Skip to main content

Sosok Ayah


Apapun profesinya... entah dia seorang tukang sapu, atau dokter, atau apa saja, sosok seorang ayah pasti menjadi sumber inspirasi bagi anak-anaknya. Saat kita masih anak-anak, secara tidak sadar kita akan sangat mengidolakan ayah kita. Kita pasti bangga dengan pekerjaan ayah kita. Kita terinspirasi dengan semangat dan keuletan sang ayah dalam menekuni dan menjalankan pekerjaannya. Kita yang masih kecil ini seringkali berkeinginan kelak berprofesi seperti ayah.

Dari beliau pula kita menyerap pelajaran tentang banyak hal dalam hidup ini. Bagaimana semangat beliau dalam menjalankan tugasnya. Bagaimana cara beliau menghadapi kesulitan dan bertahan dalam menghadapi kesulitan hidup keluarganya. Kita akan banyak belajar dari cara ayah menghadapi dan menyelesaikannya. Semuanya ini akan terekam dan tersimpan dalam alam pikiran bawah sadar anak-anak. 

Bila sepak terjang dan karakter ayah terkesan baik, pasti kita akan mengidolakan, mencintainya dan akan menjadikan panutan kita. Namun bila sepak terjang dan karakter sang ayah terkesan kurang baik, misalnya wataknya keras dan kurang gaul, kadangkala watak itu akan menjadi karakter kita meski tanpa kita menyadarinya. Nah, inilah bahayanya!

Karena itu, jagalah segala sepak terjang Anda bila Anda menjadi seorang ayah!

Love~light~joy
Sonny Sumarsono Wuryadi

Photo courtesy of sheknows.com

Popular posts from this blog

Miliki Pikiran Positif Untuk tetap Sehat dan Sembuh dari Penyakit

Alan Sirait ( 68 tahun ) pada tahun 2001 pernah mengalami penyempitan pembuluh darah sehingga seorang dokter sepesialis jantung menyarankannya untuk menjalani balonisasi (penggunaan balon untuk membuka pembuluh darah yang tersumbat oleh plak). Namun setelah berkonsultasi dengan dokter lain, ia memutuskan untuk tidak melakukan tindakan itu. Ia pasrah pada Tuhan dan optimis bahwa penyakitnya dapat sembuh. Ia justru sempat mengikuti terapi energi kristal dan senam jantung. Beb erapa bulan kemudian, ternyata pemikiran positif dan kedisplinannya dalam menjalani terapi jalan menuai hasil. Dosis obat yang ia konsumsi semakin rendah, dan tubuhnya menjadi segar bugar. Beberapa orang sering mengingatkan kita tentang pentingnya berpikir positif untuk menghasilkan energi positif dan merubah setiap keadaan menjadi lebih baik. Ternyata hal ini benar manfaatnya. Di bidang kesehatan saja, pikiran positif sudah terbukti mempermudah kesembuhan seseorang dari penyakit.

Sonny Sumarsono Wuryadi

Rumah itu mengingatkan saya pada rumah masa kecil saya di kompleks Angkatan Udara di Halim Perdanakusuma, Jakarta. Klasik dan rimbun. Sebuah pohon rambutan rindang di tengah halaman dikelilingi berbagai tanaman yang lebih kecil. Ada yang merambat, banyak pula yang tertanam rapi di pot-pot. Kesan yang menenangkan. Sebenarnya sudah lama saya ingin ke sini, tapi selalu batal karena kekhawatiran saya. Bukan takut pada kerimbunan pohon rambutan di malam hari, tapi kepada pemiliknya, Sumarsono, seorang terapis holistik. Ketakutan yang sebenarnya tidak beralasan. Hal ini muncul dari cerita-cerita orang lain tentang Pak Sonny, begitu panggilannya. Teman saya bilang, istrinya, juga pasien-pasien lain, bisa tidur berjam-jam, bahkan semalaman, bila "dipegang" Pak Sonny. Saya hanya tak mau bikin orang rumah bingung kalau saya tak pulang karena ketiduran di tempat prakteknya. Namun keraguan itu harus saya singkirkan karena kebutuhan mendesak untuk memulihkan fisik saya yang...

Seroja Bali | Energi Illahi, Keyakinan dan Keikhlasan

Seroja Bali | Sakit apapun, bila kita pasrahkan sepenuhnya penyembuhannya kepada Tuhan, dan kita pun yakin seyakin-yakinnya atas kuasa dan kasihNya... pastilah tersembuhkan! Untuk menjadi sembuh juga perlu adanya kesadaran pada diri si penderita sakit! Artinya, dia harus memiliki niat dan keinginan yang teguh untuk sembuh. Dia juga harus yakin akan kuasa dan kasih Tuhan yang tidak terbatas kemampuannya, dan tidak bisa terjangkau oleh nalar pikiran manusia. Serta penyembuh an Illahi itu bersifat holistik, yaitu menyembuhkan sakit fisik, psikis, dan spiritual sekaligus!