Skip to main content

Yang Mudah Dibuat Susah, Yang Sulit Dibuat Rumit


Itulah kebiasaan buruk dari sebagian bangsa ini yang belum juga hilang. Cobalah bayangkan, dalam sidang MKD di DPR, hanya untuk berdebat menafsirkan kata “dapat” dan “perseorangan” saja seharian tidak kelar! Semuanya ngeyel, memiliki tafsir sendiri-sendiri guna menutupi kepentingan mereka dibaliknya. Semakin banyak kepentingan, semakin piawai mereka “menggoreng” tafsir yang dijadikan sebagai dalih untuk menyanggah pendapat orang lain.

Tafsir tentang kata “dapat” dan “perseorangan” itu sebenarnya anak SD pun mampu mengartikannya dengan benar dan tepat, tanpa harus terpaksa mendatangkan ahli bahasa dari Universitas Indonesia segala. Kok rumit amat sih? Belum lagi diruang lain, Komisi III DPR sedang mengganjal penentuan calon pimpinan KPK hanya dengan dalih tidak ada unsur jaksa pada calon pimpinan yang diajukan. Sulit, kan?

Tetapi begitulah kebiasaan sebagian besar politisi dan penggede di negeri ini.....Yang mudah dibuat susah, yang sulit dibuat rumit! Entah mau jadi apa bangsa ini.....

Love~light~joy

Popular posts from this blog

Terapi Memaafkan

Rasa dendam, kecewa, marah, dan sedih yang berkepanjangan akan membuat diri kita menjadi tidak tenang, tidak sehat, dan tidak bahagia. Karena bila semua emosi negatif kita pendam dalam-dalam, maka segala gejala penyakit akan bermunculan. Ada satu cara untuk mengatasinya, yaitu dengan terapi memaafkan. Kita harus bisa memaafkan kepada orang-orang yang telah menyakiti hati kita, orang yang kita benci, juga termasuk bisa memaafkan diri sendiri. Hambatan yang paling berat dalam m elepaskan emosi negatif melalui cara ini adalah adanya rasa tidak layak untuk dimaafkan. Padahal dalam proses terapi ini kita harus berani untuk kembali merasakan emosi yang hadir dari rangkaian peristiwa masa lalu yang membuat hidup kita tidak bahagia. Kejujuran dalam mengakui setiap perasaan itulah yang menentukan.

Sadarilah Bahwa Roh Kita Amat Cerdas, Manfaatkanlah!

Pada dasarnya manusia terdiri dari unsur badan atau fisik ( body ), pikiran atau mental ( mind ), dan roh, atma atau spirit ( soul ). Jika ketiga unsur ini dalam keseimbangan, maka sehatlah kondisi jasmani dan rohani kita. Dibandingkan unsur fisik dan pikiran, sebenarnya roh memiliki kecerdasan yang jauh lebih tinggi .  Bisa dikatakan bahwa roh ini adalah asal muasal manusia, disamping sebagai sumber kemampuan, kehidupan, kekuatan manusia. Hal itu bisa terjadi kerena sebelumnya roh memang sudah dibekali Tuhan dengan berbagai bakat dan kemampuan, termasuk kemampuan untuk bisa berhubungan dengan Tuhan sendiri. Rohlah yang mengetahui komitmen setiap individu dengan Tuhan, sebelum menjalani kehidupan di dunia ini. Jadi kemampuan spiritual roh manusia itu memang luar biasa.

Cara Susie Mewujudkan Keinginannya

Ada satu cara yang unik dalam mewujudkan keinginan, seperti yang dituturkan oleh Susie, seoarng gadis kecil tetangga saya, saat bertemu dengan saya tadi pagi. "Bagi saya, tulisan sayalah yang selama ini mendatangkan keberhasilan dalam hidup saya." tuturnya, membuka perbincangannya dengan saya. Lalu dia melanjutkan ceritanya, bahwa setiap kali ia menginginkan sesuatu, dia selalu menuliskannya dengan tangan pada buku khusus. Dia menyatakan keinginannya dengan menggunakan kalimat yang sepositif mungk in, seakan-akan dia telah memilikinya, dan benar-benar tidak lagi berusaha mengontrol maupun meragukannya.

BLOG ENTRY

Show more