemahaman yang sangat kurang bahkan berkebalikan dari tujuan beragama itu sendiri. Meningkatnya intensitas konflik ber latar belakang agama akhir-akhir ini memprihatinkan namun sekaligus juga membangkitkan kesadaran bagi banyak orang. Agama muncul ribuan tahun lalu dengan berbagai ragam tafsirnya dan bahkan setiap agamapun adalah suatu tafsir tentang kehidupan dan Tuhan. Ini artinya sulit bagi orang di masa kini untuk benar-benar tahu apa yang menyebabkan lahirnya suatu agama karena selama rentang waktu dengan berbagai generasi itu penafsiran dan pemahaman mengalami perubahan-perubahan.  Baca: Renungan | Spiritualitas Yang Sesungguhnya Namun satu hal yang menarik adalah seringkali suatu tafsiran mainstream (arus besar) berlaku luas dengan dukungan kekuatan bersenjata, bersifat memaksa, penggunaan kekerasan atau ancaman. Sejarah dengan jelas mencatat bagaimana agama-agama besar terlibat dalam konflik bersenjata dan berbagai...

Arwah di Sekitar Kita

  Banyak manusia yang sudah meninggal, namun arwahnya masih terjebak di alam antara, masih berada di sekitar kita. Biasanya mereka tidak sadar kalau sebenarnya mereka itu sudah mati. Kemungkinan matinya tidak wajar, mungkin terbunuh, bunuh diri, atau mungkin mereka belum ikhlas meninggalkan dunia ini. Oleh karenanya, awalnya mereka merasa masih hidup dan ingin berada di sekitar manusia. Namun lama kelamaan mereka merasa keberadaannya tidak dipedulikan lagi oleh sesama manusia. Maklum saja.... manusia tidak bisa melihat sosok dirinya, karena mereka sudah tidak memiliki raga lagi. Akhirnya hal ini akan menyadarkan mereka bahwa sejatinya mereka sudah mati.   Mulailah mereka memancing perhatian manusia yang masih hidup disekitarnya dengan berbagai cara, misalnya membuat suara gaduh atau melakukan penampakan dirinya. Tujuan sebenarnya adalah untuk menarik perhatian agar keberadaannya diketahui dan mereka bisa dibantu untuk didoakan. Namun sayangnya cara mereka mencari p...

Renungan | Tentang Kehidupan Manusia

  Para filosof memiliki dua pandangan yang berbeda dalam memandang hidup manusia. Ada yang pesimis , sehingga memandang hidup ini penuh penderitaan, kesulitan, dan kesedihan, lalu berakhir dengan kehancuran atau kepunahan. Namun ada pula yang berpandangan bahwa hidup ini sebagai pembelajaran dan tanggung jawab , yang berakhir dengan kebahagiaan dan kekekalan setelah kematian.   Bagi yang berpandangan pesimis, mereka meyakini bahwa manusia diciptakan hidup di dunia ini memang untuk menderita , karena itu mereka akan menyambut kematian dengan suka cita sebagai akhir dari segala penderitaan.  

Puisi dan Rahasia Kehidupan

Puisi spiritual memuat kode-kode yang bila mampu membukanya akan membawa orang memahami misteri kehidupan. Namun kode-kode itu ditul iskan bukan dimaksudkan untuk merahasiakan atau menyembunyikannya agar tidak diketahui orang, justru sebaliknya kode-kode itu dirancang dan diberikan untuk membantu orang menemukan jalan untuk memahaminya.   Kode-kode itu merupakan jalan pintas dan cara singkat karena rahasia kehidupan terlalu panjang jika diuraikan dengan gaya narasi dan deskripsi. Kode-kode itu semacam tombol untuk mengaktifkan kemampuan mengolah data yang sudah ada pada diri setiap orang sehingga siapapun yang dengan cermat membaca kode-kode itu akan mengaktifkan tombol-tombol dalam dirinya sendiri dan akan terbukalah pintu gerbang ke rahasia kehidupan yang tersimpan dalam dirinya sendiri.