Skip to main content

Teman Seperjalanan Karunia Tuhan


Dari hari ke hari kehidupan kita akan semakin ditata oleh Tuhan agar semakin baik dan berkesadaran. Tuhan akan memberikan jalan dan sarana agar kita bisa menemukan ladang pekerjaan yang memberikan kepuasan dan kesejahteraan. Bahkan Tuhan akan memilih dan menentukan siapa teman kita, agar kita mendapatkan teman seiring seperjalanan yang setia dan bermartabat. Syukurilah segala karuniaNya ini!

Love~light~joy
Sonny Sumarsono Wuryadi

Popular posts from this blog

Anak Yang Tidak Dikehendaki

  Anak yang ketika di dalam kandungan tidak dikehendaki dan berusaha digugurkan, maka ketika lahir dan tumbuh besar nanti, tanpa sadar jiwanya akan terus memberontak terhadap orang tuanya dengan berbagai macam cara dan ulah. Hubungan anak dan orang tua selalu diwarnai dengan kemarahan, saling menyalahkan, dan sering berakhir dengan perpisahan.   Anak itu sendiri seringkali tidak mengerti mengapa dia bisa berbuat seperti itu... selalu melawan, selalu tidak ada kecocokan, dan selalu membuat bermacam ulah. Bahkan kadang-kadang tanpa alasan yang jelas.   Hal seperti ini sebenarnya terjadi karena, jiwa si anak sewaktu dalam kandungan dapat menangkap bahwa kelahirannya di dunia ini sebetulnya tidak dikehendaki. Luka batin ini terekam dalam alam pikiran bawah sadarnya, terbawa hingga tumbuh besar nanti, dan diwujudkan dalam bentuk pemberontakan.  

Renungan | Tentang Kehidupan Manusia

  Para filosof memiliki dua pandangan yang berbeda dalam memandang hidup manusia. Ada yang pesimis , sehingga memandang hidup ini penuh penderitaan, kesulitan, dan kesedihan, lalu berakhir dengan kehancuran atau kepunahan. Namun ada pula yang berpandangan bahwa hidup ini sebagai pembelajaran dan tanggung jawab , yang berakhir dengan kebahagiaan dan kekekalan setelah kematian.   Bagi yang berpandangan pesimis, mereka meyakini bahwa manusia diciptakan hidup di dunia ini memang untuk menderita , karena itu mereka akan menyambut kematian dengan suka cita sebagai akhir dari segala penderitaan.  

Laku Spiritual Menuju Kesempurnaan Hidup

  Laku spiritual niscaya mendatangkan perubahan pada diri. Perubahan ini, laksana peristiwa metamorfosa dari ulat menjadi kupu-kupu. Dimana ada momen sang ulat menjadi kepompong dulu, lalu pada waktunya menjadi kupu-kupu yang berwarna indah dan bisa terbang kesana kemari. Dengan laku spiritual yang sejati, seseorang dibawa kepada metaformosa menuju keindahan dan kecemerlangan sesuai cetak birunya. Proses metamorfosa ini, tentu saja kadang terasa tidak mudah bagi yang menjalani. Terlebih bagi seseorang yang selama hidupnya telah kadung tenggelam dalam pola nalar, pola merasa dan pola tindakan yang serba tidak pas. Ketidaktepatan laku pada masa silam tentunya membawa dampak pada keadaan raga dan hidup saat ini. Proses pemulihan dan penataan raga juga hidup, bisa terasa tidak nyaman bahkan menyakitkan. Salah satu perubahan pada siapapun yang menjalani laku spiritual yang sejati adalah perubahan pada tatanan energi didalam raga. Bagi yang sebelumny...