Skip to main content

Sumarsono Wuryadi | Berbahagialah!


Kualitas hidup manusia seharusnya dari kehidupan ke kehidupan semakin meningkat kesadaran dan spiritualitasnya. Oleh karena itu, bagi mereka yang rohnya memang sudah tua, meski usia fisiknya masih muda belia, dalam perilaku, tindakan dan wawasannya akan terlihat sangat arif bijaksana. Jadi kearifan seseorang tidak tergantung dari umurnya! Banyak pula orang yang sudah pantas disebut sepuh, namun masih belum bisa disebut arif juga!

Tempaan hidup itu janganlah Anda hindari, namun carilah maknanya, khususnya yang berkaitan erat bagi perkembangan kesadaran. Niscaya Anda akan meningkat pemahaman dan kesadaran akan diri Anda yang sejati, ntuk apa Anda terlahir di bumi ini, dan akan kemanakah sebenarnya tujuan hidup Anda itu? Selama dalam kehidupan ini kita tidak berbuat "macem-macem", maka kita pun tidak akan menghadapi "macem-macem" masalah. Jadi cobalah secara jujur mengakui bahwa kita sendirilah yang sejatinya membuat "macem-macem" itu!

Bila Anda ingin hidup mudah, indah, dan berbahagia, ciptakanlah kemudahan, keindahan dan kebahagiaan bagi kehidupan orang banyak dahulu! Mudah, kan?

Love~light~joy 
Sonny Sumarsono Wuryadi  

Kompilasi Catatan 5 Menit 
Photo courtesy of happyfamilycs.com

Popular posts from this blog

Renungan | Tentang Kehidupan Manusia

  Para filosof memiliki dua pandangan yang berbeda dalam memandang hidup manusia. Ada yang pesimis , sehingga memandang hidup ini penuh penderitaan, kesulitan, dan kesedihan, lalu berakhir dengan kehancuran atau kepunahan. Namun ada pula yang berpandangan bahwa hidup ini sebagai pembelajaran dan tanggung jawab , yang berakhir dengan kebahagiaan dan kekekalan setelah kematian.   Bagi yang berpandangan pesimis, mereka meyakini bahwa manusia diciptakan hidup di dunia ini memang untuk menderita , karena itu mereka akan menyambut kematian dengan suka cita sebagai akhir dari segala penderitaan.  

Anak Yang Tidak Dikehendaki

  Anak yang ketika di dalam kandungan tidak dikehendaki dan berusaha digugurkan, maka ketika lahir dan tumbuh besar nanti, tanpa sadar jiwanya akan terus memberontak terhadap orang tuanya dengan berbagai macam cara dan ulah. Hubungan anak dan orang tua selalu diwarnai dengan kemarahan, saling menyalahkan, dan sering berakhir dengan perpisahan.   Anak itu sendiri seringkali tidak mengerti mengapa dia bisa berbuat seperti itu... selalu melawan, selalu tidak ada kecocokan, dan selalu membuat bermacam ulah. Bahkan kadang-kadang tanpa alasan yang jelas.   Hal seperti ini sebenarnya terjadi karena, jiwa si anak sewaktu dalam kandungan dapat menangkap bahwa kelahirannya di dunia ini sebetulnya tidak dikehendaki. Luka batin ini terekam dalam alam pikiran bawah sadarnya, terbawa hingga tumbuh besar nanti, dan diwujudkan dalam bentuk pemberontakan.  

Mengikuti Hukum Energi Semuanya Menjadi Mudah

Menurut ilmu fisika Quantum , bilamana sebuah partikel energi bergerak maka partikel energi lainnya akan ikut bergerak, meskipun tempatnya saling berjauhan. Ada lagi yang menarik... bahwa antara benda yang kelihatan atau teraba dengan yang tidak, sekarang ini secara hakekat diakui sama keberadaannya. Hanya yang satu berwujud nyata masif, karena energinya padat, sedangkan yang tidak kelihatan atau tidak teraba.... masih dalam bentuk energi yang berbentuk curve . Berdasarkan teori tersebut, maka manusia dan benda-benda dialam ini tentu akan saling pengaruh-mempengaruhi. Bila Anda bergerak, maka yang lain pun akan ikut bergerak! Tinggal masalahnya... kita menyadarinya atau tidak? Bilamana memang demikian teorinya, andaikan suatu saat Anda rindu kepada kekasih yang berada dikejauhan... tentunya Anda akan dengan mudah mengirimkan belaian sayang kepadanya! Apalagi dikatakan bahwa.... energi itu akan terkirim mengikuti atau sesuai dengan pikiran Anda! Ujilah teo...

BLOG ENTRY

Show more