Skip to main content

Seroja Bali | Saat Disembuhkan, Tubuh Akan Bergetar dan Menyelaraskan


Seroja Bali | Pada penyembuhan dengan energi, entah itu dengan menggunakan Penyembuhan Illahi atau Divine Healing, maupun penyembuhan energitik lainnya, selalu penyembuhan itu didasarkan pada terjadinya RESONANSI (ikut bergetar) dan proses ENTRAINMENT (penyelarasan), sebagai akibat pemberian energi penyembuhan tersebut.

RESONANSI

Bilamana senar dari dua instrumen yang diletakkan pada dua sisi yang berseberangan dalam satu ruangan, kemudian senar tersebut kita getarkan, apakah yang akan terjadi? Saat senar dengan frekwensi terendah dari instrumen ke 1 dipetik, maka senar yang mempunyai frekwensi sama dari instrumen ke 2 akan ikut bergetar, meskipun tidak ada yang menyentuhnya. Senar ini merespon gelombang energi yang bergetar dari senar instrumen ke 1, menyeberangi ruangan dan beresonansi di senar instrumen ke 2. 

Dalam penyembuhan energitik, resonansi ini dirasakan sebagai sensasi yang dirasakan saat dilakukan penyembuhan. Sensasi ini biasanya dirasakan sebagai rasa hangat, aliran energi, rasa tenang, gerakan tubuh, tusukan, goyangan, tarikan dan lain sebagainya.

ENTRAINMENT

Nah, bila sekarang ada dua elemen yang saling berdekatan, dan masing-masing mempunyai getaran yang berbeda kecepatannya. Apakah yang terjadi? Bila elemen tersebut yang satu bergetar dengan kecepatan yang lebih tinggi, dan yang lain bergetar lebih lambat. Terjadilah kecenderungan bahwa elemen yang getarannya lebih lambat akan menyelaraskan dan berusaha menyesuaikan diri dengan elemen yang bergetar lebih tinggi atau lebih cepat tadi.

Dalam hal ini terjadilah proses penyelarasan (entrainment).

Bayangkan, andaikan hal ini terjadi pada seorang yang menderita buta warna! Bilamana pada sel penerima dalam matanya mendapatkan getaran energi yang frekwensinya tinggi, maka akan terjadi proses penyelarasan, sehingga terjadilah perbaikan pada sel penerima mata tadi, dan memungkinkan mereka lalu dapat melihat keindahan warna-warna dialam semesta ini.

Semoga tulisan ini menambah wawasan anda tentang fenomena yang terjadi pada penyembuhan energitik. Sehingga anda dapat memahaminya dan menjadi bekal dalam menentukan pilihan anda untuk memanfaatkan Penyembuhan Energitik bagi upaya kesembuhan anda dan keluarga.

Love~light~joy
Sonny Sumarsono Wuryadi
Bale Mansion, Kuta - BALI

Popular posts from this blog

Getaran Jiwa Manusia

Setiap jiwa manusia bergetar dengan frekwensinya masing-masing. Frekwensi jiwa tergantung dari sifat dan kesadaran manusianya. Apakah dia seorang manusia yang mementingkan dirinya sendiri? Ataukah dia seorang yang penuh kasih dan suka berbagi?  Baca: Renungan | Percayalah! Bila dia seorang yang dalam hidupnya penuh kasih, sederhana dan mulia, maka dia akan hidup dalam frekwensi yang baik.  Bila tiba saatnya dia meninggal, maka jiwa yang hidup dengan penuh kasih ini akan langsung menuju alam astral yang memiliki getaran yang sama, yaitu alam astral yang penuh kasih pula. Namun bagi jiwa-jiwa yang dalam hidupnya hanya mementingkan diri sendiri, maka pada saat kematian mereka akan menuju alam astral yang sesuai dengan tingkat kesadarannya.

Aktivasi Intuisi dan Aplikasinya

INDRA KEENAM sering diidentikkan dengan kemampuan untuk melihat makhluk halus, padahal sebenarnya fungsi dari indera keenam sendiri jauh melebihi hanya sekedar melihat makhluk halus. Karena kemampuan melihat makhluk halus hanya merupakan bagian dari kemampuan indera keenam itu sendiri. Seperti intuisi, namun jauh lebih tajam. Apabila intuisi merupakan suatu hasil pengalaman, indera keenam tidak mengenal adanya pengalaman.   Pada hakekatnya anda dapat mendayagunakan kemampuan indera keenam jika anda mengetahui caranya. Karena sekarang ini banyak metode yang di kembangkan agar seseorang dapat menguasai indera keenam. Indera keenam dapat muncul atau bangkit bila seseorang senantiasa mampu mengolah pikiran, jiwa, raga, rasa dan karsa. Dengan cara-cara tersebut, akan terjadi suatu “loncatan fungsi indera”, yaitu dari panca indera ke indera keenam. Loncatan indra ini bisa kita ibaratkan seperti orang tidur, karena tak seorangpun yang dengan kesadaran penuh, bahwa di...

Bahasa Tuhan

“Guruku Bahasa Inggris itu pasti musuhan sama Guru Bahasa Jawa,” kata Izza suatu malam. “Kok bisa?” “Lha kata Guru Bahasa Inggris, bahasa Inggris itu penting karena itu bahasa internasional. Padahal kata Guru Bahasa Jawa, bahasa Inggris itu enggak penting. Lebih penting bahasa Jawa karena itu sama saja memelihara tradisi dan budaya. Itu kalo di ruang guru bertengkar kali ya?” Saya terkekeh. Apa yang dia bayangkan itu masuk akal juga. Ketika dia diarahkan bahwa satu lebih penting dari yang lain, dia berpikir itu pula yang terjadi dalam percakapan antar guru. Padahal bisa jadi itu hanya salah satu cara guru untuk memotivasi siswa agar mereka maumendalami ilmu yang mereka ajarkan. Saya juga guru bahasa Inggris, tapi saya tidak pernah mengatakan bahwa pelajaran saya lebih penting dari pelajaran lain. Bahkan saya sendiri suka mendalami bahasa Indonesia dan bahasa Jawa.

BLOG ENTRY

Show more