Skip to main content

Posts

Yang Mudah Dibuat Susah, Yang Sulit Dibuat Rumit

Itulah kebiasaan buruk dari sebagian bangsa ini yang belum juga hilang. Cobalah bayangkan, dalam sidang MKD di DPR, hanya untuk berdebat menafsirkan kata “dapat” dan “perseorangan” saja seharian tidak kelar! Semuanya ngeyel, memiliki tafsir sendiri-sendiri guna menutupi kepentingan mereka dibaliknya. Semakin banyak kepentingan, semakin piawai mereka “menggoreng” tafsir yang dijadikan sebagai dalih untuk menyanggah pendapat orang lain. Tafsir tentang kata “dapat” dan “perseorangan” itu sebenarnya anak SD pun mampu mengartikannya dengan benar dan tepat, tanpa harus terpaksa mendatangkan ahli bahasa dari Universitas Indonesia segala. Kok rumit amat sih? Belum lagi diruang lain, Komisi III DPR sedang mengganjal penentuan calon pimpinan KPK hanya dengan dalih tidak ada unsur jaksa pada calon pimpinan yang diajukan. Sulit, kan? Tetapi begitulah kebiasaan sebagian besar politisi dan penggede di negeri ini.....Yang mudah dibuat susah, yang sulit dibuat rumit! Entah mau jadi apa...

Hubungan Antar Manusia

Sebagai mahluk sosial, maka hubungan-hubungan pribadi antar manusia tentu dirasa sangat penting, layaknya udara yang kita hirup. Kita semua pasti membutuhkan sahabat, kekasih, orang-orang yang dengan mereka kita bisa berbagi kegembiraan, kesedihan, ketakutan, dan keberhasilan kita. Interaksi-interaksi yang dihasilkan dengan kedekatan hati ini terasa sangat menyentuh, dan memberikan nutrisi batin pada masing-masing pihak.   Kita semua membutuhkan persahabatan, cinta, pertemanan yang bisa saling mengasihi, dan perasaan saling memiliki. Karena itu bila ada yang mencederai hubungan erat seperti ini, lukapun tergores sampai di hati. Namun, sering pula terjadi keretakan diantara mereka tidak mau lagi mengulurkan tangan dan melanjutkan hubungan dengan beraneka alasan.

Ilmu Tentang Kematian Perlukah Dipelajari?

" Gedongana, kuncenana... yen mati datan wurunga !" - Meski disembunyikan dalam gedung yang kokoh dan dikunci dengan kuat, bila saatnya harus mati... kita tidak bisa mencegahnya. Itulah peribahasa Jawa yang menggambarkan betapapun cara dan upaya pencegahannya, kematian itu tidak bisa dihindari oleh manusia, bila memang Tuhan menghendakinya. Lalu kemana kita ini setelah badan wadag mengalami kematian? Banyak tradisi yang menurunkan cerita turun temurun tentang kehidupan s etelah kematian, sehingga tercermin dalam upacara adat kematian di beberapa suku bangsa yang berbeda-beda. Namun rasanya kita tidak banyak mendapatkan informasi yang jelas tentang kematian dan kehidupan setelah kematian ini.

Talenta dan Karya | Pengabdianku Bagi Tuhan

Tuhan telah memberikan karunia berupa talenta sekaligus tugas pelayanan kepada saya sebagai seorang penyembuh saat ini. Dan saya menjalankan misi kehidupan ini dengan mempraktekkan metode Divine Healing . Saya menggunakan Energi Illahi dalam diri yang dialirkan ke bagian tubuh pasien lewat lontaran kata-kata atau afirmasi yang dibarengi dengan pemancaran energi dengan menggunakan telapak tangan atau jari-jari tangan saya. Baca: Misi Kehidupan | Mangayu-hayuning Bawana Dalam menjalankan tugas yang mulia ini, yang menjadi kesadaran saya adalah bahwa saya sepenuhnya menjadi alat bagi Tuhan untuk menyembuhkan pasien dengan cinta kasih, tanpa membeda-bedakan latar belakang mereka. Energi atau Daya Tuhan mengalir melalui diri saya. Saya menyelaraskan diri sesuai dengan kehendakNya .  

Melayani Sesama dengan Ketulusan dan Cinta Kasih

Saya hanyalah pelayan yang selalu siap menunggu kedatangan tuannya dan siap dengan tulus melayani. Jabatan yang paling rendah adalah pelayan. Padahal, tidaklah mudah seseorang bisa menjalankan tugas sebagai pelayan yang baik.  Seorang pelayan haruslah rendah hati, berani meninggalkan kepentingan dirinya sendiri, selalu siap melayani dengan tulus hati, setia dan selalu bersiap setiap saat. Keuntungannya, karena posisinya yang sudah paling rendah, maka dia tidak mungkin bisa direndah kan lagi oleh siapapun!   Baca: Janganlah Bersedih Orang yang rendah hati dan menempatkan dirinya pada posisi yang paling rendah, tidak akan mungkin direndahkan lagi oleh siapapun. Dan yang paling memungkinkan hanyalah ditinggikan oleh Tuhan , sebagaimana yang DIA janjikan, "Bila mana engkau direndahkan dan hal itu tidak sepantasnya bagimu, maka AKU akan meninggikanmu setinggi-tingginya,". Tingkat kesadaranlah yang mempengaruhi kuatnya getaran energi manusia. Semakin kuat ge...

