Skip to main content

Agar Hidup Ini Tanpa Beban


Agar hidup ini dapat kita jalani tanpa beban, kiranya perlu beberapa hal berikut ini kita lakukan:

JUJURLAH KEPADA DIRI SENDIRI, UNTUK ITU SELALU BERTANYALAH KEPADA DIRI SENDIRI

Apakah saya sudah menjalani hidup ini sesuai dengan misi hidup saya?
Apakah saya selalu mengikuti kata hati nurani?
Apakah hidupku sudah fokus pada hal-hal yang sangat berarti bagi diriku dan orang lain?
Apakah saya sudah menjadi pribadi seperti yang aku inginkan di dunia ini?

JANGAN MENYIMPAN PENYESALAN

Bila kita sudah menjalani hidup ini dengan benar serta melakukan apa yang ingin kita lakukan, maka kita akan merasakan bahwa hidup ini benar-benar tanpa beban lagi.

MENJADI CINTA

Menjadi cinta artinya kita selalu mempriotitaskan orang lain, menyediakan ruang bagi teguhnya persahabatan yang erat, serta memastikan setiap tindakan yang kita lakukan selalu berlandaskan kasih.
Orang-orang yang kita jumpai dan memberikan pengaruh terhadap hidup kitalah yang akan menjadi bukti keberhasilan kita.

MENIKMATI SETIAP SAAT ADANYA KARUNIA ILLAHI.

MEMBERI LEBIH BANYAK DARI PADA YANG KITA TERIMA 

Belajarlah menangis untuk dunia, bukannya hanya untuk kepentingan diri sendiri!

Love~light~joy
Sonny Sumarsono Wuryadi

Photo courtesy of manstruth.com

Popular posts from this blog

Seroja Jogja | Lokakarya Channeling & Mediumship

Seroja Jogja | Memenuhi permintaan keluarga besar Seroja Jogja, hari ini, atas perkenan dan izin Tuhan, kami menyelenggarakan Lokakarya Channeling & Mediumship . Semua peserta mengikuti kegiatan dengan antusias, mereka bukan hanya menyimak penjelasan yang disampaikan, tetapi juga banyak mengajukan pertanyaan dan melakukan praktek. Channeling & Mediumship harus dilakukan untuk tujuan yang mulia, yaitu membantu dan mendoakan arwah-arwah yang masih berada di 'alam antara' atau di 'api penyucian' agar mereka bisa melanjutkan perjalanan jiwanya menuju ketentraman abadi disisi Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang. Baca: Arwah di Sekitar Kita Sementara, sepintas kilas, terutama bagi kalangan awam, prosesi ini barangkali nampak menyeramkan atau mengandung unsur klenik. Namun jika kita memahaminya dengan tepat, sesungguhnya kita sedang berkomunikasi dengan entitas dari dimensi lain. Ilustrasi sederhananya seperti yang mungkin pernah Anda saksikan di fi...

Seroja Jogja | Wujud Nyata Energi Illahi dan Cinta Kasih Untuk Sesama

Seroja Jogja | Melayani adalah hal yang biasa dan dapat dilakukan oleh semua orang jika mereka mau untuk melakukannya. Namun yang menjadikan pelayanan kita berbeda, lebih istimewa dan luar biasa adalah ketika kita melakukannya dengan tulus ikhlas atau semata-mata karena Tuhan Yang Maha Kasih dan dengan kesadaran bahwa kita hanyalah media untuk menyalurkan Energi Illahi . Sungguh suatu kebahagiaan dan keharuan tersendiri yang tidak ternilai bagi saya, ketika menyaksikan keluarga Seroja Jogja begitu bersemangat untuk belajar, bertamya, melakukan praktek penyembuhan dan berbagi pengalaman berharga yang mereka peroleh ketika menjadi penyembuh dengan metode Divine Healing ini. Dan yang lebih membahagiakan lagi adalah kekompakan dan rasa kekeluargaan serta dukungan yang sangat besar yang diberikan oleh keluarga Seroja Bali dan Seroja Jakarta yang berdatangan dari beberapa tempat yang berbeda dan berkumpul karena cinta kasih Illahi.

Transfer Energi Illahi untuk Meredakan Batuk

Hari ini hari Kamis Putih. Jadwal Misa untuk sesi pertama tidak pas dengan waktu pulang kerja saya. Jadi saya baru mengikuti Misa sesi kedua di Gereja menjelang malam hari. Seperti biasa, kami duduk di lantai 2 dibagian sayap kanan. Ketika itu ada seorang ibu yang duduk di bangku belakang saya. Beliau terus-menerus terbatuk-batuk. Saya menoleh sekilas dan mendapati beliau nampak sangat menderita karena batuk tersebut. Baca: Self Healing dengan Energi Kasih Illahi Perlahan-lahan saya memejamkan mata dan meminta izin kepada Gusti Allah agar diperkenankan untuk mentransfer energi penyembuhan secara diam-diam, karena kami tidak saling mengenal. Saya afirmasikan Energi Illahi yang saya kirimkan dapat meringankan derita batuk. Setelah beberapa saat, saya berhenti mengirimkan energi karena kegiatan Misa telah dimulai.