Skip to main content

Kekuatan Pikiran Manusia


Sebenarnya kilasan intuisi yang sering kita alami itu berasal dari alam pikiran bawah dan supra sadar kita. Ada tiga tingkat alam pikiran yang memainkan peran dalam perkembangan batin manusia, yaitu: 

- Alam pikiran sadar
- Alam pikiran bawah sadar
- Alam pikiran supra sadar 

Alam pikiran sadar bertugas dalam urusan yang berkaitan dengan pertimbangan, analisa dan membuat keputusan yang kritis. Agar efisien, maka alam pikiran sadar haruslah dapat tetap obyektif. Namun hal ini seringkali sulit, karena dia secara berkala selalu mendapatkan informasi dari alam pikiran bawah sadar dan supra sadar. 

Alam pikiran bawah sadar bisa diibaratkan seperti komputer yang bisa menyimpan ribuan informasi setiap hari. Informasi yang terlewat dari perhatian alam pikiran sadar, justru ditangkap dan disimpannya. Jadi alam pikiran bawah sadar ini akan menyimpan segala detail informasi yang didapatnya ke dalam ruang memori yang sangat besar. Jika alam pikiran bawah sadar ini tersentak oleh hal-hal yang penting, atau oleh beberapa teknik pengembangan batin seperti visualisasi, rileksasi, hipnosis dan meditasi, maka dia mampu mengeluarkan kembali informasi-informasi yang dibutuhkan.

Alam pikiran bawah sadar jauh lebih kuat dan lebih mampu mengetahui banyak hal dibandingkan dengan alam pikiran sadar, karena dia memiliki kemampuan menyimpan dan mengingat kembali segala informasi yang dibutuhkan dalam kehidupan manusia. 

Terlebih lagi, alam pikiran bawah sadar merupakan bagian dari alam pikiran supra sadar, yang sejatinya merupakan kekuatan tak terbatas manusia. Inilah yang juga disebut pikiran universal, dimana wawasan, firasat, naluri, kebijaksanaan batin, intuisi dan indera keenam berasal.

Bilamana anda tidak mau membuka alam pikiran bawah dan supra sadar ini, berarti Aanda tidak mengambil peluang untuk memanfaatkan sarana untuk mencapai keberlimpahan, kesuksesan, dan kebahagiaan yang disediakan Tuhan.  

Jika Anda ingin memasuki alam pikiran yang sangat potensial ini, maka Anda harus pandai membangun imajinasi.  

Alam pikiran bawah sadar itu tidak bisa membedakan antara realita dan imajinasi atau fantasi. Semuanya dianggap sama, dan diterima sebagai suatu kebenaran. 

Oleh karenanya, Lokakarya Visualisasi Kreatif kami selenggarakan, agar kita bisa memanfaatkan peluang untuk mewujudkan hidup yang mudah dan indah dengan menggunakan segala kemampuan alam pikiran yang telah dibekalkan Tuhan ini.

Love~light~joy
Sonny Sumarsono Wuryadi 

Lokakarya Visualisasi Kreatif yang akan datang diselenggarakan pada medio April 2016 di Jakarta, Info hubungi Sdri Ima, 0852 8348 9657.

Popular posts from this blog

Waktu Kita Terbatas

Ono tangis layung - layung, tangising wong wedi mati, Gedhongana, kuncenana... yen mati datan wurunga! Ibaratnya, dijagai dengan tembok yang tebal dan pintunya pun digembok dengan seribu kunci, bagaimanapun faktanya manusia tidak akan bisa menghindari kematian. Manusia tidak mungkin hidup lebih dari seratus tahun. Dengan menyadari keterbatasan umur manusia, seharusnya kita menyadari bahwa waktu kita sangat terbatas, terutama dalam upaya menemukan rahasia kehidupan serta menjalani kehidupan yang bermakna. Mengingat tidak banyak lagi waktu yang tersisa yang kita miliki, maka pertanyakan pada diri kita masing-masing... ."Apakah yang bisa saya lakukan guna memanfaatkan waktu tersebut secara bijaksana?"

Hilangnya Memori Ingatan

Dalam praktek pelayanan penyembuhan di tempat saya, pernah beberapa kali saya kedatangan orang yang mengalami gangguan kehilangan memori ingatan pribadinya waktu kecil, bahkan sampai tidak bisa mengingat lagi saat-saat berbahagia di pesta pernikahannya.   Pada umumnya, kasus kehilangan memori pribadi semacam itu disebabkan adanya kerusakan atau cedera pada jaringan otak, akibat adanya benturan , yang biasa disebut uncinate fasciculus . Bagian depan otak yaitu cuping temporal, disisi kanannya, merupakan bagian penting otak yang menyimpan memori pribadi tentang episode peristiwa yang telah dilewati di masa lalu. Disinilah tersimpan segala pengalaman "otobiografi" seseorang.

Pengalaman Hidup Itu Mendewasakan

Bila dalam rumah tangga terjadi huru-hara, gojang-ganjing, para orang tua pada umumnya akan mencegah keterlibatan anak-anak dalam urusan mereka dengan alasan kasihan. Suami-istri ini berusaha sekuat tenaga untuk mencegah anak-anak terlibat. Dan mereka takut anak-anak itu akan ikut terguncang dengan gonjang-ganjing masalah mereka. Namun, bagaimanapun juga setiap hari anak-anak itu akan berhadapan dan merasakan suasana yang sangat tidak nyaman ini. Dengan ketidak tahuan mereka, anak- anak akan tetap berpikir dan bersikap. Nah, dengan melihat kenyataan seperti ini.... apakah maksud baik suami-istri, yaitu dengan mencegah keterlibatan anak-anak, berarti pula mencegah anak-anak mereka untuk mengalami pendewasaan?

BLOG ENTRY

Show more