Skip to main content

Seroja Jakarta | Lokakarya Visualisasi Kreatif Untuk Mewujudkan Keinginan Anda


Seroja Jakarta | Lokakarya Visualisasi Kreatif yang diselenggarakan di Klinik Seroja 23, pada hari Minggu tanggal 10 Mei 2015, mulai pukul 09.00 hingga 17.00 ini, memberikan pemahaman kepada para peserta tentang realitas fisika modern bahwa segala sesuatu adalah energi, lompatan kuantum dan tentang dunia yang dinamis. Disamping itu diberikan pula pemahaman tentang holographic universe, sebagaimana yang dinyatakan oleh Dennis Gabor (1947) bahwa "Keseluruhan terkandung dalam setiap dan semua bagiannya (hologram)" dan oleh Robert G. Jann (1878) bahwa "Pikiran berdampak pada realitas fisik" serta oleh pakar dunia (1994) bahwa kesadaran adalah energi dalam bentuknya yang paling dinamis. 

Peristiwa-peristiwa dipengaruhi oleh apa yang kita visualisasikan, inginkan atau kita takutkan. Dan apabila kita memahami akan adanya penemuan tersebut akan timbul kesadaran akan kekuatan yang besar untuk melakukan perubahan dalam kehidupan agar lebih kreatif dan berdaya.

Pemahaman tentang realitas sekarang ini sudah berubah. Tidak ada yang baku! Segala sesuatu adalah bagian dari suatu pola yang senantiasa bergerak, bahkan batu sekalipun adalah merupakan tarian energi didalamnya. Alam semesta ini adalah dinamis dan hidup, maka kitapun berada didalamnya dan menjadi bagian darinya juga ikut dinamis dan hidup.

Para ilmuwan modern sudah mengubah pemahaman kita tentang material dan realitas. Bahkan para ilmuwan modern telah membuktikan kebenaran dan dari apa yang telah sejak ribuan silam dipraktekkan oleh para praktisi metafisika, mistikus, paranormal atau penyembuh tradisional.

Hidup sesuai dengan yang kita inginkan!
Hidup Anda sepenuhnya adalah ciptaan Anda!

Lokakarya ini membahas tentang Visualisasi Kreatif, cara kerja Visualisasi Kreatif, Kapan saat yang tepat untuk visualisasi, kaitannya dengan gelombang otak dan kesadaran manusia, termasuk pikiran sadar dan bawah sadar serta kekuatannya, keyakinan dan hasil dan latihan visualisasi.

Love~light~joy
Sonny Sumarsono Wuryadi

Popular posts from this blog

Kehidupan Setelah Kematian

Janganlah takut mati! Karena ini adalah proses alami, layaknya proses ular yang berganti kulit. Mati hanyalah proses matinya tubuh fisik dan keluarnya roh atau jiwa dari raga, guna melanjutkan perjalanan jiwa menuju alam dan dimensi yang lain. Roh atau jiwa tetaplah hidup! Bahkan pikiran, keinginan, dan obsesi kita tetaplah ada. Dalam bukunya Life after life , Raymond Moody menuturkan kehidupan setelah kematian sebagai berikut:   Setelah seseorang meninggal dunia, maka dia merasa dirinya keluar dari raganya, sehingga dia bisa melihat raganya yang tergeletak di tempat tidur ditunggui sanak keluarganya yang sedang meratapi meninggalnya. Dan dia ingin menghibur, namun tidak seorangpun yang bisa mendengar kata-katanya.

Waktu Kita Terbatas

Ono tangis layung - layung, tangising wong wedi mati, Gedhongana, kuncenana... yen mati datan wurunga! Ibaratnya, dijagai dengan tembok yang tebal dan pintunya pun digembok dengan seribu kunci, bagaimanapun faktanya manusia tidak akan bisa menghindari kematian. Manusia tidak mungkin hidup lebih dari seratus tahun. Dengan menyadari keterbatasan umur manusia, seharusnya kita menyadari bahwa waktu kita sangat terbatas, terutama dalam upaya menemukan rahasia kehidupan serta menjalani kehidupan yang bermakna. Mengingat tidak banyak lagi waktu yang tersisa yang kita miliki, maka pertanyakan pada diri kita masing-masing... ."Apakah yang bisa saya lakukan guna memanfaatkan waktu tersebut secara bijaksana?"

Terapi Warna | Sederhana dan Mudah!

Bukalah lemari pakaian Anda... biarlah batin Anda menuntun busana mana yang seharusnya Anda kenakan hari ini? Batin Anda pasti akan menunjukkan warna pakaian yang sesuai dengan kebutuhan Anda saat ini! Bila diri Anda perlu ketenangan... pasti pilihan Anda jatuh pada busana berwarna biru langit atau hijau muda. Ini adalah bagian dari terapi warna! Sederhana dan mudah sekali bukan?