Skip to main content

Renungan | Maknailah Hidup Anda!


Sejatinya pengalaman-pengalaman kehidupan yang telah kita lewati dengan berbagai warna dan irama itu, bertujuan agar kita semakin "cerdas" dalam menghadapi kehidupan. Dengan semakin bervariasinya pengalaman kita, akan semakin canggih pula kita dalam mencari dan menemukan solusi serta maknanya. Tantangannya, tentulah kita harus dinamis, dan mau belajar!

Ibarat mendaki gunung, semakin tinggi kita mendakinya, semakin besar pula tantangannya, namun semakin luas jangkauan wawasan pandangan kita. Bagi siapa saja, sebenarnya pembelajaran hidup itu tujuannya adalah sama, yaitu agar hidup itu harus semakin bermakna. Dalam kehidupan ini harus ada pencapaian-pencapaian yang lebih baik dari sebelumnya, dan pada akhirnya diharapkan manusia akan bisa menemukan makna hidup yang sesungguhnya. 
 
Kekayaan materi, kedudukan sosial, kepandaian seseorang bukanlah ukuran pencapaian keberhasilan dan kebahagiaan hidup seseorang. Namun hidup semakin bermakna... manakala seseorang bisa memberikan manfaat bagi orang lain dan lingkungannya. 

Apapun profesi Anda dan apapun yang Anda miliki hanyalah salah satu cara, sarana, dan proses agar Anda mendapatkan nilai tambah, sehingga Anda bisa berbuat dan bisa memberikan manfaat bagi orang lain serta lingkungan Anda.

Inilah yang sejatinya akan memberikan nilai dan kebahagiaan tersendiri bagi diri Anda.

Love~light~joy
Sonny Sumarsono Wuryadi

Popular posts from this blog

Reiki untuk Orang Lain dan Diri Sendiri

Sehat dengan reiki kembali melanjutkan uraian seputar reiki, di mana suatu penyakit timbul karena adanya penyumbatan aliran energi di dalam tubuh metafisik seseorang. Nah agar penyakit itu hilang, sumbatan energi dalam tubuh orang itu harus dibuang dengan cara dialiri energi Ilahi (Reiki). Itu sebabnya reiki tidak cuma dipakai oleh praktisinya, tetapi juga dapat dipakai untuk orang lain yang memang tidak menjadi praktisi reiki. Bagi orang yang tidak belajar dan mengamalkan reiki dia tidak tahu bagaimana cara memasukkan reiki ke tubuhnya manakala dia sakit. Tapi bagi praktisi reiki pada saat ada gejala sakit secara reflek dia dapat menguasai keadaan dan dapat mengakses reiki untuk dirinya. Oleh sebab itu dapat disimpulkan bahwa praktisi reiki adalah orang yang dapat mengakses dan mengalirkan reiki untuk diri sendiri dan orang lain, sedangkan non praktisi reiki adalah orang yang hanya menerima apa adanya reiki ke dalam tubuhnya melalui bantuan praktisi reiki.

Seroja Bali | Past Life Regression Therapy

Seroja Bali | Segala pengalaman hidup itu akan terekam dalam mental body seseorang. Oleh karena itu, pada saat di terapi Past Life Regression (PLR) segala pengalaman tadi bisa dipanggil atau dibaca kembali. Itulah sebenarnya asyiknya PLR! Sahabat Seroja Bali sudah bisa melakukan PLR. Selamat! Orang hidup selalu punya masalah, so pasti. Namun, kalau berbagai upaya memecahkannya sudah dilakoni, tapi hasilnya selalu mentok, siapa tahu ada sesuatu di masa lalu yang mengakibatkan kesengsaraan d i masa kini. Salah satu jalan keluarnya, tengoklah “ke masa silam” melalui terapi past life regression (PLR).  

Past Life Regression: Melihat Masa Silam

Masa silam pada judul di atas saya tulis dalam tanda petik. Memang ada makna lain dari sekadar “masa yang sudah lewat”. Masa silam dalam Past Life Regression therapy bukan hanya terbatas pada masa silam saat kita masih remaja atau kanak-kanak, tapi jauh lebih silam dari itu, yaitu masa dimana kita belum dilahirkan. PLR adalah teknik bagi seorang psikolog atau praktisi past life untuk menuntun seseorang pada kehidupan sekarang kembali surut ke belakang, ke kehidupan jauh di masa sebelum ia dilahirkan. Tujuannya adalah membantu orang itu mengatasi masalah, trauma, penyakit psikosomatis dsb. Tema ini saya angkat di program Minggu pagi saya beberapa minggu lalu. Kamis siang kemarin, saya bersama dua orang rekan kerja sowan ke Klinik Seroja 23 di Rempoa Bintaro yang nun jauh di sana, tempat praktik salah satu narsum yang saya wawancara waktu itu, Bpk Sumarsono Wuryadi .