Skip to main content

Berkarya Melayani dengan Hati


Bunyi ketukan atau irama musik yang teratur dan diulang-ulang akan mengakibatkan frekwensi gelombang otak kita akan menurun, dari Betha menuju Alpha hingga Theta. Saat itulah kita akan memasuki alam pikiran yang kreatif, produktif, dan intuitif. Para penemu dan para seniman banyak memanfaat kondisi ini untuk berinovasi dan berkreasi! 

Dulu sewaktu saya masih suka menulis skenario, untuk memicu munculnya inspirasi, maka saya mendengarkan satu tema musik yang saya putar berulang-ulang, sehingga tulisan bisa mengalir lancar selaras dengan inspirasi yang mengalir seirama thema musik yang saya putar.

Hadirkan Tuhan dihatimu agar pancaran kasihNya memancar melalui karya-karya pelayananmu!

Love~light~joy
Sonny Sumarsono Wiryadi

Kompilasi Catatan 5 Menit

Popular posts from this blog

Membersihkan dan Mengaktifkan Chakra

Tubuh manusia terdiri dari tubuh Fisik, tubuh Eteris, tubuh Astral, dan Roh. Tubuh Eteris disebut juga dengan Tubuh Bioplasmik, atau istilah populernya adalah Aura. Tubuh eteris yang merupakan sistem energi tubuh manusia ini dilengkapi dengan perangkat sirkulasi energi, yaitu meridian dan chakra-chakra yang bertugas menyirkulasikan energi vital keseluruh bagian tubuh manusia. Ada sekitar 320 chakra yang tersebar di seluruh tubuh, namun yang terpenting adalah 7 chakra utama ya ng mempengaruhi kondisi fisik, psikis, dan spiritual manusia. Bila ketujuh chakra utama ini bersih dan optimal kerjanya, maka kondisi kesehatan fisik, psikis, dan spiritual kita akan dalam keadaan prima (sehat).

Terapi Memaafkan

Rasa dendam, kecewa, marah, dan sedih yang berkepanjangan akan membuat diri kita menjadi tidak tenang, tidak sehat, dan tidak bahagia. Karena bila semua emosi negatif kita pendam dalam-dalam, maka segala gejala penyakit akan bermunculan. Ada satu cara untuk mengatasinya, yaitu dengan terapi memaafkan. Kita harus bisa memaafkan kepada orang-orang yang telah menyakiti hati kita, orang yang kita benci, juga termasuk bisa memaafkan diri sendiri. Hambatan yang paling berat dalam m elepaskan emosi negatif melalui cara ini adalah adanya rasa tidak layak untuk dimaafkan. Padahal dalam proses terapi ini kita harus berani untuk kembali merasakan emosi yang hadir dari rangkaian peristiwa masa lalu yang membuat hidup kita tidak bahagia. Kejujuran dalam mengakui setiap perasaan itulah yang menentukan.

Renungan | Percayalah!

Bilamana di dunia ini... engkau mengerjakan segala pekerjaanKu, maka segala urusan duniamu....  AKU yang akan mengerjakannya!

BLOG ENTRY

Show more