Skip to main content

Seroja Jogja | Everything Happens for a Reason


Seroja Jogja | Aku punya sahabat muda di Seroja Jogja, anak dari sahabatku di Seroja Jakarta. Untukku dia istimewa, semuda itu dia sudah tertarik melakukan kegiatan membantu sesama. Yang kutahu dia bersama temannya mahasiswa setiap minggu naik sepeda motor ke Gunung Kidul mengajar bahasa Inggris pada anak-anak di desa. Saat ini dia rajin melakukan terapi dan meditasi di RK, rumah singgah pasien anak kanker. Dia tidak pernah menolak menolong pasien meski dia sendiri sedang lelah atau kurang fit. Meskipun dia pendiam, pasien anak kanker sayang padanya. Beberapa anak bahkan memilih untuk diterapi oleh dia dibanding aku.

Siang ini dia menemaniku mengurus wisma yang akan kami gunakan untuk melayani lokakarya Seroja. Kebetulan dia menawarkan diri untuk membantuku sebaagai sie tempat. Sebetulnya dia ada janji menghadiri wisuda temannya selesai mengurus wisma, tapi karena hujan deras kami tertahan di rumah Bu Listi pengelola wisma.

Kukenalkan dia pada Ibu Listi bahwa anak muda ini sedang studi tentang water engineering. Lalu cerita mengalir begitu saja. Ibu Listi adalah pengurus organisasi sosial yangg memiliki jaringan internasional. Dia menawarkan sahabat muda itu bergabung di organisasi yunior yang anggotanya adalah mahasiswa.

Organisasi yunior ini yang akan menjadi EO untuk kegiatan sosial yang dilakukan oleh organisasi mereka. Dan minat utama dari organisasi ini adalah pengadaan AIR bersih untuk seluruh dunia. Saat ini organisasi sosial di Indonesia sedang membangun pengadaan air bersih di Gunung Kidul, pendampingan pertanian organik dan sorgum, serta pemanfaatan lahan tidak subur menjadi lahan produktif.

Mereka membutuhkan anak muda yang memiliki kemampuan bahasa Inggris yang bagus, yang mengerti tentang pengelolaan air dan memiliki kepedulian untuk membantu sesama untuk membantu organisasi ini membuat proyek air bagi masyarakat yang membutuhkannya. Organisasi ini juga punya staf ahli seorang profesor ahli air dari Amerika, yang menjadi konsultan air seluruh dunia dan dosen tamu diberbagai perguruan tinggi dunia yang mengambil studi tentang water resources.

Aku tertegun. Sahabat mudaku ini sedang studi S1 tentang water engineering dan ingin melanjutkan studi S2 tentang water resources. Dia bercita-cita ingin menjadi ahli yang membangun proyek pengadaan air bagi seluruh bangsa di dunia yg memerlukannya. Dia melakukan Visualisasi Kreatif untuk mimpinya ini. Sepertinya siang ini Tuhan sedang menunjukkan jalan-Nya. Bukan kebetulan dia panitia sie tempat lokakarya Seroja, bukan kebetulan hujan menunda kami pulang awal, bukan kebetulan dia ketemu Ibu Listi. Everything happens for a reason. Ini pintu yang dibuka Tuhan bagi hamba-Nya yang selalu memantaskan diri untuk menerima berkat-Nya. 

Endang Mulyaningsih  
Seroja Jogja

Popular posts from this blog

Hilangnya Memori Ingatan

Dalam praktek pelayanan penyembuhan di tempat saya, pernah beberapa kali saya kedatangan orang yang mengalami gangguan kehilangan memori ingatan pribadinya waktu kecil, bahkan sampai tidak bisa mengingat lagi saat-saat berbahagia di pesta pernikahannya.   Pada umumnya, kasus kehilangan memori pribadi semacam itu disebabkan adanya kerusakan atau cedera pada jaringan otak, akibat adanya benturan , yang biasa disebut uncinate fasciculus . Bagian depan otak yaitu cuping temporal, disisi kanannya, merupakan bagian penting otak yang menyimpan memori pribadi tentang episode peristiwa yang telah dilewati di masa lalu. Disinilah tersimpan segala pengalaman "otobiografi" seseorang.

Saat Ajal Tiba...

Menjelang kematiannya seringkali seseorang bermimpi dijemput oleh sanak-keluarganya yang sudah meninggal mendahuluinya . Dan beberapa saat sebelum kematian, penyakit separah apapun tidak akan terasa lagi. Sensasi fisik terasa lebih nyaman dari sebelumnya. Pada saat ajal tiba, manusia hanya melepaskan tubuh fisiknya saja, sedangkan pikiran dan perasaannya masih tetap sama. Jiwanya tetap tidak berubah. Keinginan, memori, obsesi, semuanya masih dimilikinya. Oleh karenanya, dia tetap melihat kerabat dan siapa saja yang menangisi kematiannya. Dia ikut sedih dan berupaya keras untuk menjelaskan bahwa sesungguhnya dia tidak mati. Dia mendekati mereka, menyentuh mereka, dan berusaha menghibur mereka. Namun karena dia sudah tidak memiliki tubuh fisik lagi, maka upaya sentuhannya tidak terasakan. Setelah beberapa saat, dia pun menjadi sadar bahwa upayanya sia-sia. Karena dia tidak bisa berkomunikasi dengan mereka yang ditinggalkan.  

Renungan | Welas Asih

Welas asih itu lahir dari adanya penderitaan, seperti halnya bunga teratai yang mekar dan berkembang diatas lumpur.   Penderitaan merupakan bagian penting dalam pertumbuhan. Bila kita tidak mengenal kepedihan dan penderitaan, kita tidak akan memahami kepedihan dan penderitaan orang lain. Kepedihan dan penderitaan kita, akan memaksa kita untuk memahami diri kita sendiri, dan orang lain, serta membantu kita untuk belajar mengenal pengampunan.   Ketika kita mengambil tanggung jawab atas penderitaan kita, dan tidak menyalahkan atau mencela orang lain atau diri kita sendiri, hati kita akan membuka dan kita akan mampu memahami dan mengalami welas asih untuk diri kita maupun orang lain. 

BLOG ENTRY

Show more