Skip to main content

Hidup ini Layaknya Sandiwara

 
Ada yang berperan sebagai pecundang, ada pengkhianat, ada yang didzolimi, ada yang jadi penyelamat, ada yang bercinta, ada yang ingkar janji, ada yang membunuh, ada yang selingkuh, ada pembela kebenaran, ada penyembuh, ada yang menderita sakit... itulah aneka peran yang dimainkan manusia dalam kehidupan mereka di dunia ini. Bukankah kehidupan kita ini layaknya sandiwara atau sinetron?
 
Kadang Anda, saya, dan mereka dipertemukan dalam satu episode kehidupan dalam lakon tertentu. Setiap lakon memiliki thema tersendiri, sebagai bagian dari satu thema sentral, yaitu tentang pembelajaran kesadaran bagi umat manusia.
 
Sudahkah Anda menerima dan menghayati peran Anda, dan memainkannya dengan baik?
 
Love~light~joy
Sonny Sumarsono Wuryadi

Popular posts from this blog

Apa itu Meditasi?

Meditasi adalah suatu cara pelatihan pengendalian pikiran . Prosesnya dilakukan secara sadar dengan memusatkan ke satu perhatian disertai rilaksasi yang dalam agar dapat memasuki keheningan yang dalam. Dalam keadaan meditatif tersebut, dalam tubuh kita terjadilah keseimbangan semua sistem tubuh secara maksimal dengan mengeluarkan energi seminim mungkin.Keadaan inilah yang menjadikan kita mencapai keheningan yang dalam , bahkan dapat mencapai kesadaran yang sangat tinggi sehingga kita mampu mengontrol emosi, sangat intuitif dan kreatif, memahami apa yang harus kita lakukan, dan juga mampu menguasai situasi yang ada dalam diri kita sendiri.

Terapi Memaafkan

Rasa dendam, kecewa, marah, dan sedih yang berkepanjangan akan membuat diri kita menjadi tidak tenang, tidak sehat, dan tidak bahagia. Karena bila semua emosi negatif kita pendam dalam-dalam, maka segala gejala penyakit akan bermunculan. Ada satu cara untuk mengatasinya, yaitu dengan terapi memaafkan. Kita harus bisa memaafkan kepada orang-orang yang telah menyakiti hati kita, orang yang kita benci, juga termasuk bisa memaafkan diri sendiri. Hambatan yang paling berat dalam m elepaskan emosi negatif melalui cara ini adalah adanya rasa tidak layak untuk dimaafkan. Padahal dalam proses terapi ini kita harus berani untuk kembali merasakan emosi yang hadir dari rangkaian peristiwa masa lalu yang membuat hidup kita tidak bahagia. Kejujuran dalam mengakui setiap perasaan itulah yang menentukan.

Hidup Kembali Setelah Mati | Pengalaman Seorang Dokter

Beberapa menit lalu,seorang pasien ambruk di ruang tunggu praktek saya. Anak-anaknya menangis. Dalam 4 detik saya mendatanginya dan meraba nadinya. Oh Tuhan, pasien ini jantungnya tidak berdenyut dan henti nafas. MENINGGAL! Naluri emergency saya sebagai dokter spesialis penyakit dalam bekerja.segera dilakukan resusitasi. Setelah 2 menit resusitasi hasilnya tetap tidak ada nadi denyut nadi Resusitasi berlanjut dan obat cardiotropik disiapkan dalam spuite. Niat menolong pasie n ini membuat mendadak saya masuk ke alam bawah sadar, rasanya tenang dan fokus, sambil berburu waktu melakukan resusitasi saya menyalurkan energi Tuhan kepada pasien ini... Terasa telapak tangan saya menjadi hangat dan beberapa detik saya meraba nadi leher pasien.  

BLOG ENTRY

Show more