Skip to main content

Mengapa Suka Berbohong?


Berbohong atau membual seringkali dilakukan orang pada saat dirinya merasa terjepit pada situasi yang sekiranya bisa mengurangi eksistensi dirinya. Oleh karenanya, orang sering berbohong atau membual lebih disebabkan... mereka yang ingin diakui, ingin diperhatikan, atau mereka yang ingin mendapatkan pujian dan cinta. Lalu, dari mana asal muasal kesukaan berbohong ini?

Kesukaan berbohong dan membual ini biasanya berasal dari saat pertumbuhan masa kanak-kanak seseorang. Anak-anak yang pada masa kecilnya kurang mendapatkan perhatian maupun kasih sayang dari bapak-ibunya, dia akan membawa perasaan kekurangan ini hingga saat dewasanya nanti. Dia akan tumbuh menjadi seseorang yang suka berbohong dan suka membual, guna mendapatkan perhatian lebih! 

Bisakah sifat buruk ini dihilangkan? Bisa! Yaitu dengan memprogram ulang pada alam pikiran bawah sadarnya melalui hypnotherapy atau dengan holistik terapi semacam Divine Healing.

Love~light~joy
Sonny Sumarsono Wuryadi

Popular posts from this blog

Renungan | Percayalah!

Bilamana di dunia ini... engkau mengerjakan segala pekerjaanKu, maka segala urusan duniamu....  AKU yang akan mengerjakannya!

Mengirim Pesan Dengan Telepati

Sebenarnya kemampuan manusia itu tidak terbatas. Anda dapat melakukan komunikasi dengan siapa saja dan dimana saja dengan telepati! Misalkan, Anda ingin mengirimkan pesan kepada kekasih Anda. Imajinasikan wajahnya dihadapan Anda, lantas kirimkan pesan kepadanya. Gambarkan sejelas-jelasnya respon yang Anda harapkan dari kekasih Anda terhadap pesan yang Anda kirimkan ini! Bila perlu ulangilah beberapa kali pengiriman pesan melalui telepati ini! Energi mengikuti pikiran kita! Tanpa kita sadari, sebenarnya diantara kita ini telah sering melakukan komunikasi melalui telepati. Coba, saat Anda memandang foto saya kemudian secara spontan Anda berpikir... lantas mengirimkan buah pikiran Anda tadi kepada saya sebagai pesan, maka pesan tadi sudah bisa mempengaruhi tindakan saya! Jadi sebenarnya, tidak bisa terelakkan bahwa diantara manusia ini saling mempengaruhi satu sama lain! Telepati adalah kemampuan untuk berkomunikasi atau saling menukarkan informasi dengan orang lain tanpa menggun...

Kehidupan Setelah Kematian

Janganlah takut mati! Karena ini adalah proses alami, layaknya proses ular yang berganti kulit. Mati hanyalah proses matinya tubuh fisik dan keluarnya roh atau jiwa dari raga, guna melanjutkan perjalanan jiwa menuju alam dan dimensi yang lain. Roh atau jiwa tetaplah hidup! Bahkan pikiran, keinginan, dan obsesi kita tetaplah ada. Dalam bukunya Life after life , Raymond Moody menuturkan kehidupan setelah kematian sebagai berikut:   Setelah seseorang meninggal dunia, maka dia merasa dirinya keluar dari raganya, sehingga dia bisa melihat raganya yang tergeletak di tempat tidur ditunggui sanak keluarganya yang sedang meratapi meninggalnya. Dan dia ingin menghibur, namun tidak seorangpun yang bisa mendengar kata-katanya.