Desermen, Petunjuk Langsung Dari-Nya

Pada saat seorang praktisi penyembuhan sedang mengakses Energi Illahi atau Divine Healing untuk melaksanakan tugasnya, seringkali mendapatkan desermen atau petunjuk atau bimbingan langsung dari Tuhan, berupa gagasan, penglihatan, kata-kata, dorongan dan bimbingan. Baca: Saat Disembuhkan, Tubuh Akan Bergetar dan Menyelaraskan Kepatuhan kita melaksanakan desermen akan menjadikan kita semakin mengenali cara karunia kharismatik ini akan dinyatakan melalui kita. Dan seringkali pemahaman yang kita cari ini baru datang setelah kita memperlihatkan iman dan keyakinan kita kepadaNya. “Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah DIA dalam segala lakumu, maka DIA akan meluruskan jalanmu”. (Ams 3 : 5-6)

Tuhan Memberikan Petunjuk Secara Langsung

  Suatu hari seorang wanita datang menemui saya dengan membawa anak gadisnya. Wanita itu mengatakan kepada saya bahwa anak gadisnya sering kali mengalami pusing dan pingsan diikuti dengan kejang-kejang. Mereka telah pergi ke beberapa dokter, namun hasilnya tidak diketemukan penyebabnya. Mereka juga telah berkonsultasi dengan psikolog, namun tidak tampak kemajuan apapun.   Baca: Penyembuhan dengan Energi Illahi Membutuhkan Keikhlasan   Si ibu berbicara banyak mengungkap kondisi anaknya, namun sejak tadi saya amati anaknya tetap diam membisu. Bahkan dia tidak menjawab pertanyaan-pertanyaan saya, sehingga saya tidak mendapatkan informasi apapun dari yang bersangkutan.  

5 Tips Agar Lebih Bahagia di Kantor

Menurut sebuah penelitian, kebahagiaan para pekerja berbanding lurus dengan produktivitas mereka. Maka sudah sepantasnya baik pengusaha maupun pekerja mencari dan menerapkan cara agar lebih bahagia di kantor demi kemajuan bisnis mereka. Baca: Pentingnya Ketajaman Intuisi Bagi Pengusaha Saat ini, banyak pekerja yang stres karena pekerjaan. Sayangnya, mereka yang rentan stres banyak yang belum menyadari pentingnya melakukan pengelolaan terhadap stres. Kerentanan mereka juga bisa makin diperparah dengan kian sulitnya perekonomian dan tekanan pekerjaan. Untuk meminimalkan risiko terhadap stres sebagaimana gambaran di atas, beberapa cara agar lebih bahagia di kantor di bawah ini mungkin efektif untuk Anda jalani.

Renungan | Kehidupan Yang Bebas dan Indah

Banyak wanita yang terbelenggu oleh norma dan adat yang mengakibatkan diri mereka tidak mendapatkan kebebasan bergerak, bahkan tidak mendapatkan kebebasan diri untuk b erkembang. Padahal seharusnya mereka bisa memahami akan adanya hak azasi manusia dan berani bersikap untuk menentukan nasib mereka sendiri. Jaman sudah sebegini maju, koq masih ada saja model semacam itu? Baca: Perankan Skenario Hidup Bahagia Nasib itu adalah pilihan kita sendiri. Jika Anda ingin hidup dengan nyaman, mudah, dan indah, semua Iiu Anda sendirilah yang harus menciptakan. Bahkan jika Anda menderita dalam hidup, ini juga karena pilihan Anda sendiri, namun kebanyakan orang tidak menyadarinya. Semua sangat tergantung pada pola pikir, keyakinan, dan kesadaran Anda sendiri. Bila Anda selalu mengeluh, selalu merasa menderita, maka sepanjang hidup Anda akan tetap menderita. Masih suka mengeluh dan pesimis?

Transfer Energi Illahi untuk Meredakan Batuk

Hari ini hari Kamis Putih. Jadwal Misa untuk sesi pertama tidak pas dengan waktu pulang kerja saya. Jadi saya baru mengikuti Misa sesi kedua di Gereja menjelang malam hari. Seperti biasa, kami duduk di lantai 2 dibagian sayap kanan. Ketika itu ada seorang ibu yang duduk di bangku belakang saya. Beliau terus-menerus terbatuk-batuk. Saya menoleh sekilas dan mendapati beliau nampak sangat menderita karena batuk tersebut. Baca: Self Healing dengan Energi Kasih Illahi Perlahan-lahan saya memejamkan mata dan meminta izin kepada Gusti Allah agar diperkenankan untuk mentransfer energi penyembuhan secara diam-diam, karena kami tidak saling mengenal. Saya afirmasikan Energi Illahi yang saya kirimkan dapat meringankan derita batuk. Setelah beberapa saat, saya berhenti mengirimkan energi karena kegiatan Misa telah dimulai.