Skip to main content

Kunjungan Konsultan Psikologi Singapura ke Klinik Seroja Inner Studies & Holistic Therapy Jakarta


Seroja Jakarta | Berawal dari minat, ketertarikan dan curiousity terhadap kelebihan dan manfaat Divine Healing yang merupakan teknik penyembuhan holistik dengan menggunakan pendekatan psikospiritual sehingga dapat melengkapi metode penyembuhan secara medis, beberapa konsultan psikologi yang berasal dari Singapura berkunjung ke Klinik Seroja 23 Jakarta, Inner Studies & Holistic Therapy.

Mereka mendengarkan dengan penuh perhatian ketika mendapatkan penjelasan tentang metode Divine Healing dan bagaimana Energi Illahi tersebut dapat bekerja dengan kecerdasannya sendiri untuk menyembuhkan bagian tubuh yang sakit. Setelah itu beberapa orang dari mereka diperkenankan untuk mencoba sendiri menjadi pasien dan merasakan getaran energi yang disalurkan. Masing-masing peserta tersebut merasakan sensasi yang berbeda-beda.


Metode penyembuhan ini dilakukan hanya dengan menggunakan telapak tangan untuk menyalurkan Energi Illahi yang dapat diakses oleh penyembuh dan didahului dengan doa atau permohonan kepada Tuhan untuk memberikan bimbingan.

Walau tanpa menggunakan peralatan atau perlengkapan teknologi, seperti yang biasa dipakai dalam praktek medis dunia kedokteran, namun metode ini tidak kalah canggih, sebab kuasa Tuhan sendirilah yang langsung bekerja. Ini sebenarnya bukan hal yang mengherankan apabila kita telah memahaminya dengan kesadaran. Bukankah Tuhan itu Maha Pencipta dan seluruh makhluk di alam semesta ini adalah ciptaanNya?


Dalam sesi tanya jawab, mereka banyak mengajukan pertanyaan terkait penyembuhan dengan Energi Illahi, terutama tentang cara kerja energi dalam tubuh manusia. Metode ini sungguh luar biasa karena proosesnya menghendaki cinta tanpa syarat. Artinya tidak ada pamrih dan semata-mata dilakukan untuk menolng sesama, tanpa mengharapkan imbalan jasa, materi atau pujian.

Senang sekali mendapatkan kunjungan para konsultan Psikologi dari Singapura di Klinik Seroja, sekedar menyaksikan cara pelayanan kami dalam melayani konsultasi psikospiritual dan penyembuhan holistik dengan Divine Healing. Terima kasih dan selamat jalan!

Love~light~joy
Sonny Sumarsono Wuryadi

Popular posts from this blog

Getaran Jiwa Manusia

Setiap jiwa manusia bergetar dengan frekwensinya masing-masing. Frekwensi jiwa tergantung dari sifat dan kesadaran manusianya. Apakah dia seorang manusia yang mementingkan dirinya sendiri? Ataukah dia seorang yang penuh kasih dan suka berbagi?  Baca: Renungan | Percayalah! Bila dia seorang yang dalam hidupnya penuh kasih, sederhana dan mulia, maka dia akan hidup dalam frekwensi yang baik.  Bila tiba saatnya dia meninggal, maka jiwa yang hidup dengan penuh kasih ini akan langsung menuju alam astral yang memiliki getaran yang sama, yaitu alam astral yang penuh kasih pula. Namun bagi jiwa-jiwa yang dalam hidupnya hanya mementingkan diri sendiri, maka pada saat kematian mereka akan menuju alam astral yang sesuai dengan tingkat kesadarannya.

Aktivasi Intuisi dan Aplikasinya

INDRA KEENAM sering diidentikkan dengan kemampuan untuk melihat makhluk halus, padahal sebenarnya fungsi dari indera keenam sendiri jauh melebihi hanya sekedar melihat makhluk halus. Karena kemampuan melihat makhluk halus hanya merupakan bagian dari kemampuan indera keenam itu sendiri. Seperti intuisi, namun jauh lebih tajam. Apabila intuisi merupakan suatu hasil pengalaman, indera keenam tidak mengenal adanya pengalaman.   Pada hakekatnya anda dapat mendayagunakan kemampuan indera keenam jika anda mengetahui caranya. Karena sekarang ini banyak metode yang di kembangkan agar seseorang dapat menguasai indera keenam. Indera keenam dapat muncul atau bangkit bila seseorang senantiasa mampu mengolah pikiran, jiwa, raga, rasa dan karsa. Dengan cara-cara tersebut, akan terjadi suatu “loncatan fungsi indera”, yaitu dari panca indera ke indera keenam. Loncatan indra ini bisa kita ibaratkan seperti orang tidur, karena tak seorangpun yang dengan kesadaran penuh, bahwa di...

Bahasa Tuhan

“Guruku Bahasa Inggris itu pasti musuhan sama Guru Bahasa Jawa,” kata Izza suatu malam. “Kok bisa?” “Lha kata Guru Bahasa Inggris, bahasa Inggris itu penting karena itu bahasa internasional. Padahal kata Guru Bahasa Jawa, bahasa Inggris itu enggak penting. Lebih penting bahasa Jawa karena itu sama saja memelihara tradisi dan budaya. Itu kalo di ruang guru bertengkar kali ya?” Saya terkekeh. Apa yang dia bayangkan itu masuk akal juga. Ketika dia diarahkan bahwa satu lebih penting dari yang lain, dia berpikir itu pula yang terjadi dalam percakapan antar guru. Padahal bisa jadi itu hanya salah satu cara guru untuk memotivasi siswa agar mereka maumendalami ilmu yang mereka ajarkan. Saya juga guru bahasa Inggris, tapi saya tidak pernah mengatakan bahwa pelajaran saya lebih penting dari pelajaran lain. Bahkan saya sendiri suka mendalami bahasa Indonesia dan bahasa Jawa.

BLOG ENTRY

Show more