Skip to main content

Tentang Kehidupan Manusia


Apa saja yang kita alami dalam kehidupan di dunia ini merupakan hasil langsung dari buah perbuatan dan tindakan kita di masa lalu. Semua peristiwa-peristiwa besar dalam kehidupan ini telah ditakdirkan. Peristiwa ini termasuk kelahiran kita, keluarga dimana kita dilahirkan, pasangan kita, anak-anak, penyakit serius dan saat kematian kita.

Baca: Kehidupan Setelah Kematian

Dalam kehidupan kali ini, selain kita menyelesaikan komitmen dan takdir, kitapun diberikan kesempatan untuk mewujudkan segala keinginan kita secara bebas, namun kita juga harus berani bertanggung jawab akan konsekwensinya. Yang terakhir inilah dimaksudkan oleh Tuhan agar manusia bisa meningkatkan kesadaran (awareness) dan spiritualitasnya.

Sebagai hasil akhirnya, kita akan mempertanggung jawabkan semuanya dihadapan Tuhan. Apakah kita sudah berhasil menunaikan dan melunasi segala kewajiban dan komitmen kita ini, sehingga tidak lagi terjebak dalam siklus kelahiran dan kematian?

Love~light~joy
Sonny Sumarsono Wuryadi
Photo courtesy of openarmsaustralia.org

Popular posts from this blog

Kehidupan Setelah Kematian

Janganlah takut mati! Karena ini adalah proses alami, layaknya proses ular yang berganti kulit. Mati hanyalah proses matinya tubuh fisik dan keluarnya roh atau jiwa dari raga, guna melanjutkan perjalanan jiwa menuju alam dan dimensi yang lain. Roh atau jiwa tetaplah hidup! Bahkan pikiran, keinginan, dan obsesi kita tetaplah ada. Dalam bukunya Life after life , Raymond Moody menuturkan kehidupan setelah kematian sebagai berikut:   Setelah seseorang meninggal dunia, maka dia merasa dirinya keluar dari raganya, sehingga dia bisa melihat raganya yang tergeletak di tempat tidur ditunggui sanak keluarganya yang sedang meratapi meninggalnya. Dan dia ingin menghibur, namun tidak seorangpun yang bisa mendengar kata-katanya.

Waktu Kita Terbatas

Ono tangis layung - layung, tangising wong wedi mati, Gedhongana, kuncenana... yen mati datan wurunga! Ibaratnya, dijagai dengan tembok yang tebal dan pintunya pun digembok dengan seribu kunci, bagaimanapun faktanya manusia tidak akan bisa menghindari kematian. Manusia tidak mungkin hidup lebih dari seratus tahun. Dengan menyadari keterbatasan umur manusia, seharusnya kita menyadari bahwa waktu kita sangat terbatas, terutama dalam upaya menemukan rahasia kehidupan serta menjalani kehidupan yang bermakna. Mengingat tidak banyak lagi waktu yang tersisa yang kita miliki, maka pertanyakan pada diri kita masing-masing... ."Apakah yang bisa saya lakukan guna memanfaatkan waktu tersebut secara bijaksana?"

Terapi Warna | Sederhana dan Mudah!

Bukalah lemari pakaian Anda... biarlah batin Anda menuntun busana mana yang seharusnya Anda kenakan hari ini? Batin Anda pasti akan menunjukkan warna pakaian yang sesuai dengan kebutuhan Anda saat ini! Bila diri Anda perlu ketenangan... pasti pilihan Anda jatuh pada busana berwarna biru langit atau hijau muda. Ini adalah bagian dari terapi warna! Sederhana dan mudah sekali bukan?