Skip to main content

Renungan | Maknailah Hidup Anda!


Sejatinya pengalaman-pengalaman kehidupan yang telah kita lewati dengan berbagai warna dan irama itu, bertujuan agar kita semakin "cerdas" dalam menghadapi kehidupan. Dengan semakin bervariasinya pengalaman kita, akan semakin canggih pula kita dalam mencari dan menemukan solusi serta maknanya. Tantangannya, tentulah kita harus dinamis, dan mau belajar!

Ibarat mendaki gunung, semakin tinggi kita mendakinya, semakin besar pula tantangannya, namun semakin luas jangkauan wawasan pandangan kita. Bagi siapa saja, sebenarnya pembelajaran hidup itu tujuannya adalah sama, yaitu agar hidup itu harus semakin bermakna. Dalam kehidupan ini harus ada pencapaian-pencapaian yang lebih baik dari sebelumnya, dan pada akhirnya diharapkan manusia akan bisa menemukan makna hidup yang sesungguhnya. 
 
Kekayaan materi, kedudukan sosial, kepandaian seseorang bukanlah ukuran pencapaian keberhasilan dan kebahagiaan hidup seseorang. Namun hidup semakin bermakna... manakala seseorang bisa memberikan manfaat bagi orang lain dan lingkungannya. 

Apapun profesi Anda dan apapun yang Anda miliki hanyalah salah satu cara, sarana, dan proses agar Anda mendapatkan nilai tambah, sehingga Anda bisa berbuat dan bisa memberikan manfaat bagi orang lain serta lingkungan Anda.

Inilah yang sejatinya akan memberikan nilai dan kebahagiaan tersendiri bagi diri Anda.

Love~light~joy
Sonny Sumarsono Wuryadi

Popular posts from this blog

Renungan | Menuju Ridho-Nya Saling Menyelamatkan dalam Cerita Renungan dan Kewirausahaan

PEMIMPIN DAN HASTABRATA Bapak saya dulu boleh dikata adalah seorang pemimpin, meskipun cuma di daerah dan tidak pula terkenal namanya. Namun sebagai seorang pemimpin, beliau selalu menasehatkan kepada kami, anak-anaknya, bahwa seorang pemimpin itu harus bisa menjalankan sesanggeman atau yang dalam filosofi Jawa disebut " hastabrata ". Artinya seorang pemimpin harus berwatak 8, yaitu berwatak layaknya bumi, api, air, angin, matahari, bulan (chandra), bintang (kartika) dan langit (angkasa). Lantas beliau menguraikan satu persatu. 1. Berwatak seperti bumi Artinya: Bumi adalah tempat berpijak dan tempat untuk tumbuhnya berbagai tumbuhan yang berbuah dan berguna bagi umat manusia. Jadi seorang pemimpin juga harus menjadi tumpuan bertumbuh dan berkembangnya semua orang. 2. Berwatak layaknya agni (api)  Artinya: Api sanggup membakar apa saja yang menjadi musuh. Api juga bisa mematangkan apa saja yang diperlukan. Tentu saja yang dimaksudkan beliau adalah ...

Desermen, Petunjuk Langsung Dari-Nya

Pada saat seorang praktisi penyembuhan sedang mengakses Energi Illahi atau Divine Healing untuk melaksanakan tugasnya, seringkali mendapatkan desermen atau petunjuk atau bimbingan langsung dari Tuhan, berupa gagasan, penglihatan, kata-kata, dorongan dan bimbingan. Baca: Saat Disembuhkan, Tubuh Akan Bergetar dan Menyelaraskan Kepatuhan kita melaksanakan desermen akan menjadikan kita semakin mengenali cara karunia kharismatik ini akan dinyatakan melalui kita. Dan seringkali pemahaman yang kita cari ini baru datang setelah kita memperlihatkan iman dan keyakinan kita kepadaNya. “Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah DIA dalam segala lakumu, maka DIA akan meluruskan jalanmu”. (Ams 3 : 5-6)

Seroja Bali | Energi Illahi

Seroja Bali | Terhadap semua benda termasuk tubuh manusia dapat kita berdayakan dengan memberikan Energi Illahi kepadanya, agar memiliki kekuatan dan kemampuan sesuai dengan yang kita harapkan. Teknik penyembuhan dengan Energi Illahi atau Divine Healing ini merupakan teknik penyembuhan yang hanya mengandalkan pada kuasa dan kasih Illahi semata. Dan bagi Tuhan tidak ada sesuatu yang mustahil. Seseorang yang menderita sakit seberat apapun, bila memang Tuhan menghendaki sembuh, maka sembuhlah dia !   Energi Illahi yang mempunyai frequensi paling tinggi ini, bila mengalir ke tubuh seorang penderita sakit, maka akan terjadi entrainment atau penyelarasan pada tubuh penderita tersebut. Getaran energi tubuhnya akan meningkat dan dapat menyelaraskan kembali keseimbangan energi dalam tubuh. Dengan demikian secara bertahap kesembuhan tubuh fisiknya akan dipulihkan.