Skip to main content

Hubungan Antar Manusia


Janganlah heran bila kita bisa saling berkenalan, saling dipertemukan, saling diakrabkan atau barangkali suatu saat nanti kita saling dijauhkan .Pasti dibalik itu ada makna dan alasannya! Karena itu, mari kita cari makna dari hubungan kita ini, dibalik dari hanya sekedar pertemanan biasa.

Seringkali kita terkait hubungan antara yang satu dengan yang lain, tanpa kita sadari ternyata untuk menyelesaikan masalah diantara kita yang belum terselesaikan sejak lama, bahkan mungkin sejak past life kita. Wallahu alam bi sawab.

Cobalah anda maknai.... mengapa Anda bisa bertemu atau dipertemukan dengan si A, lalu dari si A tahu-tahu Anda dikenalkan dengan si B dan si C, dari si C lantas Anda bisa tersambung dengan si D. Dengan si D ini.... barulah Anda bisa menemukan kunci masalah yang selama bertahun-tahun Anda cari jawabannya. Begitulah cara alam semesta membantu manusia dan itulah yg disebut sinkronisiti!

Love~light~joy
Sonny Sumarsono Wuryadi

Kompilasi Catatan 5 Menit

Popular posts from this blog

Anak Yang Tidak Dikehendaki

  Anak yang ketika di dalam kandungan tidak dikehendaki dan berusaha digugurkan, maka ketika lahir dan tumbuh besar nanti, tanpa sadar jiwanya akan terus memberontak terhadap orang tuanya dengan berbagai macam cara dan ulah. Hubungan anak dan orang tua selalu diwarnai dengan kemarahan, saling menyalahkan, dan sering berakhir dengan perpisahan.   Anak itu sendiri seringkali tidak mengerti mengapa dia bisa berbuat seperti itu... selalu melawan, selalu tidak ada kecocokan, dan selalu membuat bermacam ulah. Bahkan kadang-kadang tanpa alasan yang jelas.   Hal seperti ini sebenarnya terjadi karena, jiwa si anak sewaktu dalam kandungan dapat menangkap bahwa kelahirannya di dunia ini sebetulnya tidak dikehendaki. Luka batin ini terekam dalam alam pikiran bawah sadarnya, terbawa hingga tumbuh besar nanti, dan diwujudkan dalam bentuk pemberontakan.  

Renungan | Tentang Kehidupan Manusia

  Para filosof memiliki dua pandangan yang berbeda dalam memandang hidup manusia. Ada yang pesimis , sehingga memandang hidup ini penuh penderitaan, kesulitan, dan kesedihan, lalu berakhir dengan kehancuran atau kepunahan. Namun ada pula yang berpandangan bahwa hidup ini sebagai pembelajaran dan tanggung jawab , yang berakhir dengan kebahagiaan dan kekekalan setelah kematian.   Bagi yang berpandangan pesimis, mereka meyakini bahwa manusia diciptakan hidup di dunia ini memang untuk menderita , karena itu mereka akan menyambut kematian dengan suka cita sebagai akhir dari segala penderitaan.  

Laku Spiritual Menuju Kesempurnaan Hidup

  Laku spiritual niscaya mendatangkan perubahan pada diri. Perubahan ini, laksana peristiwa metamorfosa dari ulat menjadi kupu-kupu. Dimana ada momen sang ulat menjadi kepompong dulu, lalu pada waktunya menjadi kupu-kupu yang berwarna indah dan bisa terbang kesana kemari. Dengan laku spiritual yang sejati, seseorang dibawa kepada metaformosa menuju keindahan dan kecemerlangan sesuai cetak birunya. Proses metamorfosa ini, tentu saja kadang terasa tidak mudah bagi yang menjalani. Terlebih bagi seseorang yang selama hidupnya telah kadung tenggelam dalam pola nalar, pola merasa dan pola tindakan yang serba tidak pas. Ketidaktepatan laku pada masa silam tentunya membawa dampak pada keadaan raga dan hidup saat ini. Proses pemulihan dan penataan raga juga hidup, bisa terasa tidak nyaman bahkan menyakitkan. Salah satu perubahan pada siapapun yang menjalani laku spiritual yang sejati adalah perubahan pada tatanan energi didalam raga. Bagi yang sebelumny...