Skip to main content

Posts

Showing posts from May, 2016

Apa Tujuan Hidup Anda?

Bila seseorang ditanya tentang tujuan hidupnya kebanyakan dia akan menjawab tujuan hidup yang lebih menyangkut keduniawian, misalnya ingin menjadi dokter, ingin menjadi artis, ingin menjadi kaya, ingin sukses dan sebagainya. Hal ini dikarenakan sistem pendidikan dan ajaran orang tua kita banyak mengajarkan kita untuk memasuki prefesi-profesi yang lebih memberikan manfaat duniawi. Padahal manusia terlahir di dunia ini sebenarnya tujuan utamanya adalah untuk menjalani takdir da n melakukan pengembangan spiritualnya sampai akhirnya mereka bisa menyatu kembali dengan Tuhannya. Lalu bagaimana agar tujuan hidup di dunia ini bisa selaras dengan tujuan mengembangkan spiritual tadi?

Kitalah Yang Menentukan Nasib Kita Sendiri

Saya bertemu dengan seorang kawan lama yang selalu suka bercerita dan mengeluh betapa malang melintangnya kehidupannya selama ini. Dia menatap saya dengan bingung, ketika saya menanggapi kisahnya tadi dengan mengatakan bahwa "Kita sendirilah yang sebenarnya menentukan nasib dalam kehidupan kita ini!". "Lantas, apa Anda mengira saya sengaja menciptakan kemalangan itu?" jawabnya ketus. Tentu saja tidak dengan sengaja! Dia hanya tidak menyadari bahwa pemikiran negatifnya itulah yang telah menciptakan segala kemalangannya selama ini.

Etika Saat Menjenguk Orang Sakit

Saat kita sedang sakit dan diopname di Rumah Sakit lalu ada keluarga atau teman yang menengok untuk menyampaikan rasa simpatinya, tentu hati kita sangatlah senang. Tetapi ketika seorang teman yang datang kemudian menanyakan secara mendalam tentang seluk beluk sakitnya, belum tentu pertanyaan ini akan menyenangkan bagi si sakit. Penyakit itu banyak sekali macamnya, dan ada kalanya ada penyakit yang sulit untuk diceritakan si penderita kepada orang lain. Misalnya, bagi pende rita penyakit kelamin, sangatlah sulit dan malu menceritakan seluk-beluk tentang penyakitnya. Jadi, dalam kita memberikan penghiburan dan simpati kepada teman yang sakit dengan cara demikian kuranglah tepat dan bijak. Lebih tepat kiranya bila kita memotivasi dirinya untuk selalu optimis dalam mengupayakan kesembuhan.

Pikiran Menciptakan Realita

Ribuan tahun yang lalu, Aristoteles mengajarkan bahwa imajinasi merupakan bagian penting dari pemikiran, dan kita tidak bisa berpikir tanpa gambar atau imajinasi. Ia yakin motivasi muncul ketika seseorang membayangkan dan merasakan sesuatu citra dalam pikirannya. Pikiran menciptakan realitas! Dengan mengubah pemikiran dan berfokus pada apa yang Anda inginkan, Anda memiliki kekuatan untuk menciptakan kehidupan yang Anda impikan. Dengan menggunakan imajinasi, Anda dapat menci ptakan citra yang jelas tentang apapun yang Anda inginkan.

Mengampuni

Suami perlu mengampuni istrinya, istri juga mau mengampuni suaminya. Orang tua perlu mengampuni anak-anaknya, dan anak-anak perlu mengampuni orang tuanya. Saudara laki-laki perlu mengampuni saudara perempuannya, saudara perempuan juga mengampuni saudara laki-laki. Sahabat perlu mengampuni sahabatnya. Rakyat mengampuni pemimpinnya, pemimpin juga harus mengampuni rakyatnya. Murid harus mengampuni gurunya, dan gurunya harus mau mengampuni muridnya. Memberikan pengampunan kepada orang-orang tercinta bukanlah suatu tindakan ketidak cintaan ataupun ketidak setiaan.

Perlunya Sentuhan

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa bayi-bayi yang tidak atau jarang disentuh akan mengalami keterlambatan pertumbuhan bila dibandingkan dengan bayi-bayi yang selalu mendapatkan sentuhan. Selain itu, bayi-bayi ini juga memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih lemah, dan lebih gampang menderita sakit. Dampak psikologis terhadap bayi-bayi yang kurang mendapatkan sentuhan ini sungguh sangat memprihatinkan, karena mereka bisa mengalami gangguan emosional yang parah, dan bahk an mereka akan memiliki perilaku yang kasar. Jika kekurangan sentuhan bisa menimbulkan dampak yang merugikan, maka masuk akal jika pemberian sentuhan dalam jumlah besar atau berkesinambungan akan memberikan manfaat dan menyehatkan.