Skip to main content

Kekuatan Imajinasi


Einstein pernah berkata bahwa “Imajinasi adalah segalanya. Imaginasi adalah alat penarik masa depan. Imaginasi lebih penting daripada ilmu pengetahuan.”

Sebelum kita mewujudkan sesuatu, selalu kita akan memulainya dengan melakukan tahapan berimajinasi (visualisasi). Menggambarkan atau memvisualisasikan sesuatu yang kita ingin wujudkan dengan melakukan penggambaran di angan-angan kita. Ketika kita melakukan hal itu, bukanlah kita berkhayal, tetapi berimajinasi.

Berimajinasi (visualisasi) adalah membuat sebuah visi bahkan perencanaan di dalam pikiran kita, agar kita bisa tahu apa yang akan dilakukan selanjutnya. Karena melalui imajinasi (visualisasi) bisa mewujudkan kenyataan yang mutlak untuk menarik suatu gambaran masa depan.

Sesuai dengan hukum ketertarikan, melalui visualisasi kita dapat menarik energi yang sejenis dengan apa yang kita pikirkan atau inginkan.

Lantas, apa yang mesti kita lakukan?

Fokuskanlah pada apa yang ingin kita wujudkan dalam hidup ini, lalu visualisasikan agar dapat direkam oleh pikiran bawah sadar kita, niscaya akan tercipta hasil yang memuaskan. Lakukanlah yang ingin Anda wujudkan itu sekarang, karena sekarang adalah waktu yang tepat bagi Anda!

Pertama, yang harus Anda lakukan adalah memahami bagaimana cara Anda melakukan visualisasi dengan benar dan efektif. Kedua, Anda harus melakukan visualisasi dengan penuh keyakinan dan konsistensi.

Jika Anda mampu melakukan dua hal ini dengan baik, maka kesuksesan pasti di genggaman tangan Anda!

Secara panjang lebar uraian diatas akan saya paparkan dalam Lokakarya Visualisasi Kreatif. Sampai jumpa!

Love~light~joy
Sonny Sumarsono Wuryadi

Popular posts from this blog

Reiki untuk Orang Lain dan Diri Sendiri

Sehat dengan reiki kembali melanjutkan uraian seputar reiki, di mana suatu penyakit timbul karena adanya penyumbatan aliran energi di dalam tubuh metafisik seseorang. Nah agar penyakit itu hilang, sumbatan energi dalam tubuh orang itu harus dibuang dengan cara dialiri energi Ilahi (Reiki). Itu sebabnya reiki tidak cuma dipakai oleh praktisinya, tetapi juga dapat dipakai untuk orang lain yang memang tidak menjadi praktisi reiki. Bagi orang yang tidak belajar dan mengamalkan reiki dia tidak tahu bagaimana cara memasukkan reiki ke tubuhnya manakala dia sakit. Tapi bagi praktisi reiki pada saat ada gejala sakit secara reflek dia dapat menguasai keadaan dan dapat mengakses reiki untuk dirinya. Oleh sebab itu dapat disimpulkan bahwa praktisi reiki adalah orang yang dapat mengakses dan mengalirkan reiki untuk diri sendiri dan orang lain, sedangkan non praktisi reiki adalah orang yang hanya menerima apa adanya reiki ke dalam tubuhnya melalui bantuan praktisi reiki.

Seroja Bali | Past Life Regression Therapy

Seroja Bali | Segala pengalaman hidup itu akan terekam dalam mental body seseorang. Oleh karena itu, pada saat di terapi Past Life Regression (PLR) segala pengalaman tadi bisa dipanggil atau dibaca kembali. Itulah sebenarnya asyiknya PLR! Sahabat Seroja Bali sudah bisa melakukan PLR. Selamat! Orang hidup selalu punya masalah, so pasti. Namun, kalau berbagai upaya memecahkannya sudah dilakoni, tapi hasilnya selalu mentok, siapa tahu ada sesuatu di masa lalu yang mengakibatkan kesengsaraan d i masa kini. Salah satu jalan keluarnya, tengoklah “ke masa silam” melalui terapi past life regression (PLR).  

Past Life Regression: Melihat Masa Silam

Masa silam pada judul di atas saya tulis dalam tanda petik. Memang ada makna lain dari sekadar “masa yang sudah lewat”. Masa silam dalam Past Life Regression therapy bukan hanya terbatas pada masa silam saat kita masih remaja atau kanak-kanak, tapi jauh lebih silam dari itu, yaitu masa dimana kita belum dilahirkan. PLR adalah teknik bagi seorang psikolog atau praktisi past life untuk menuntun seseorang pada kehidupan sekarang kembali surut ke belakang, ke kehidupan jauh di masa sebelum ia dilahirkan. Tujuannya adalah membantu orang itu mengatasi masalah, trauma, penyakit psikosomatis dsb. Tema ini saya angkat di program Minggu pagi saya beberapa minggu lalu. Kamis siang kemarin, saya bersama dua orang rekan kerja sowan ke Klinik Seroja 23 di Rempoa Bintaro yang nun jauh di sana, tempat praktik salah satu narsum yang saya wawancara waktu itu, Bpk Sumarsono Wuryadi .