Skip to main content

Antara Keinginan dan Ego Kita


Ada dua jenis keinginan, yaitu keinginan yang datang dari ego kita, dan keinginan yang datang dari alam semesta. Keinginan yang dari ego kita adalah keinginan yang merupakan pemenuhan terhadap apa saja yang menjadi harapan dan kebutuhan diri kita sendiri. Misalnya, keinginan untuk memiliki mobil, uang, rumah dan sebagainya, yang pada dasarnya adalah hal-hal yang membuat diri kita merasa lebih senang dengan diri kita sendiri dan kehidupan kita.

Sedangkan keinginan yang datang dari alam semesta adalah keinginan yang berupa pemikiran akan kebaikan dan manfaat yang lebih besar. Keinginan ini akan membantu dan bermanfaat bagi orang lain maupun diri kita sendiri. Salah satu contohnya adalah bila Anda berkeinginan membantu orang lain meringankan kegalauan emosional dalam kehidupan mereka.

Dengan membantu mereka memperoleh pencerahan dan penguatan, Anda pun akan memperoleh manfaat dan pembelajaran yang Anda butuhkan. Saya sangat meyakini, dengan membantu orang lain dan menyemangati mereka disepanjang perjalanan hidup mereka... maka uang, kekayaan, dan pengakuan terhadap diri kita akan datang dengan sendirinya, dengan amat mudahnya. Saya yakin hal ini adalah dampak dari keinginan yang berasal dari alam semesta!

Love~light~joy
Sonny Sumarsono Wuryadi

Popular posts from this blog

Membersihkan dan Mengaktifkan Chakra

Tubuh manusia terdiri dari tubuh Fisik, tubuh Eteris, tubuh Astral, dan Roh. Tubuh Eteris disebut juga dengan Tubuh Bioplasmik, atau istilah populernya adalah Aura. Tubuh eteris yang merupakan sistem energi tubuh manusia ini dilengkapi dengan perangkat sirkulasi energi, yaitu meridian dan chakra-chakra yang bertugas menyirkulasikan energi vital keseluruh bagian tubuh manusia. Ada sekitar 320 chakra yang tersebar di seluruh tubuh, namun yang terpenting adalah 7 chakra utama ya ng mempengaruhi kondisi fisik, psikis, dan spiritual manusia. Bila ketujuh chakra utama ini bersih dan optimal kerjanya, maka kondisi kesehatan fisik, psikis, dan spiritual kita akan dalam keadaan prima (sehat).

Terapi Memaafkan

Rasa dendam, kecewa, marah, dan sedih yang berkepanjangan akan membuat diri kita menjadi tidak tenang, tidak sehat, dan tidak bahagia. Karena bila semua emosi negatif kita pendam dalam-dalam, maka segala gejala penyakit akan bermunculan. Ada satu cara untuk mengatasinya, yaitu dengan terapi memaafkan. Kita harus bisa memaafkan kepada orang-orang yang telah menyakiti hati kita, orang yang kita benci, juga termasuk bisa memaafkan diri sendiri. Hambatan yang paling berat dalam m elepaskan emosi negatif melalui cara ini adalah adanya rasa tidak layak untuk dimaafkan. Padahal dalam proses terapi ini kita harus berani untuk kembali merasakan emosi yang hadir dari rangkaian peristiwa masa lalu yang membuat hidup kita tidak bahagia. Kejujuran dalam mengakui setiap perasaan itulah yang menentukan.

Miliki Pikiran Positif Untuk tetap Sehat dan Sembuh dari Penyakit

Alan Sirait ( 68 tahun ) pada tahun 2001 pernah mengalami penyempitan pembuluh darah sehingga seorang dokter sepesialis jantung menyarankannya untuk menjalani balonisasi (penggunaan balon untuk membuka pembuluh darah yang tersumbat oleh plak). Namun setelah berkonsultasi dengan dokter lain, ia memutuskan untuk tidak melakukan tindakan itu. Ia pasrah pada Tuhan dan optimis bahwa penyakitnya dapat sembuh. Ia justru sempat mengikuti terapi energi kristal dan senam jantung. Beb erapa bulan kemudian, ternyata pemikiran positif dan kedisplinannya dalam menjalani terapi jalan menuai hasil. Dosis obat yang ia konsumsi semakin rendah, dan tubuhnya menjadi segar bugar. Beberapa orang sering mengingatkan kita tentang pentingnya berpikir positif untuk menghasilkan energi positif dan merubah setiap keadaan menjadi lebih baik. Ternyata hal ini benar manfaatnya. Di bidang kesehatan saja, pikiran positif sudah terbukti mempermudah kesembuhan seseorang dari penyakit.