Skip to main content

Anak Yang Tidak Dikehendaki

 
Anak yang ketika di dalam kandungan tidak dikehendaki dan berusaha digugurkan, maka ketika lahir dan tumbuh besar nanti, tanpa sadar jiwanya akan terus memberontak terhadap orang tuanya dengan berbagai macam cara dan ulah. Hubungan anak dan orang tua selalu diwarnai dengan kemarahan, saling menyalahkan, dan sering berakhir dengan perpisahan.
 
Anak itu sendiri seringkali tidak mengerti mengapa dia bisa berbuat seperti itu... selalu melawan, selalu tidak ada kecocokan, dan selalu membuat bermacam ulah. Bahkan kadang-kadang tanpa alasan yang jelas.
 
Hal seperti ini sebenarnya terjadi karena, jiwa si anak sewaktu dalam kandungan dapat menangkap bahwa kelahirannya di dunia ini sebetulnya tidak dikehendaki. Luka batin ini terekam dalam alam pikiran bawah sadarnya, terbawa hingga tumbuh besar nanti, dan diwujudkan dalam bentuk pemberontakan.
 
Dalam beberapa kasus masalah hubungan anak dan orang tua semacam ini, dapat diatasi dengan melakukan komunikasi batin antara ibu dan anak, agar bisa saling memaafkan, saling memahami, dan tidak ada lagi kemarahan.
 
Bila perlu juga dapat minta bantuan praktisi penyembuhan holistik yang dapat melakukan reprogramming pada pikiran bawah sadar anak, guna menghilangkan luka batinnya.

Love~light~joy

Popular posts from this blog

Transfer Energi Illahi untuk Meredakan Batuk

Hari ini hari Kamis Putih. Jadwal Misa untuk sesi pertama tidak pas dengan waktu pulang kerja saya. Jadi saya baru mengikuti Misa sesi kedua di Gereja menjelang malam hari. Seperti biasa, kami duduk di lantai 2 dibagian sayap kanan. Ketika itu ada seorang ibu yang duduk di bangku belakang saya. Beliau terus-menerus terbatuk-batuk. Saya menoleh sekilas dan mendapati beliau nampak sangat menderita karena batuk tersebut. Baca: Self Healing dengan Energi Kasih Illahi Perlahan-lahan saya memejamkan mata dan meminta izin kepada Gusti Allah agar diperkenankan untuk mentransfer energi penyembuhan secara diam-diam, karena kami tidak saling mengenal. Saya afirmasikan Energi Illahi yang saya kirimkan dapat meringankan derita batuk. Setelah beberapa saat, saya berhenti mengirimkan energi karena kegiatan Misa telah dimulai.

Etika Saat Menjenguk Orang Sakit

Saat kita sedang sakit dan diopname di Rumah Sakit lalu ada keluarga atau teman yang menengok untuk menyampaikan rasa simpatinya, tentu hati kita sangatlah senang. Tetapi ketika seorang teman yang datang kemudian menanyakan secara mendalam tentang seluk beluk sakitnya, belum tentu pertanyaan ini akan menyenangkan bagi si sakit. Penyakit itu banyak sekali macamnya, dan ada kalanya ada penyakit yang sulit untuk diceritakan si penderita kepada orang lain. Misalnya, bagi pende rita penyakit kelamin, sangatlah sulit dan malu menceritakan seluk-beluk tentang penyakitnya. Jadi, dalam kita memberikan penghiburan dan simpati kepada teman yang sakit dengan cara demikian kuranglah tepat dan bijak. Lebih tepat kiranya bila kita memotivasi dirinya untuk selalu optimis dalam mengupayakan kesembuhan.

Renungan | Percayalah!

Bilamana di dunia ini... engkau mengerjakan segala pekerjaanKu, maka segala urusan duniamu....  AKU yang akan mengerjakannya!