Skip to main content

Berbicaralah Dengan Bunga


Luangkan waktu sejenak duduk diantara bunga-bunga. Mari kita berbicara dengan bunga-bunga. Bagaimana mereka muncul di muka bumi ini dengan indahnya? Dari sebuah benih yang kecil atau ubi-ubian, tumbuh dengan cantik, dan memberikan keindahan kepada sekeliling mereka. Kemudian, mereka layu dan mati, lantas diam-diam kembali ke bumi, tempat asal mereka tumbuh.

Amati warna mereka, sifat halus, dan cahaya yang mereka pantulkan kepada kita, dan spektrum saat cahaya matahari menyentuh mereka. Pusatkan perhatian pada chakra jantung Anda, dan biarkan bunga-bunga itu berbicara dengan Anda dalam dialog yang bening dan indah. Berterima kasihlah kepada bunga-bunga untuk pancaran keindahan mereka yang menyembuhkan itu. 

Love~light~joy
Sonny Sumarsono Wuryadi

Popular posts from this blog

Terapi Memaafkan

Rasa dendam, kecewa, marah, dan sedih yang berkepanjangan akan membuat diri kita menjadi tidak tenang, tidak sehat, dan tidak bahagia. Karena bila semua emosi negatif kita pendam dalam-dalam, maka segala gejala penyakit akan bermunculan. Ada satu cara untuk mengatasinya, yaitu dengan terapi memaafkan. Kita harus bisa memaafkan kepada orang-orang yang telah menyakiti hati kita, orang yang kita benci, juga termasuk bisa memaafkan diri sendiri. Hambatan yang paling berat dalam m elepaskan emosi negatif melalui cara ini adalah adanya rasa tidak layak untuk dimaafkan. Padahal dalam proses terapi ini kita harus berani untuk kembali merasakan emosi yang hadir dari rangkaian peristiwa masa lalu yang membuat hidup kita tidak bahagia. Kejujuran dalam mengakui setiap perasaan itulah yang menentukan.

Kesadaran | Hidup adalah Proses Belajar Tanpa Batas

Kejadian apapun yang kita alami, kalau kita mau mengkaji... pasti bertujuan memberikan pelajaran berharga bagi perkembangan kesadaran kita. Karena itu, biasakanlah mengkaji segala kejadian dan pengalaman yang kita hadapi setiap hari, agar kita semakin cerdas dan berkesadaran. Apapun kejadian yang menimpa diri kita, pasti baik hikmahnya bagi diri kita maupun orang-orang yang terkait. Karena semuanya itu sudah ada dalam perencanaan Tuhan yang harus terjadi di dunia ini. Satu sama lain saling terkait, saling terhubungkan, agar terlaksana dengan baik segala rencana Tuhan bagi pengaturan manusia dan alam semesta ini. Terimalah semuanya ini dengan penuh rasa syukur dan penuh keyakinan!

Janganlah Merasa Sok Benar Sendiri

Bila Anda sok merasa benar sendiri, hal ini tentu mengindikasikan bahwa orang lain pasti salah. Semua hubungan akan rusak karena adanya konfrontasi antara yang benar dan yang salah. Nah, hasilnya adalah begitu banyaknya penderitaan dan konflik di dunia ini. Berhenti berusaha menjadi benar bukan berarti Anda tidak mempunyai sudut pandang atau pendapat. Namun, Anda bisa melupakan kebutuhan diri untuk mempertahankan dan mementingkan sudut pandang atau pendapat Anda sendiri. Sejatinya, justru dalam keadaan tanpa pertahanan diri, kita akan bisa menemukan ketangguhan, karena tak ada lagi yang harus diserang.

BLOG ENTRY

Show more