Skip to main content

Hubungan Antar Manusia


Sebagai mahluk sosial, maka hubungan-hubungan pribadi antar manusia tentu dirasa sangat penting, layaknya udara yang kita hirup. Kita semua pasti membutuhkan sahabat, kekasih, orang-orang yang dengan mereka kita bisa berbagi kegembiraan, kesedihan, ketakutan, dan keberhasilan kita. Interaksi-interaksi yang dihasilkan dengan kedekatan hati ini terasa sangat menyentuh, dan memberikan nutrisi batin pada masing-masing pihak. 

Kita semua membutuhkan persahabatan, cinta, pertemanan yang bisa saling mengasihi, dan perasaan saling memiliki. Karena itu bila ada yang mencederai hubungan erat seperti ini, lukapun tergores sampai di hati. Namun, sering pula terjadi keretakan diantara mereka tidak mau lagi mengulurkan tangan dan melanjutkan hubungan dengan beraneka alasan.

Padahal sebenarnya, bila kita mau memaknai. segala bentuk hubungan dan interaksi antar manusia selalu memberikan pembelajaran tentang kesadaran kita terhadap orang lain dengan berbagai perangai dan kepribadiannya, yang semuanya memberikan pembelajaran bagi kita untuk dapat menyikapinya dengan arif bijaksana.

Menghadapi hal semacam ini perlu diantara kita mau melakukan pendekatan-pendekatan baru untuk mengeksplorasi berbagai kemungkinan dalam berinteraksi sesama manusia, antara lain dengan meningkatkan pemahaman dan pengertian terhadap situasi & kondisi masing-masing individu.

Apalagi kalau kita kemudian mau menjadi sumber pertumbuhan dan dukungan yang hebat bagi orang lain menuju pada peningkatan kesadaran dan spiritualitas masing-masing. Inilah sebenarnya tujuan Tuhan mempertemukan kita dalam hubungan antar manusia, agar hidup kita menjadi bermakna.

Love~light~joy
Sonny Sumarsono Wuryadi

Photo courtesy of  abc.net.au

Popular posts from this blog

Hilangnya Memori Ingatan

Dalam praktek pelayanan penyembuhan di tempat saya, pernah beberapa kali saya kedatangan orang yang mengalami gangguan kehilangan memori ingatan pribadinya waktu kecil, bahkan sampai tidak bisa mengingat lagi saat-saat berbahagia di pesta pernikahannya.   Pada umumnya, kasus kehilangan memori pribadi semacam itu disebabkan adanya kerusakan atau cedera pada jaringan otak, akibat adanya benturan , yang biasa disebut uncinate fasciculus . Bagian depan otak yaitu cuping temporal, disisi kanannya, merupakan bagian penting otak yang menyimpan memori pribadi tentang episode peristiwa yang telah dilewati di masa lalu. Disinilah tersimpan segala pengalaman "otobiografi" seseorang.

Manusia, Tuhan dan Alam Semesta

Tuhan menciptakan Alam Semesta dengan cinta . Dengan cinta pulalah, Dia mengijinkan segala sesuatu dipilih dan terjadi di Alam Semesta , karena setiap Jiwa harus belajar untuk menuju ke kesempurnaannya. Penciptaan Alam Semesta Sepanjang siklus waktu Tuhan yang abadi, Tuhan menciptakan alam semesta bukan dari suatu ketiadaan melainkan dari keadaan. Dari keadaannya yang bebas Tuhan menyatukan benih-benih alam semesta melalui keterikatan mereka satu sama lainnya. Tuhan menciptakan semesta ini dalam batasan bingkai hukum keniscayaan, hukum sebab akibat dan hukum dualitas yang pernah Dia ciptakan sebelum semesta ini ada. Segala dualitas semesta yang diciptakan Tuhan ini selalu ad a dan selalu dalam kekekalannya. Mereka membentuk alam semesta ini karena efek hukum keniscayaan semesta menciptakan rantai keterikatan-kebebasan yang terjadi berulang-ulang selamanya. Inilah penyebab adanya siklus alam semesta yang tak berawal dan tak berakhir.

Terapi Memaafkan

Rasa dendam, kecewa, marah, dan sedih yang berkepanjangan akan membuat diri kita menjadi tidak tenang, tidak sehat, dan tidak bahagia. Karena bila semua emosi negatif kita pendam dalam-dalam, maka segala gejala penyakit akan bermunculan. Ada satu cara untuk mengatasinya, yaitu dengan terapi memaafkan. Kita harus bisa memaafkan kepada orang-orang yang telah menyakiti hati kita, orang yang kita benci, juga termasuk bisa memaafkan diri sendiri. Hambatan yang paling berat dalam m elepaskan emosi negatif melalui cara ini adalah adanya rasa tidak layak untuk dimaafkan. Padahal dalam proses terapi ini kita harus berani untuk kembali merasakan emosi yang hadir dari rangkaian peristiwa masa lalu yang membuat hidup kita tidak bahagia. Kejujuran dalam mengakui setiap perasaan itulah yang menentukan.

BLOG ENTRY

Show more