Skip to main content

Kitalah Yang Menentukan Nasib Kita Sendiri


Saya bertemu dengan seorang kawan lama yang selalu suka bercerita dan mengeluh betapa malang melintangnya kehidupannya selama ini. Dia menatap saya dengan bingung, ketika saya menanggapi kisahnya tadi dengan mengatakan bahwa "Kita sendirilah yang sebenarnya menentukan nasib dalam kehidupan kita ini!".

"Lantas, apa Anda mengira saya sengaja menciptakan kemalangan itu?" jawabnya ketus. Tentu saja tidak dengan sengaja! Dia hanya tidak menyadari bahwa pemikiran negatifnya itulah yang telah menciptakan segala kemalangannya selama ini.

Bila Anda bisa menerima kenyataan.......meski Anda terpaksa harus menjalani kehidupan, yang sebenarnya tidak seperti yang Anda harapkan, maka tentu Anda memiliki pertimbangan dan kesadaran yang bagus. Memang, kadang-kadang dalam hidup ini diperlukan "keluwesan" dalam bersikap.

Tuhan itu telah membekali setiap orang dengan segala macam kemampuan, agar bisa menuntaskan segala urusannya di dunia. Bahkan menghadapi apapun, Tuhan selalu mengutus spiritual guide untuk mendampingi dan membantu manusia. Kurang apa coba? Begitu besarnya kasih Tuhan kepada kita manusia!

Sampai pada apa yang akan terjadi pada diri Anda di hari ini atau esok-lusa... Tuhan sudah mengetahuinya! Dan Tuhan juga sudah mempersiapkan diri Anda... bagaimana seharusnya menyikapinya! Oleh karena itu, selalu berbicaralah denganNya dan jangan suka "ngeyel! 

Love~light~joy
Sonny Sumarsono Wuryadi

Photo courtesy of qlaconsulting.com
Kompilasi Catatan 5 Menit

Popular posts from this blog

Miliki Pikiran Positif Untuk tetap Sehat dan Sembuh dari Penyakit

Alan Sirait ( 68 tahun ) pada tahun 2001 pernah mengalami penyempitan pembuluh darah sehingga seorang dokter sepesialis jantung menyarankannya untuk menjalani balonisasi (penggunaan balon untuk membuka pembuluh darah yang tersumbat oleh plak). Namun setelah berkonsultasi dengan dokter lain, ia memutuskan untuk tidak melakukan tindakan itu. Ia pasrah pada Tuhan dan optimis bahwa penyakitnya dapat sembuh. Ia justru sempat mengikuti terapi energi kristal dan senam jantung. Beb erapa bulan kemudian, ternyata pemikiran positif dan kedisplinannya dalam menjalani terapi jalan menuai hasil. Dosis obat yang ia konsumsi semakin rendah, dan tubuhnya menjadi segar bugar. Beberapa orang sering mengingatkan kita tentang pentingnya berpikir positif untuk menghasilkan energi positif dan merubah setiap keadaan menjadi lebih baik. Ternyata hal ini benar manfaatnya. Di bidang kesehatan saja, pikiran positif sudah terbukti mempermudah kesembuhan seseorang dari penyakit.

Sadarilah Bahwa Roh Kita Amat Cerdas, Manfaatkanlah!

Pada dasarnya manusia terdiri dari unsur badan atau fisik ( body ), pikiran atau mental ( mind ), dan roh, atma atau spirit ( soul ). Jika ketiga unsur ini dalam keseimbangan, maka sehatlah kondisi jasmani dan rohani kita. Dibandingkan unsur fisik dan pikiran, sebenarnya roh memiliki kecerdasan yang jauh lebih tinggi .  Bisa dikatakan bahwa roh ini adalah asal muasal manusia, disamping sebagai sumber kemampuan, kehidupan, kekuatan manusia. Hal itu bisa terjadi kerena sebelumnya roh memang sudah dibekali Tuhan dengan berbagai bakat dan kemampuan, termasuk kemampuan untuk bisa berhubungan dengan Tuhan sendiri. Rohlah yang mengetahui komitmen setiap individu dengan Tuhan, sebelum menjalani kehidupan di dunia ini. Jadi kemampuan spiritual roh manusia itu memang luar biasa.

Kristal Itu Memang Istimewa

Sebenarnya kristal itu memang istimewa! Bukan karena adanya "penunggunya" yang ampuh! Nggak ada itu! Tetapi karena secara alami kristal memiliki sifat dan kemampuan yang istimewa, antara lain: Kristal mampu merubah energi kinetik menjadi energi listrik (piezo elektrik). Kristal mampu menarik dan melontarkan energi listrik (piro elektrik). Dapat memperbesar energi, sehingga digunakan dalam peralatan audio-visual.   Kristal mampu merubah, mengirim, dan memancarkan energi. Pada peralatan laser, kristal dapat memfokuskan energi. Yang menarik lagi, bahwa kristal itu dapat diprogram sesuai kebutuhan, tentu bagi yang sudah mempelajarinya.