Skip to main content

Seroja Jakarta | Bersyukur dan Selalu Berprasangka Baik Kepada Tuhan


Seroja Jakarta | Dalam sesi Lokakarya Visualisasi Kreatif yang disampaikan oleh Bapak Sonny Sumarsono Wuryadi, Mbak Ratna Kanaya dari Seroja Bali mengungkapkan, “Bersyukur dan berprasangka baiklah terus kepada Tuhan, karena semua rencana Tuhan itu baik untuk kita, walaupun menurut kita buruk atau sangat buruk sekalipun. Dengan menjaga kesadaran setiap saat, saya memahami bahwa hidup kita sekarang ini merupakan kesempatan yang diberikan kepada kita untuk tetap menanam yang baik. Jadi, misalnya saya jatuh atau tersandung, dalam kondisi tetap sadar, saya tidak kesal atau menyalahkan Tuhan, tapi bersyukur dan berterima kasih,”.

Apa yang diungkapkan Mbak Ratna itu menambah saya semua tentang kesadaran. Hal-hal yang tidak menyenangkan memang buah dari pikiran. Sama halnya dengan harta benda, kekayaan, keberhasilan, kebahagiaan, nama baik, kesehatan atau hal-hal yang menyenangkan lainnya.

“Setelah memahami, kebiasaan mengeluh berubah menjadi bersyukur. Kedengarannya sederhana, namun efeknya sungguh luar biasa! Saat kesadaran terjaga itulah saya dapat menerima, menjadi tenang menunggu keinginan saya terwujud. Baik-buruk itu hanya ada di alam pikiran, sebab kenyataannya semua serba baik, apapun baik. Sebelum atau sesudah mendapatkan hasil, jangan lupa tetap membiasakan diri untuk selalu memberi,” ungkap Mbak Ratna penuh keyakinan.

Anna Saraswati
Seroja Jakarta

Popular posts from this blog

Hilangnya Memori Ingatan

Dalam praktek pelayanan penyembuhan di tempat saya, pernah beberapa kali saya kedatangan orang yang mengalami gangguan kehilangan memori ingatan pribadinya waktu kecil, bahkan sampai tidak bisa mengingat lagi saat-saat berbahagia di pesta pernikahannya.   Pada umumnya, kasus kehilangan memori pribadi semacam itu disebabkan adanya kerusakan atau cedera pada jaringan otak, akibat adanya benturan , yang biasa disebut uncinate fasciculus . Bagian depan otak yaitu cuping temporal, disisi kanannya, merupakan bagian penting otak yang menyimpan memori pribadi tentang episode peristiwa yang telah dilewati di masa lalu. Disinilah tersimpan segala pengalaman "otobiografi" seseorang.

Saat Ajal Tiba...

Menjelang kematiannya seringkali seseorang bermimpi dijemput oleh sanak-keluarganya yang sudah meninggal mendahuluinya . Dan beberapa saat sebelum kematian, penyakit separah apapun tidak akan terasa lagi. Sensasi fisik terasa lebih nyaman dari sebelumnya. Pada saat ajal tiba, manusia hanya melepaskan tubuh fisiknya saja, sedangkan pikiran dan perasaannya masih tetap sama. Jiwanya tetap tidak berubah. Keinginan, memori, obsesi, semuanya masih dimilikinya. Oleh karenanya, dia tetap melihat kerabat dan siapa saja yang menangisi kematiannya. Dia ikut sedih dan berupaya keras untuk menjelaskan bahwa sesungguhnya dia tidak mati. Dia mendekati mereka, menyentuh mereka, dan berusaha menghibur mereka. Namun karena dia sudah tidak memiliki tubuh fisik lagi, maka upaya sentuhannya tidak terasakan. Setelah beberapa saat, dia pun menjadi sadar bahwa upayanya sia-sia. Karena dia tidak bisa berkomunikasi dengan mereka yang ditinggalkan.  

Pelajaran Hidup Bimbingan Tuhan

Melalui pengalaman hidup yang dilewati setiap insan, Tuhan memberikan pelajaran dan bimbinganNya, agar manusia dapat memperoleh pemahaman, pemaknaan, dan kesadaran akan dirinya, sehingga mutu kehidupan dan spiritualitasnya semakin meningkat. Namun sayang, kesempatan yang baik ini banyak disia-siakan oleh kebanyakan manusia! Sehingga kehidupan manusia di dunia ini terasa semakin tidak nyaman. Berbuat baik dan melakukan sesuatu dengan benar pun seringkali harus menghadapi sikap yang tidak nyaman dari orang lain. Hal ini dikarenakan, di dunia ini masih banyak orang yang berpikiran jahat dan belum memiliki kesadaran. Semoga Tuhan memberikan kesadaran kepada mereka!

BLOG ENTRY

Show more