Skip to main content

Apakah Allah Itu Pemarah?


Banyak studi melaporkan bahwa hubungan anak dengan ayahnya menjadi prototype hubungan mereka dengan Allah. Kalau ayahnya suka mengontrol, maka mereka akan melihat Allah juga sebagai pengontrol. Bila orang tuanya terkesan menakutkan, maka Allah juga dilihat sangat menakutkan.

Segala persepsi negatif mereka terhadap Allah, seperti Allah itu terlalu menuntut, Allah itu kejam dan pemarah, Allah itu suka menghukum.....semuanya bermula dari hubungan orang tua (ayah) dengan anak-anak di masa kecil.

Kita dapat menambah daftar panjang gambaran negatif terhadap Allah, yang semuanya bermula dari hubungan kita sewaktu masa kecil dengan orang-orang yang berperan di dalam hidup kita, dan pendidikan yang ditanamkan saat masa kecil kita.

Bagi anak-anak yang di masa kecilnya tidak pernah mendapatkan cinta kasih dari orang tuanya, tentulah sangat sulit menghayati bahwa Allah itu penuh cinta kasih bagi umatnya.

Marilah kita renungkan.

Love~light~joy,
Sonny Sumarsono Wuryadi

Popular posts from this blog

Renungan | Percayalah!

Bilamana di dunia ini... engkau mengerjakan segala pekerjaanKu, maka segala urusan duniamu....  AKU yang akan mengerjakannya!

Mengirim Pesan Dengan Telepati

Sebenarnya kemampuan manusia itu tidak terbatas. Anda dapat melakukan komunikasi dengan siapa saja dan dimana saja dengan telepati! Misalkan, Anda ingin mengirimkan pesan kepada kekasih Anda. Imajinasikan wajahnya dihadapan Anda, lantas kirimkan pesan kepadanya. Gambarkan sejelas-jelasnya respon yang Anda harapkan dari kekasih Anda terhadap pesan yang Anda kirimkan ini! Bila perlu ulangilah beberapa kali pengiriman pesan melalui telepati ini! Energi mengikuti pikiran kita! Tanpa kita sadari, sebenarnya diantara kita ini telah sering melakukan komunikasi melalui telepati. Coba, saat Anda memandang foto saya kemudian secara spontan Anda berpikir... lantas mengirimkan buah pikiran Anda tadi kepada saya sebagai pesan, maka pesan tadi sudah bisa mempengaruhi tindakan saya! Jadi sebenarnya, tidak bisa terelakkan bahwa diantara manusia ini saling mempengaruhi satu sama lain! Telepati adalah kemampuan untuk berkomunikasi atau saling menukarkan informasi dengan orang lain tanpa menggun...

Kehidupan Setelah Kematian

Janganlah takut mati! Karena ini adalah proses alami, layaknya proses ular yang berganti kulit. Mati hanyalah proses matinya tubuh fisik dan keluarnya roh atau jiwa dari raga, guna melanjutkan perjalanan jiwa menuju alam dan dimensi yang lain. Roh atau jiwa tetaplah hidup! Bahkan pikiran, keinginan, dan obsesi kita tetaplah ada. Dalam bukunya Life after life , Raymond Moody menuturkan kehidupan setelah kematian sebagai berikut:   Setelah seseorang meninggal dunia, maka dia merasa dirinya keluar dari raganya, sehingga dia bisa melihat raganya yang tergeletak di tempat tidur ditunggui sanak keluarganya yang sedang meratapi meninggalnya. Dan dia ingin menghibur, namun tidak seorangpun yang bisa mendengar kata-katanya.