Skip to main content

Renungan | Welas Asih


Welas asih itu lahir dari adanya penderitaan, seperti halnya bunga teratai yang mekar dan berkembang diatas lumpur. 

Penderitaan merupakan bagian penting dalam pertumbuhan. Bila kita tidak mengenal kepedihan dan penderitaan, kita tidak akan memahami kepedihan dan penderitaan orang lain. Kepedihan dan penderitaan kita, akan memaksa kita untuk memahami diri kita sendiri, dan orang lain, serta membantu kita untuk belajar mengenal pengampunan.  

Ketika kita mengambil tanggung jawab atas penderitaan kita, dan tidak menyalahkan atau mencela orang lain atau diri kita sendiri, hati kita akan membuka dan kita akan mampu memahami dan mengalami welas asih untuk diri kita maupun orang lain. 

Welas asih merupakan kekuatan penyembuhan untuk cinta tanpa syarat yang muncul dari hati yang paham dan penuh pengampunan.

Love~light~joy

Popular posts from this blog

Membersihkan dan Mengaktifkan Chakra

Tubuh manusia terdiri dari tubuh Fisik, tubuh Eteris, tubuh Astral, dan Roh. Tubuh Eteris disebut juga dengan Tubuh Bioplasmik, atau istilah populernya adalah Aura. Tubuh eteris yang merupakan sistem energi tubuh manusia ini dilengkapi dengan perangkat sirkulasi energi, yaitu meridian dan chakra-chakra yang bertugas menyirkulasikan energi vital keseluruh bagian tubuh manusia. Ada sekitar 320 chakra yang tersebar di seluruh tubuh, namun yang terpenting adalah 7 chakra utama ya ng mempengaruhi kondisi fisik, psikis, dan spiritual manusia. Bila ketujuh chakra utama ini bersih dan optimal kerjanya, maka kondisi kesehatan fisik, psikis, dan spiritual kita akan dalam keadaan prima (sehat).

Terapi Memaafkan

Rasa dendam, kecewa, marah, dan sedih yang berkepanjangan akan membuat diri kita menjadi tidak tenang, tidak sehat, dan tidak bahagia. Karena bila semua emosi negatif kita pendam dalam-dalam, maka segala gejala penyakit akan bermunculan. Ada satu cara untuk mengatasinya, yaitu dengan terapi memaafkan. Kita harus bisa memaafkan kepada orang-orang yang telah menyakiti hati kita, orang yang kita benci, juga termasuk bisa memaafkan diri sendiri. Hambatan yang paling berat dalam m elepaskan emosi negatif melalui cara ini adalah adanya rasa tidak layak untuk dimaafkan. Padahal dalam proses terapi ini kita harus berani untuk kembali merasakan emosi yang hadir dari rangkaian peristiwa masa lalu yang membuat hidup kita tidak bahagia. Kejujuran dalam mengakui setiap perasaan itulah yang menentukan.

Renungan | Percayalah!

Bilamana di dunia ini... engkau mengerjakan segala pekerjaanKu, maka segala urusan duniamu....  AKU yang akan mengerjakannya!

BLOG ENTRY

Show more