Skip to main content

Bila Anda Memahami, Semuanya Menjadi Mudah


Saya terkadang terheran-heran, mengapa orang selalu membuat segala sesuatu menjadi sulit dan rumit, padahal sebenarnya sangat sederhana dan mudah untuk dilaksanakan. Misalnya, kita menginginkan sesuatu... tentu kita disibuki dengan memutar otak mencari cara untuk mewujudkannya!

Padahal, bila kita memahami tentang potensi manusia yang memiliki daya cipta, kaitannya dengan kerja hukum alam, serta kerahiman Allah, semuanya dapat terwujud dengan mudah dan sederhana! 

Ikutilah prinsip ini dengan teguh, maka segala sesuatu yang kita inginkan akan tercapai. Namun kitapun tetap harus memohon hanya kepadaNya!

Berdoalah kepadaKU...
maka AKU akan perkenankan!
Ketuklah pintu...
maka pintu akan dibukakan untuk Anda!
Mintalah, maka AKU akan berikan!

Sederhana saja.

Love~light~joy
Sonny Sumarsono Wuryadi

Popular posts from this blog

Apakah Allah Itu Pemarah?

Banyak studi melaporkan bahwa hubungan anak dengan ayahnya menjadi prototype hubungan mereka dengan Allah. Kalau ayahnya suka mengontrol, maka mereka akan melihat Allah juga sebagai pengontrol. Bila orang tuanya terkesan menakutkan, maka Allah juga dilihat sangat menakutkan. Segala persepsi negatif mereka terhadap Allah, seperti Allah itu terlalu menuntut, Allah itu kejam dan pemarah, Allah itu suka menghukum.....semuanya bermula dari hubungan orang tua (ayah) dengan anak-anak di masa kecil. Kita dapat menambah daftar panjang gambaran negatif terhadap Allah, yang semuanya bermula dari hubungan kita sewaktu masa kecil dengan orang-orang yang berperan di dalam hidup kita, dan pendidikan yang ditanamkan saat masa kecil kita. Bagi anak-anak yang di masa kecilnya tidak pernah mendapatkan cinta kasih dari orang tuanya, tentulah sangat sulit menghayati bahwa Allah itu penuh cinta kasih bagi umatnya. Marilah kita renungkan. Love~light~joy, Sonny Sumarsono Wuryadi

Terapi Memaafkan

Rasa dendam, kecewa, marah, dan sedih yang berkepanjangan akan membuat diri kita menjadi tidak tenang, tidak sehat, dan tidak bahagia. Karena bila semua emosi negatif kita pendam dalam-dalam, maka segala gejala penyakit akan bermunculan. Ada satu cara untuk mengatasinya, yaitu dengan terapi memaafkan. Kita harus bisa memaafkan kepada orang-orang yang telah menyakiti hati kita, orang yang kita benci, juga termasuk bisa memaafkan diri sendiri. Hambatan yang paling berat dalam m elepaskan emosi negatif melalui cara ini adalah adanya rasa tidak layak untuk dimaafkan. Padahal dalam proses terapi ini kita harus berani untuk kembali merasakan emosi yang hadir dari rangkaian peristiwa masa lalu yang membuat hidup kita tidak bahagia. Kejujuran dalam mengakui setiap perasaan itulah yang menentukan.

Carilah Ilmu Yang Tepat!

  Ilmu apapun itu merupakan hak Anda untuk mempelajari dan memilikinya. Namun sebaiknya, kenali dulu siapa diri Anda, apakah panggilan hidup Anda, dan apakah yang Anda inginkan... dengan mempelajari serta memiliki ilmu tersebut?   Jangan sampai setelah Anda menguasai ilmunya, justru Anda menjadi kecewa karena tidak langsung menjadikan diri Anda hebat atau terkenal, atau tidak sesuai dengan panggilan hidup Anda. Karena semua pasti ada konsekwensinya. Misalnya, Anda mempelajari metode penyembuhan holistik, sehingga konsekwensinya Anda sebagai penyembuh harus mau menyediakan waktu untuk menolong mereka yang membutuhkan pertolongan penyembuhan setiap waktu, kapan saja!  

BLOG ENTRY

Show more