Skip to main content

Pasrah Bukan Berarti Menyerah


Bagi sebagian orang, pasrah mungkin memiliki pengertian yang negatif, dianggap sebagai suatu sikap penyerahan diri karena kekalahan, atau gagal menghadapi tantangan, atau menjadi tidak berdaya dan tidak mampu berbuat apapun.

Padahal kepasrahan sejati tidaklah demikian, pasrah tidak berarti secara pasif lantas tidak melakukan apa-apa terhadap situasi yang dihadapinya. Tidak pula berarti berhenti membuat rencana atau melakukan suatu tindakan yang positif.

Pasrah adalah kebijaksanaan yang sederhana, namun mendalam yaitu menyatu dengan aliran kehidupan yang ada. Pasrah berarti menerima keadaan kini tanpa syarat dan ikhlas. Berarti pula kita harus bisa menghilangkan resistensi batin terhadap apa yang sedang terjadi.

Resistensi batin adalah sikap menolak terhadap apa yang sedang terjadi pada diri kita, melalui penilaian mental dan negatifitas emosional.

Pasrah yang berarti penerimaan atas apa yang terjadi, berarti kita menerima "kekinian" keadaan, dan berarti pula kita akan membebaskan diri dari identifikasi pikiran, sehingga kita akan dapat menghilangkan penderitaan dan kesedihan dalam kehidupan kita.

Popular posts from this blog

Bahasa Tuhan

“Guruku Bahasa Inggris itu pasti musuhan sama Guru Bahasa Jawa,” kata Izza suatu malam. “Kok bisa?” “Lha kata Guru Bahasa Inggris, bahasa Inggris itu penting karena itu bahasa internasional. Padahal kata Guru Bahasa Jawa, bahasa Inggris itu enggak penting. Lebih penting bahasa Jawa karena itu sama saja memelihara tradisi dan budaya. Itu kalo di ruang guru bertengkar kali ya?” Saya terkekeh. Apa yang dia bayangkan itu masuk akal juga. Ketika dia diarahkan bahwa satu lebih penting dari yang lain, dia berpikir itu pula yang terjadi dalam percakapan antar guru. Padahal bisa jadi itu hanya salah satu cara guru untuk memotivasi siswa agar mereka maumendalami ilmu yang mereka ajarkan. Saya juga guru bahasa Inggris, tapi saya tidak pernah mengatakan bahwa pelajaran saya lebih penting dari pelajaran lain. Bahkan saya sendiri suka mendalami bahasa Indonesia dan bahasa Jawa.

Renungan | Percayalah!

Bilamana di dunia ini... engkau mengerjakan segala pekerjaanKu, maka segala urusan duniamu....  AKU yang akan mengerjakannya!

Aktivasi Intuisi dan Aplikasinya

INDRA KEENAM sering diidentikkan dengan kemampuan untuk melihat makhluk halus, padahal sebenarnya fungsi dari indera keenam sendiri jauh melebihi hanya sekedar melihat makhluk halus. Karena kemampuan melihat makhluk halus hanya merupakan bagian dari kemampuan indera keenam itu sendiri. Seperti intuisi, namun jauh lebih tajam. Apabila intuisi merupakan suatu hasil pengalaman, indera keenam tidak mengenal adanya pengalaman.   Pada hakekatnya anda dapat mendayagunakan kemampuan indera keenam jika anda mengetahui caranya. Karena sekarang ini banyak metode yang di kembangkan agar seseorang dapat menguasai indera keenam. Indera keenam dapat muncul atau bangkit bila seseorang senantiasa mampu mengolah pikiran, jiwa, raga, rasa dan karsa. Dengan cara-cara tersebut, akan terjadi suatu “loncatan fungsi indera”, yaitu dari panca indera ke indera keenam. Loncatan indra ini bisa kita ibaratkan seperti orang tidur, karena tak seorangpun yang dengan kesadaran penuh, bahwa di...