Skip to main content

Hakekat Kehidupan itu Sederhana


Bagi mereka yang memahami hakekatnya kehidupan, sebenarnya hidup itu sangatlah mudah, indah, berkelimpahan, dan membahagiakan. Karena Tuhan sudah membekali setiap manusia dengan kemampuan seperti diriNya yaitu mencipta. Alam semesta pun sudah diperintahkan untuk membantu manusia sepenuh-penuhnya. Tuhan sendiri tidak pernah ingkar dengan janjiNya. Nah, akhirnya kembali pada kesiapan dan kemauan kita masing-masing! Mau atau tidak?

Hidup ini jangan cuma menuruti kemauan dan keinginan kita sendiri saja, namun pikirkanlah pula keinginan dan kebutuhan orang lain, serta kepantasan dalam peri kehidupan di lingkungan kita.

Bila Anda ingin sejahtera, Anda juga harus memiliki kesadaran akan kemakmuran. Kalau Anda tidak berkesadaran, berapapun banyaknya kekayaan yang telah Anda peroleh, Anda akan tetap merasa masih kurang saja!

Bila Anda hidup dengan membawa perasaan negatif, maka hal itu akan membuat diri Anda menjadi orang negatif. Akibatnya Anda menjadi orang yang tidak pernah melihat aspek positif dan indahnya kehidupan, bahkan Anda selalu melihat segala sesuatu dan hidup Anda sendiri sebagai suatu masalah.Seperti peribahasa "daun jatuhpun menjadi musuh".

Bila Anda berada didalam lingkungan orang-orang stress, tanpa Anda sadari energi Anda akan terkuras dan Anda akan merasa semakin tidak nyaman. Hal ini disebabkan karena energi Anda mengalir dan tersedot oleh mereka yang seakan sudah menjadi vampire energi. Waspadalah!

Bila sampai sekarang ini Anda belum merasa puas dengan apa yang Anda capai atau Anda peroleh, kemungkinan besar disebabkan karena Anda tidak konsisten dengan niat, keyakinan dan kesadaran Anda terhadap hasrat dan keinginan Anda tadi.Tetaplah konsisten!

Manusia cenderung untuk membawa masalah yang dialaminya di masa lalu dan kekhawatirannya di masa depan kemana saja mereka pergi.Inilah kecenderungan yang tidak disadari akan dapat merusak diri mereka sendiri!

Seperti kisah seorang anak muda yang mengeluh, "Saya sudah minum obat, sudah diet dan sudah minum jus ketimun, koq tensiku masih tinggi?" Bagaimana nggak tinggi, selama pikiran seseorang masih kemrungsung, stress, emosional, ya pastilah tensi tetap tinggi! Tenangkan pikiran, selesaikan masalah Anda dengan tuntas, itulah kuncinya!

Maka berbuat kebaikan dan membantu orang lain adalah salah satu jalan Anda mendapatkan kemudahan menjalani kehidupan di dunia ini. Karena apapun yang Anda perbuat terhadap orang lain, itulah yang akan Anda dapatkan dalam kehidupan.Anda berbuat kebaikan, maka Anda juga akan mendapatkan kebaikan. Begitu pula bila Anda suka menyulitkan orang lain, maka hidup Anda akan dipenuhi kesulitan.

Love~light~joy
Sonny Sumarsono Wuryadi

Kompilasi Cataran 5 Menit

Popular posts from this blog

Hilangnya Memori Ingatan

Dalam praktek pelayanan penyembuhan di tempat saya, pernah beberapa kali saya kedatangan orang yang mengalami gangguan kehilangan memori ingatan pribadinya waktu kecil, bahkan sampai tidak bisa mengingat lagi saat-saat berbahagia di pesta pernikahannya.   Pada umumnya, kasus kehilangan memori pribadi semacam itu disebabkan adanya kerusakan atau cedera pada jaringan otak, akibat adanya benturan , yang biasa disebut uncinate fasciculus . Bagian depan otak yaitu cuping temporal, disisi kanannya, merupakan bagian penting otak yang menyimpan memori pribadi tentang episode peristiwa yang telah dilewati di masa lalu. Disinilah tersimpan segala pengalaman "otobiografi" seseorang.

Saat Ajal Tiba...

Menjelang kematiannya seringkali seseorang bermimpi dijemput oleh sanak-keluarganya yang sudah meninggal mendahuluinya . Dan beberapa saat sebelum kematian, penyakit separah apapun tidak akan terasa lagi. Sensasi fisik terasa lebih nyaman dari sebelumnya. Pada saat ajal tiba, manusia hanya melepaskan tubuh fisiknya saja, sedangkan pikiran dan perasaannya masih tetap sama. Jiwanya tetap tidak berubah. Keinginan, memori, obsesi, semuanya masih dimilikinya. Oleh karenanya, dia tetap melihat kerabat dan siapa saja yang menangisi kematiannya. Dia ikut sedih dan berupaya keras untuk menjelaskan bahwa sesungguhnya dia tidak mati. Dia mendekati mereka, menyentuh mereka, dan berusaha menghibur mereka. Namun karena dia sudah tidak memiliki tubuh fisik lagi, maka upaya sentuhannya tidak terasakan. Setelah beberapa saat, dia pun menjadi sadar bahwa upayanya sia-sia. Karena dia tidak bisa berkomunikasi dengan mereka yang ditinggalkan.  

Renungan | Welas Asih

Welas asih itu lahir dari adanya penderitaan, seperti halnya bunga teratai yang mekar dan berkembang diatas lumpur.   Penderitaan merupakan bagian penting dalam pertumbuhan. Bila kita tidak mengenal kepedihan dan penderitaan, kita tidak akan memahami kepedihan dan penderitaan orang lain. Kepedihan dan penderitaan kita, akan memaksa kita untuk memahami diri kita sendiri, dan orang lain, serta membantu kita untuk belajar mengenal pengampunan.   Ketika kita mengambil tanggung jawab atas penderitaan kita, dan tidak menyalahkan atau mencela orang lain atau diri kita sendiri, hati kita akan membuka dan kita akan mampu memahami dan mengalami welas asih untuk diri kita maupun orang lain.