Skip to main content

Lokakarya Crystal Healing | Seroja Jakarta 28 Januari 2017


Penyembuhan dengan menggunakan kristal pada dasarnya adalah penyembuhan dengan menggunakan energi berwarna guna membersihkan dan menghancurkan energi negatif dari tubuh penderita, sehingga terpulihkannya kembali keseimbangan energi tubuh manusia. Hal ini terjadi karena secara alami, kristal itu memiliki keistimewaan, antara lain dapat menarik dan memancarkan energi, merubah molekul, melipat gandakan energi, dan bisa diprogram.

Jika Anda menggunakan cincin dan kalung yang bermatakan batu kristal... hal itu sebenarnya juga merupakan bagian dari penyembuhan dengan kristal. Karena itu, pilihlah batu kristal yang sesuai dengan kebutuhan Anda! Misalnya untuk menyembuhkan sakit-sakit di tenggorokan, atau agar Anda menjadi percaya diri... pilihlah kristal berwarna biru, misalnya blue saphire, lapis lazuli dan sebagainya.

Baca juga: Seroja Bali | Lokakarya Crystal Healing

Kristal seperti ini disebut scalpel kristal. Dengan scalpel kristal kita dapat menembakkan berbagai macam energi berwarna yang biasa digunakan dalam methode penyembuhan Crystal Healing. Misalnya dalam menghadapi kasus perdarahan hebat, maka kita bisa menembakkan energi berwarna biru yang memberi efek vasokonstriksi, sehingga perdarahan pun akan terhenti. 

Namun dalam melakukan penyembuhan dengan kristal Anda dituntut bisa bekerja secara profesional dan tidak boleh salah. Seorang praktisi Crystal Healing harus cermat, teliti, dan mengikuti standart operasional yang sudah ditetapkan. Oleh karenanya harus belajar dengan sungguh-sungguh dan banyak melakukan praktek, agar semakin trampil dalam menggunakan kristalnya.

Ikuti Lokakarya Crystal Healing, 28 Januari 2017 di Jakarta
Info hubungi sdri Ima: 0852 8348 9657, 021 7361392

Love~light~joy
Sonny Sumarsono Wuryadi

Popular posts from this blog

Transfer Energi Illahi untuk Meredakan Batuk

Hari ini hari Kamis Putih. Jadwal Misa untuk sesi pertama tidak pas dengan waktu pulang kerja saya. Jadi saya baru mengikuti Misa sesi kedua di Gereja menjelang malam hari. Seperti biasa, kami duduk di lantai 2 dibagian sayap kanan. Ketika itu ada seorang ibu yang duduk di bangku belakang saya. Beliau terus-menerus terbatuk-batuk. Saya menoleh sekilas dan mendapati beliau nampak sangat menderita karena batuk tersebut. Baca: Self Healing dengan Energi Kasih Illahi Perlahan-lahan saya memejamkan mata dan meminta izin kepada Gusti Allah agar diperkenankan untuk mentransfer energi penyembuhan secara diam-diam, karena kami tidak saling mengenal. Saya afirmasikan Energi Illahi yang saya kirimkan dapat meringankan derita batuk. Setelah beberapa saat, saya berhenti mengirimkan energi karena kegiatan Misa telah dimulai.

Desermen, Petunjuk Langsung Dari-Nya

Pada saat seorang praktisi penyembuhan sedang mengakses Energi Illahi atau Divine Healing untuk melaksanakan tugasnya, seringkali mendapatkan desermen atau petunjuk atau bimbingan langsung dari Tuhan, berupa gagasan, penglihatan, kata-kata, dorongan dan bimbingan. Baca: Saat Disembuhkan, Tubuh Akan Bergetar dan Menyelaraskan Kepatuhan kita melaksanakan desermen akan menjadikan kita semakin mengenali cara karunia kharismatik ini akan dinyatakan melalui kita. Dan seringkali pemahaman yang kita cari ini baru datang setelah kita memperlihatkan iman dan keyakinan kita kepadaNya. “Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah DIA dalam segala lakumu, maka DIA akan meluruskan jalanmu”. (Ams 3 : 5-6)

Apa itu Meditasi?

Meditasi adalah suatu cara pelatihan pengendalian pikiran . Prosesnya dilakukan secara sadar dengan memusatkan ke satu perhatian disertai rilaksasi yang dalam agar dapat memasuki keheningan yang dalam. Dalam keadaan meditatif tersebut, dalam tubuh kita terjadilah keseimbangan semua sistem tubuh secara maksimal dengan mengeluarkan energi seminim mungkin.Keadaan inilah yang menjadikan kita mencapai keheningan yang dalam , bahkan dapat mencapai kesadaran yang sangat tinggi sehingga kita mampu mengontrol emosi, sangat intuitif dan kreatif, memahami apa yang harus kita lakukan, dan juga mampu menguasai situasi yang ada dalam diri kita sendiri.