Skip to main content

Agar Hidup Ini Tanpa Beban


Agar hidup ini dapat kita jalani tanpa beban, kiranya perlu beberapa hal berikut ini kita lakukan:

JUJURLAH KEPADA DIRI SENDIRI, UNTUK ITU SELALU BERTANYALAH KEPADA DIRI SENDIRI

Apakah saya sudah menjalani hidup ini sesuai dengan misi hidup saya?
Apakah saya selalu mengikuti kata hati nurani?
Apakah hidupku sudah fokus pada hal-hal yang sangat berarti bagi diriku dan orang lain?
Apakah saya sudah menjadi pribadi seperti yang aku inginkan di dunia ini?

JANGAN MENYIMPAN PENYESALAN

Bila kita sudah menjalani hidup ini dengan benar serta melakukan apa yang ingin kita lakukan, maka kita akan merasakan bahwa hidup ini benar-benar tanpa beban lagi.

MENJADI CINTA

Menjadi cinta artinya kita selalu mempriotitaskan orang lain, menyediakan ruang bagi teguhnya persahabatan yang erat, serta memastikan setiap tindakan yang kita lakukan selalu berlandaskan kasih.
Orang-orang yang kita jumpai dan memberikan pengaruh terhadap hidup kitalah yang akan menjadi bukti keberhasilan kita.

MENIKMATI SETIAP SAAT ADANYA KARUNIA ILLAHI.

MEMBERI LEBIH BANYAK DARI PADA YANG KITA TERIMA 

Belajarlah menangis untuk dunia, bukannya hanya untuk kepentingan diri sendiri!

Love~light~joy
Sonny Sumarsono Wuryadi

Photo courtesy of manstruth.com

Popular posts from this blog

Hilangnya Memori Ingatan

Dalam praktek pelayanan penyembuhan di tempat saya, pernah beberapa kali saya kedatangan orang yang mengalami gangguan kehilangan memori ingatan pribadinya waktu kecil, bahkan sampai tidak bisa mengingat lagi saat-saat berbahagia di pesta pernikahannya.   Pada umumnya, kasus kehilangan memori pribadi semacam itu disebabkan adanya kerusakan atau cedera pada jaringan otak, akibat adanya benturan , yang biasa disebut uncinate fasciculus . Bagian depan otak yaitu cuping temporal, disisi kanannya, merupakan bagian penting otak yang menyimpan memori pribadi tentang episode peristiwa yang telah dilewati di masa lalu. Disinilah tersimpan segala pengalaman "otobiografi" seseorang.

Saat Ajal Tiba...

Menjelang kematiannya seringkali seseorang bermimpi dijemput oleh sanak-keluarganya yang sudah meninggal mendahuluinya . Dan beberapa saat sebelum kematian, penyakit separah apapun tidak akan terasa lagi. Sensasi fisik terasa lebih nyaman dari sebelumnya. Pada saat ajal tiba, manusia hanya melepaskan tubuh fisiknya saja, sedangkan pikiran dan perasaannya masih tetap sama. Jiwanya tetap tidak berubah. Keinginan, memori, obsesi, semuanya masih dimilikinya. Oleh karenanya, dia tetap melihat kerabat dan siapa saja yang menangisi kematiannya. Dia ikut sedih dan berupaya keras untuk menjelaskan bahwa sesungguhnya dia tidak mati. Dia mendekati mereka, menyentuh mereka, dan berusaha menghibur mereka. Namun karena dia sudah tidak memiliki tubuh fisik lagi, maka upaya sentuhannya tidak terasakan. Setelah beberapa saat, dia pun menjadi sadar bahwa upayanya sia-sia. Karena dia tidak bisa berkomunikasi dengan mereka yang ditinggalkan.  

Renungan | Welas Asih

Welas asih itu lahir dari adanya penderitaan, seperti halnya bunga teratai yang mekar dan berkembang diatas lumpur.   Penderitaan merupakan bagian penting dalam pertumbuhan. Bila kita tidak mengenal kepedihan dan penderitaan, kita tidak akan memahami kepedihan dan penderitaan orang lain. Kepedihan dan penderitaan kita, akan memaksa kita untuk memahami diri kita sendiri, dan orang lain, serta membantu kita untuk belajar mengenal pengampunan.   Ketika kita mengambil tanggung jawab atas penderitaan kita, dan tidak menyalahkan atau mencela orang lain atau diri kita sendiri, hati kita akan membuka dan kita akan mampu memahami dan mengalami welas asih untuk diri kita maupun orang lain.