Skip to main content

Pencerahan Tentang Kesadaran


"Guru, berikanlah pencerahan tentang kesadaran," pinta seorang murid. Alih-alih langsung menjelaskan, sang Guru yang bijak menyodorkan satu piring makanan segar dan satu piring lainnya berisi makanan basi seraya bertanya "Mana yang kau pilih?".

"Saya pilih yang ini," jawab sang murid sambil menunjuk makanan segar.

"Dengan sadar kau baru saja menentukan pilihan. Makanan segar ini ibarat pikiran-pikiran tentang kebahagiaan, cinta, kesehatan dan kemakmuran. Sedangkan makanan basi ini tentang kekurangan, ketakutan, kekhawatiran dan kesedihan. Namun kebanyakan orang memilih yang ini. Mereka tanpa sadar memancarkan pikiran negatif terus-menerus," lanjut Guru sambil mengangkat piring makanan basi.

Sang murid tertegun.

"Setiap saat kau bisa memilih pikiranmu. Pancaran pikiranmu adalah energi berisi pesan-pesan yang kau kirimkan sebagai permintaan agar alam semesta membentuk wujudnya dalam kehidupanmu sekarang. Pada hakikatnya alam semesta ini bersifat kelimpahan.Jadi pikiran yang kau pancarkan kembali padamu berlipat ganda. Jika pikiranmu memancarkan energi negatif, alam akan mewujudkannya dalam jumlah yang lebih besar. Demikian pula jika kau berpikir positif. Sudah menjadi hukum alam, apa yang tanam itulah yang kau panen,"

Kepala sang murid mengangguk-angguk.

"Nah, kau sudah menentukan pilihanmu. Makanlah! Inilah makna kesadaran. Berbahagialah dan jagalah!" kata sang Guru sambil menyodorkan piring makanan segar.

Terima kasih Tuhan, terima kasih alam semesta dan terima kasih EyangSonny Sumarsono Wuryadi untuk ilmu pengetahuan yang memberi berkat dalam kehidupan.

Anna Saraswati
Seroja Jakarta

Popular posts from this blog

Seroja Jakarta | Intuisi adalah Kebenaran

Menuliskan Intuisi Seroja Jakarta | Selalu saja kita ini terbiasa mengandalkan kemampuan pikiran otak saat kita harus menyelesaikan segala masalah.yang kita hadapi. Padahal pengalaman otak kita ini sangatlah terbatas! Dan sejatinya kita memiliki kemampuan yang tidak terbatas, bila kita mau menggunakan pikiran bawah sadar dan pikiran supra sadar kita. Mengapa Anda tidak mau menggunakannya? Saat Anda rileks, pikiran otak Anda tidak Anda gunakan, maka gelombang otak Anda akan menurun dan memasuki Alpha state . Anda menjadi sangat intuitif. Saat itulah Anda dapat mendengarkan suara hati nurani Anda dengan jelas! Intuisi adalah kebenaran. Percayalah!

Desermen, Petunjuk Langsung Dari-Nya

Pada saat seorang praktisi penyembuhan sedang mengakses Energi Illahi atau Divine Healing untuk melaksanakan tugasnya, seringkali mendapatkan desermen atau petunjuk atau bimbingan langsung dari Tuhan, berupa gagasan, penglihatan, kata-kata, dorongan dan bimbingan. Baca: Saat Disembuhkan, Tubuh Akan Bergetar dan Menyelaraskan Kepatuhan kita melaksanakan desermen akan menjadikan kita semakin mengenali cara karunia kharismatik ini akan dinyatakan melalui kita. Dan seringkali pemahaman yang kita cari ini baru datang setelah kita memperlihatkan iman dan keyakinan kita kepadaNya. “Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah DIA dalam segala lakumu, maka DIA akan meluruskan jalanmu”. (Ams 3 : 5-6)

Kehidupan Setelah Kematian

Janganlah takut mati! Karena ini adalah proses alami, layaknya proses ular yang berganti kulit. Mati hanyalah proses matinya tubuh fisik dan keluarnya roh atau jiwa dari raga, guna melanjutkan perjalanan jiwa menuju alam dan dimensi yang lain. Roh atau jiwa tetaplah hidup! Bahkan pikiran, keinginan, dan obsesi kita tetaplah ada. Dalam bukunya Life after life , Raymond Moody menuturkan kehidupan setelah kematian sebagai berikut:   Setelah seseorang meninggal dunia, maka dia merasa dirinya keluar dari raganya, sehingga dia bisa melihat raganya yang tergeletak di tempat tidur ditunggui sanak keluarganya yang sedang meratapi meninggalnya. Dan dia ingin menghibur, namun tidak seorangpun yang bisa mendengar kata-katanya.

BLOG ENTRY

Show more