Skip to main content

Renungan | Kehidupan Yang Bebas dan Indah


Banyak wanita yang terbelenggu oleh norma dan adat yang mengakibatkan diri mereka tidak mendapatkan kebebasan bergerak, bahkan tidak mendapatkan kebebasan diri untuk berkembang. Padahal seharusnya mereka bisa memahami akan adanya hak azasi manusia dan berani bersikap untuk menentukan nasib mereka sendiri. Jaman sudah sebegini maju, koq masih ada saja model semacam itu?

Baca: Perankan Skenario Hidup Bahagia

Nasib itu adalah pilihan kita sendiri. Jika Anda ingin hidup dengan nyaman, mudah, dan indah, semua Iiu Anda sendirilah yang harus menciptakan. Bahkan jika Anda menderita dalam hidup, ini juga karena pilihan Anda sendiri, namun kebanyakan orang tidak menyadarinya. Semua sangat tergantung pada pola pikir, keyakinan, dan kesadaran Anda sendiri. Bila Anda selalu mengeluh, selalu merasa menderita, maka sepanjang hidup Anda akan tetap menderita. Masih suka mengeluh dan pesimis?

Semuanya menjadi mudah dan sederhana, bila Anda tidak terlalu banyak menggunakan analisa pikiran rasio Anda. Fenomena spiritual janganlah Anda analisa dengan pikiran rasio Anda, tetapi gunakan kecerdasan spiritual! Itu baru tepat!

Tuhan selalu memberikan kesempatan dan kemudahan pada kehidupan manusia, namun kebanyakan manusia tidak mensyukurinya, bahkan menyia-nyiakan karunia yang telah diberikanNya. Sungguh sangat disayangkan sekali.

Love~light~joy 
Sonny Sumarsono Wuryadi

Kompilasi Catatan 5 Menit
Photo courtesy of wallpaperstock.net

Popular posts from this blog

Desermen, Petunjuk Langsung Dari-Nya

Pada saat seorang praktisi penyembuhan sedang mengakses Energi Illahi atau Divine Healing untuk melaksanakan tugasnya, seringkali mendapatkan desermen atau petunjuk atau bimbingan langsung dari Tuhan, berupa gagasan, penglihatan, kata-kata, dorongan dan bimbingan. Baca: Saat Disembuhkan, Tubuh Akan Bergetar dan Menyelaraskan Kepatuhan kita melaksanakan desermen akan menjadikan kita semakin mengenali cara karunia kharismatik ini akan dinyatakan melalui kita. Dan seringkali pemahaman yang kita cari ini baru datang setelah kita memperlihatkan iman dan keyakinan kita kepadaNya. “Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah DIA dalam segala lakumu, maka DIA akan meluruskan jalanmu”. (Ams 3 : 5-6)

Terapi Memaafkan

Rasa dendam, kecewa, marah, dan sedih yang berkepanjangan akan membuat diri kita menjadi tidak tenang, tidak sehat, dan tidak bahagia. Karena bila semua emosi negatif kita pendam dalam-dalam, maka segala gejala penyakit akan bermunculan. Ada satu cara untuk mengatasinya, yaitu dengan terapi memaafkan. Kita harus bisa memaafkan kepada orang-orang yang telah menyakiti hati kita, orang yang kita benci, juga termasuk bisa memaafkan diri sendiri. Hambatan yang paling berat dalam m elepaskan emosi negatif melalui cara ini adalah adanya rasa tidak layak untuk dimaafkan. Padahal dalam proses terapi ini kita harus berani untuk kembali merasakan emosi yang hadir dari rangkaian peristiwa masa lalu yang membuat hidup kita tidak bahagia. Kejujuran dalam mengakui setiap perasaan itulah yang menentukan.

Janganlah Bersedih...

“Bila engkau direndahkan dan hal tidak pantas terjadi pada dirimu, maka AKU akan meninggikanmu setinggi-tingginya” - Demikianlah janji Tuhan! Secara naluriah, manusia itu selalu menghargai dan mencintai dirinya. Oleh karena itu, janganlah pernah merendahkan, menghina, maupun menyia-nyiakan martabat seseorang! Justru hargai dan angkat derajatnya, sehingga Anda pun akan dihargai olehnya! Pada saat Anda merasa sendiri, pasti akan ada seseorang yang akan menghampiri dan menemanimu. Karena memang begitulah hukum alam itu mengatur kehidupan manusia. Bukalah pintu hati Anda!

BLOG ENTRY

Show more