Skip to main content

Seroja Bali | Lokakarya 'Spiritual Self Defense'


Jadwal Lokakarya Pertahanan Diri Secara Spiritual
Hari/tanggal: Sabtu, 23 Januari 2016
Tempat: Seroja Bali, Bale Mansion, Kuta, Bali
Info dan Pendaftaran, hub. Sdri IMA, 0852 8348 9657, 021 7361392

CARA MENANGKAL MEDAN RADIASI PSIKIS

Seroja Bali | Bila suami-istri bertengkar hebat, maka konstelasi energi di rumahnya akan dipenuhi oleh energi marah, yang kemudian pancaran energi negatif tersebut akan membentuk medan radiasi psikis. Medan radiasi negatif ini akan membuat orang yang berada di dalam ruangan tersebut menjadi tidak nyaman, karena dampak adanya energi negatif kemarahan yang bila dilihat secara waskita bentuknya seperti petir. Jadi janganlah heran bila dalam rumah tangga yang penghuninya suka bertengkar, maka anak-anaknya menjadi tidak kerasan tinggal di rumah.

Dalam dunia metafisika, bentuk pikiran itu adalah energi. Bentuk pikiran ini bisa dalam bentuk energi positif maupun negatif, contohnya adalah energi cinta sebagai bentuk yang positif, sedangkan energi marah berwujud sebagai bentuk energi negatif.

Bila Anda sedang berpikir dan melibatkan emosi Anda, maka pada saat itu Anda akan memancarkan banyak energi... yang segera membentuk medan radiasi psikis di sekeliling Anda. Medan radiasi psikis, yang bergantung pada muatan energinya ini, dapat mempengaruhi situasi psikis orang-orang di sekitar Anda. Bila Anda memancarkan energi cinta kasih, tentu akan memberikan medan radiasi psikis yang membuat orang lain menjadi nyaman. Namun bilamana Anda memancarkan energi marah, tentulah berdampak orang lain menjadi tidak tenang dan tidak nyaman berada di dekat Anda. 

Dampak negatif dari adanya medan radiasi psikis yang disebabkan oleh pancaran energi marah, penyakit, stress, depresi dan lain sebagainya ini dapat dihilangkan dengan berbagai cara, antara lain dengan melakukan pembersihan energi di ruangan rumah atau melakukan perlindungan diri dengan menggunakan perisai eterik.

Bila Anda tertarik tentang hal ini, akan kita bahas lebih luas lagi dalam Lokakarya Pertahanan Diri Secara Spiritual atau Spiritual Self Defense yang akan segera saya selenggarakan dalam waktu dekat. 

Love~light~joy
Sonny Sumarsono Wuryadi
Bale Mansion, Kuta - BALI
‪#‎Photo‬ courtesy of Shutterstock

Popular posts from this blog

Desermen, Petunjuk Langsung Dari-Nya

Pada saat seorang praktisi penyembuhan sedang mengakses Energi Illahi atau Divine Healing untuk melaksanakan tugasnya, seringkali mendapatkan desermen atau petunjuk atau bimbingan langsung dari Tuhan, berupa gagasan, penglihatan, kata-kata, dorongan dan bimbingan. Baca: Saat Disembuhkan, Tubuh Akan Bergetar dan Menyelaraskan Kepatuhan kita melaksanakan desermen akan menjadikan kita semakin mengenali cara karunia kharismatik ini akan dinyatakan melalui kita. Dan seringkali pemahaman yang kita cari ini baru datang setelah kita memperlihatkan iman dan keyakinan kita kepadaNya. “Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah DIA dalam segala lakumu, maka DIA akan meluruskan jalanmu”. (Ams 3 : 5-6)

Membersihkan dan Mengaktifkan Chakra

Tubuh manusia terdiri dari tubuh Fisik, tubuh Eteris, tubuh Astral, dan Roh. Tubuh Eteris disebut juga dengan Tubuh Bioplasmik, atau istilah populernya adalah Aura. Tubuh eteris yang merupakan sistem energi tubuh manusia ini dilengkapi dengan perangkat sirkulasi energi, yaitu meridian dan chakra-chakra yang bertugas menyirkulasikan energi vital keseluruh bagian tubuh manusia. Ada sekitar 320 chakra yang tersebar di seluruh tubuh, namun yang terpenting adalah 7 chakra utama ya ng mempengaruhi kondisi fisik, psikis, dan spiritual manusia. Bila ketujuh chakra utama ini bersih dan optimal kerjanya, maka kondisi kesehatan fisik, psikis, dan spiritual kita akan dalam keadaan prima (sehat).

Terapi Memaafkan

Rasa dendam, kecewa, marah, dan sedih yang berkepanjangan akan membuat diri kita menjadi tidak tenang, tidak sehat, dan tidak bahagia. Karena bila semua emosi negatif kita pendam dalam-dalam, maka segala gejala penyakit akan bermunculan. Ada satu cara untuk mengatasinya, yaitu dengan terapi memaafkan. Kita harus bisa memaafkan kepada orang-orang yang telah menyakiti hati kita, orang yang kita benci, juga termasuk bisa memaafkan diri sendiri. Hambatan yang paling berat dalam m elepaskan emosi negatif melalui cara ini adalah adanya rasa tidak layak untuk dimaafkan. Padahal dalam proses terapi ini kita harus berani untuk kembali merasakan emosi yang hadir dari rangkaian peristiwa masa lalu yang membuat hidup kita tidak bahagia. Kejujuran dalam mengakui setiap perasaan itulah yang menentukan.

BLOG ENTRY

Show more