Skip to main content

Seroja Jakarta | Meditasi Warna


Seroja Jakarta | Latihan Meditasi Warna dan Terapi Warna selain sangat menyenangkan dan menarik, juga menyehatkan! Masing-masing warna-warna pelangi berhubungan dengan chakra yang merupakan roda-roda energi yang terdapat dalam tubuh manusia. Setiap chakra merupakan pintu-pintu energi yang menghubungkan tubuh manusia dengan energi alam semesta dan berhubungan dengan kondisi organ-organ disekitarnya.

Jumlah total chakra manusia adalah 320, yang diantaranya terdapat 7 chakra mayor yang masing-masing berhubungan dengan warna, yaitu chakra dasar (merah), chakra sex (jingga,oranye), chakra solar plexus (kuning), chakra jantung (hijau), chakra tenggorok (biru), chakra ajna (nila, indigo) dan chakra mahkota (ungu). Kita dapat menggunakan tangan atau pendulum sebagai alat bantu untuk mengetahui kondisi chakra, sehingga mengetahui chakra mana yang vibrasinya lemah atau rendah dan berhubungan dengan organ tubuh kita.



Jika mengukur chakra dengan menggunakan tangan kita hanya tinggal mengikuti arah gerakan tangan untuk mengetahui kondisi masing-masing chakra. Indikatornya adalah gerakan kedua tangan kita, apakah membentang atau merapat. Ikuti saja, tak perlu dimanipulasi.


Jika menggunakan pendulum, perhatikan kemana arah pendulum memutar untuk tiap-tiap chakra, ke kanan atau ke kiri. Jika ke kanan berarti chakra tersebut baik dan sehat. Jika berputar ke kiri berarti chakra tersebut lemah dan mengidentifikasikan organ tubuh yang sedang sakit.

Selanjutnya lakukan terapi untuk mengaktifkan dan meningkatkan energi chakra. Misalnya, saat chakra dasar diukur, pendulum memutar ke kiri. Ini artinya chakra dasar sedang lemah dan mempengaruhi organ sekitarnya dan kondisi seseorang. Chakra dasar berwarna merah dan melambangkan semangat, giat dan vitalitas. Jika chakra terindikasi lemah, bisa jadi karena seseorang mengalami kelelahan.


Selanjutnya lakukan terapi untuk mengaktifkan dan meningkatkan energi chakra. Misalnya, saat chakra dasar diukur, pendulum memutar ke kiri. Ini artinya chakra dasar sedang lemah dan mempengaruhi organ sekitarnya dan kondisi seseorang. Chakra dasar berwarna merah dan melambangkan semangat, giat dan vitalitas. Jika chakra terimdikasi lemah, bisa jadi karena seseorang mengalami kelelahan.Setelah proses terapi warna selesai dilakukan, ukur kembali, bisa dengan kedua tangan atau menggunakan pendulum, dan perhatikan perbedaanya dengan kondisi sebelumnya.

Love~light~joy
Sonny Sumarsono Wuryadi

Popular posts from this blog

Desermen, Petunjuk Langsung Dari-Nya

Pada saat seorang praktisi penyembuhan sedang mengakses Energi Illahi atau Divine Healing untuk melaksanakan tugasnya, seringkali mendapatkan desermen atau petunjuk atau bimbingan langsung dari Tuhan, berupa gagasan, penglihatan, kata-kata, dorongan dan bimbingan. Baca: Saat Disembuhkan, Tubuh Akan Bergetar dan Menyelaraskan Kepatuhan kita melaksanakan desermen akan menjadikan kita semakin mengenali cara karunia kharismatik ini akan dinyatakan melalui kita. Dan seringkali pemahaman yang kita cari ini baru datang setelah kita memperlihatkan iman dan keyakinan kita kepadaNya. “Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah DIA dalam segala lakumu, maka DIA akan meluruskan jalanmu”. (Ams 3 : 5-6)

Cara Susie Mewujudkan Keinginannya

Ada satu cara yang unik dalam mewujudkan keinginan, seperti yang dituturkan oleh Susie, seoarng gadis kecil tetangga saya, saat bertemu dengan saya tadi pagi. "Bagi saya, tulisan sayalah yang selama ini mendatangkan keberhasilan dalam hidup saya." tuturnya, membuka perbincangannya dengan saya. Lalu dia melanjutkan ceritanya, bahwa setiap kali ia menginginkan sesuatu, dia selalu menuliskannya dengan tangan pada buku khusus. Dia menyatakan keinginannya dengan menggunakan kalimat yang sepositif mungk in, seakan-akan dia telah memilikinya, dan benar-benar tidak lagi berusaha mengontrol maupun meragukannya.

Reiki untuk Orang Lain dan Diri Sendiri

Sehat dengan reiki kembali melanjutkan uraian seputar reiki, di mana suatu penyakit timbul karena adanya penyumbatan aliran energi di dalam tubuh metafisik seseorang. Nah agar penyakit itu hilang, sumbatan energi dalam tubuh orang itu harus dibuang dengan cara dialiri energi Ilahi (Reiki). Itu sebabnya reiki tidak cuma dipakai oleh praktisinya, tetapi juga dapat dipakai untuk orang lain yang memang tidak menjadi praktisi reiki. Bagi orang yang tidak belajar dan mengamalkan reiki dia tidak tahu bagaimana cara memasukkan reiki ke tubuhnya manakala dia sakit. Tapi bagi praktisi reiki pada saat ada gejala sakit secara reflek dia dapat menguasai keadaan dan dapat mengakses reiki untuk dirinya. Oleh sebab itu dapat disimpulkan bahwa praktisi reiki adalah orang yang dapat mengakses dan mengalirkan reiki untuk diri sendiri dan orang lain, sedangkan non praktisi reiki adalah orang yang hanya menerima apa adanya reiki ke dalam tubuhnya melalui bantuan praktisi reiki.