Skip to main content

Tentang Kehidupan Manusia


Apa saja yang kita alami dalam kehidupan di dunia ini merupakan hasil langsung dari buah perbuatan dan tindakan kita di masa lalu. Semua peristiwa-peristiwa besar dalam kehidupan ini telah ditakdirkan. Peristiwa ini termasuk kelahiran kita, keluarga dimana kita dilahirkan, pasangan kita, anak-anak, penyakit serius dan saat kematian kita.

Baca: Kehidupan Setelah Kematian

Dalam kehidupan kali ini, selain kita menyelesaikan komitmen dan takdir, kitapun diberikan kesempatan untuk mewujudkan segala keinginan kita secara bebas, namun kita juga harus berani bertanggung jawab akan konsekwensinya. Yang terakhir inilah dimaksudkan oleh Tuhan agar manusia bisa meningkatkan kesadaran (awareness) dan spiritualitasnya.

Sebagai hasil akhirnya, kita akan mempertanggung jawabkan semuanya dihadapan Tuhan. Apakah kita sudah berhasil menunaikan dan melunasi segala kewajiban dan komitmen kita ini, sehingga tidak lagi terjebak dalam siklus kelahiran dan kematian?

Love~light~joy
Sonny Sumarsono Wuryadi
Photo courtesy of openarmsaustralia.org

Popular posts from this blog

Pemahaman Tentang Roh Manusia

Roh Anda lebih cerdas dari pada otak Anda! Mengapa? Karena otak Anda pengetahuan yang dimiliki dan disimpannya hanya sebatas usia Anda saja, sedangkan Roh Anda sudah memiliki dan menyimpan pengetahuan serta kemampuan sepanjang kehidupan yang telah dijalaninya beribu-ribu tahun! Nah, pilih referensi darimana, roh atau otak, bila Anda akan menyelesaikan masalah atau mengambil keputusan? Roh itu tidak bisa dibatasi oleh dimensi ruang dan waktu. Karena itu roh dapat menjangkau da n pergi kemana saja tanpa batas. Wawasannya pun tidak berbatas, karenanya dia tahu segala-galanya. Bila Anda ingin seperti itu, .tampilkan diri Anda sebagai roh dan biarlah dia yang mengambil peran dalam hidup Anda!

Seroja Jakarta | Pertolongan Pertama dengan Divine Healing

Seroja Jakarta | Seminggu yang lalu, ketika dalam perjalanan kembali ke Jakarta, saya sengaja memilih tempat duduk paling belakang di pesawat sebagai tempat yang katanya paling aman jika terjadi crash walau pada kenyataannya saya mendapatkan tempat duduk persisnya dibaris ke-2 paling belakang, padahal dalam penerbangan itu baris 29-30 kosong semua.  Awalnya semua lancar dan baik-baik saja, hingga setengah jam menjelang pesawat landing mulai terjadi kegaduhan karena ada seorang penumpang yang pindah duduk ke baris 30 karena ia sakit. Saat itu saya masih setengah tidur terkantuk-kantuk ketika seorang pramuga ri mencoba untuk menolong penumpang yang sakit tadi, sebelum akhirnya sang pramugari senior mengumumkan permintaan tolong jika di kabin pesawat ada penumpang yang berprofesi sebagai dokter atau tenaga medis yang bersedia membantu.

Renungan | Welas Asih

Welas asih itu lahir dari adanya penderitaan, seperti halnya bunga teratai yang mekar dan berkembang diatas lumpur.   Penderitaan merupakan bagian penting dalam pertumbuhan. Bila kita tidak mengenal kepedihan dan penderitaan, kita tidak akan memahami kepedihan dan penderitaan orang lain. Kepedihan dan penderitaan kita, akan memaksa kita untuk memahami diri kita sendiri, dan orang lain, serta membantu kita untuk belajar mengenal pengampunan.   Ketika kita mengambil tanggung jawab atas penderitaan kita, dan tidak menyalahkan atau mencela orang lain atau diri kita sendiri, hati kita akan membuka dan kita akan mampu memahami dan mengalami welas asih untuk diri kita maupun orang lain.