Skip to main content

Menyikapi Beban Hidup


Seberat apapun beban kehidupan yang harus Anda jalani sekarang... tidaklah mungkin melebihi kemampuan pertahanan Anda. Karena Allah tidak mungkin membiarkan kita menanggung beban melebihi kemampuan dan kekuatan diri kita sendiri. Apalagi bila kita mau jujur, bahwa beban kehidupan yang kita sandang sekarang sebenarnya adalah buah dari perbuatan dan kesalahan diri kita sendiri.

Janganlah Anda terlalu bermanja bahwa apa saja yang terjadi pada diri Anda, hanyalah hal-hal yang menyenangkan dan yang Anda suka saja! Anda harus mampu menghadapi segala macam pahit-getirnya kehidupan! Dengan demikian, Anda akan berkesempatan menggali potensi dan kemampuan yang dibekalkan oleh Tuhan. Barangkali bila kita tidak pernah menghadapi malang-melintangnya kehidupan, kita tidak mungkin bisa tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang sekarang. Berbahagialah!

Love~light~joy
Sonny Sumarsono Wuryadi

Kompilasi Catatan 5 Menit

Popular posts from this blog

Transfer Energi Illahi untuk Meredakan Batuk

Hari ini hari Kamis Putih. Jadwal Misa untuk sesi pertama tidak pas dengan waktu pulang kerja saya. Jadi saya baru mengikuti Misa sesi kedua di Gereja menjelang malam hari. Seperti biasa, kami duduk di lantai 2 dibagian sayap kanan. Ketika itu ada seorang ibu yang duduk di bangku belakang saya. Beliau terus-menerus terbatuk-batuk. Saya menoleh sekilas dan mendapati beliau nampak sangat menderita karena batuk tersebut. Baca: Self Healing dengan Energi Kasih Illahi Perlahan-lahan saya memejamkan mata dan meminta izin kepada Gusti Allah agar diperkenankan untuk mentransfer energi penyembuhan secara diam-diam, karena kami tidak saling mengenal. Saya afirmasikan Energi Illahi yang saya kirimkan dapat meringankan derita batuk. Setelah beberapa saat, saya berhenti mengirimkan energi karena kegiatan Misa telah dimulai.

Etika Saat Menjenguk Orang Sakit

Saat kita sedang sakit dan diopname di Rumah Sakit lalu ada keluarga atau teman yang menengok untuk menyampaikan rasa simpatinya, tentu hati kita sangatlah senang. Tetapi ketika seorang teman yang datang kemudian menanyakan secara mendalam tentang seluk beluk sakitnya, belum tentu pertanyaan ini akan menyenangkan bagi si sakit. Penyakit itu banyak sekali macamnya, dan ada kalanya ada penyakit yang sulit untuk diceritakan si penderita kepada orang lain. Misalnya, bagi pende rita penyakit kelamin, sangatlah sulit dan malu menceritakan seluk-beluk tentang penyakitnya. Jadi, dalam kita memberikan penghiburan dan simpati kepada teman yang sakit dengan cara demikian kuranglah tepat dan bijak. Lebih tepat kiranya bila kita memotivasi dirinya untuk selalu optimis dalam mengupayakan kesembuhan.

Renungan | Percayalah!

Bilamana di dunia ini... engkau mengerjakan segala pekerjaanKu, maka segala urusan duniamu....  AKU yang akan mengerjakannya!