Skip to main content

Rahasia Kehidupan | The Life Secret


Inilah rahasia kehidupan yang tersembunyi bagi banyak orang.
Bukan karena mereka tidak melihat kebenaran ini, tapi karena mereka tidak mempercayainya. Karena itu banyak orang lebih berbahagia menerima daripada memberi, lebih suka ditolong daripada menolong. Hidup hanya berpusat kepada diri sendiri.

The Life Secret

# "Saat kita memberi, kita akan menenerima"
# "Saat kita menolong orang lain, pada saat yang sama kita sedang menolong diri sendiri"
# "Apa yang kita lakukan untuk orang lain, sebenarnya kita sedang melakukan untuk diri kita sendiri"

Αda ilustrasi menarik:

Seorang buta sedang berjalan dengan tongkatnya di malam hari. Tangan kanannya memegang tongkat sementara tangan kirinya membawa lampu. Pemandangan ini cukup mengherankan bagi seorang pria yang kebetulan melihatnya. Supaya tidak penasaran, pria itu bertanya, "Mengapa anda berjalan membawa lampu?". Orang buta itu menjawab, "sebagai penerangan". Dengan heran pria itu bertanya lagi, "Tapi ... bukankah anda buta dan tetap tidak bisa melihat jalan meski ada lampu penerangan?"

Orang buta itu tersenyum sambil menjawab, "Meski saya tidak bisa melihat, orang lain melihatnya" "Selain membuat jalanan menjadi terang, hal ini juga menghindarkan orang lain untuk tidak menabrak saya".

Disaat kita melakukan sesuatu untuk orang lain, sebenarnya kita sedang melakukan sesuatu untuk diri kita sendiri. Kita diingatkan untuk tidak jemu-jemu berbuat baik.
Ini sebuah rahasia kehidupan untuk hidup yg penuh berkah, berkelimpahan dan bahagia.
Meski demikian, rahasia kehidupan ini tersembunyi bagi orang-orang yang egois, kikir, pelit dan melakukan sesuatu berdasarkan apa yang untung bagi dirinya sendiri.
"Apa yang kita lakukan untuk orang lain, suatu saat pasti akan kembali kepada kita"

Have a great day!

Photo courtesy of https://blog.internations.org/page/20/

Popular posts from this blog

Renungan | Welas Asih

Welas asih itu lahir dari adanya penderitaan, seperti halnya bunga teratai yang mekar dan berkembang diatas lumpur.   Penderitaan merupakan bagian penting dalam pertumbuhan. Bila kita tidak mengenal kepedihan dan penderitaan, kita tidak akan memahami kepedihan dan penderitaan orang lain. Kepedihan dan penderitaan kita, akan memaksa kita untuk memahami diri kita sendiri, dan orang lain, serta membantu kita untuk belajar mengenal pengampunan.   Ketika kita mengambil tanggung jawab atas penderitaan kita, dan tidak menyalahkan atau mencela orang lain atau diri kita sendiri, hati kita akan membuka dan kita akan mampu memahami dan mengalami welas asih untuk diri kita maupun orang lain. 

Yang Terpenting adalah Niat Anda

Katakanlah Anda memberikan pujian kepada atasan Anda dengan niat yang tulus sebagai ungkapan perasaan Anda yang sebenar-benarnya ingin berbagi kebahagiaan, maka baik niat maupun tindakan Anda ini adalah sesuatu hal yang positif. Dari sini tentu saja akan tercipta resonansi yang berharga, dan akan membuahkan hasil-hasil yang bermanfaat yang akan kembali kepada Anda. Namun lain halnya bila Anda memberikan pujian kepada atasan Anda dengan niat agar Anda mendapatkan kenaikan gaji, atau dengan pamrih agar Anda disayang oleh boss, tentu saja niat Anda yang manipulatif ini akan menjadikan energi Anda beresonansi dengan getaran yang padat dan palsu. Mungkin gaji Anda akan naik, dan Anda juga bisa dekat dengan boss, namun akhirnya Anda pun harus menarik sesuatu yang menipu dan terkendala dari orang lain.

Bila Gagal, Berubahlah!

Bilamana Anda mengalami kegagalan baik di bidang study, maupun dalam usaha, karier, dalam cinta, perkawinan, ataupun keuangan, janganlah terlalu cepat menyalahkan diri sendiri mengapa Anda gagal mencegahnya. Kemungkinan Anda sudah berusaha dengan berbagai cara agar tidak terjadi kegagalan, namun seringkali seakan-akan kegagalan itu malahan harus terjadi. Nah, seringkali adanya kegagalan tersebut merupakan pertanda bagi Anda agar melakukan perubahan pada diri Anda. Mungkin Anda perlu merubah haluan, merubah strategi, merubah kepribadian, merubah hubungan, merubah pola hidup, merubah motivasi dan lain sebagainya. Berarti, ada sesuatu yang baru yang harus dimulai!