Skip to main content

Kesadaran | Hidup adalah Proses Belajar Tanpa Batas


Kejadian apapun yang kita alami, kalau kita mau mengkaji... pasti bertujuan memberikan pelajaran berharga bagi perkembangan kesadaran kita. Karena itu, biasakanlah mengkaji segala kejadian dan pengalaman yang kita hadapi setiap hari, agar kita semakin cerdas dan berkesadaran.

Apapun kejadian yang menimpa diri kita, pasti baik hikmahnya bagi diri kita maupun orang-orang yang terkait. Karena semuanya itu sudah ada dalam perencanaan Tuhan yang harus terjadi di dunia ini. Satu sama lain saling terkait, saling terhubungkan, agar terlaksana dengan baik segala rencana Tuhan bagi pengaturan manusia dan alam semesta ini. Terimalah semuanya ini dengan penuh rasa syukur dan penuh keyakinan!

Dengan memberi pengalaman-pengalaman hidup yang beraneka ragam... begitulah cara Tuhan membimbing dan mengajarkan ilmu kehidupan bagi kita masing-masing. Setiap manusia berbeda pengajaran yang dibutuhkan dalam kehidupan ini. Oleh karenanya, pengalaman hidup yang dialaminya pun akan berbeda satu sama lain. Namun demikian, kita bisa saling belajar dan berbagi pengalaman dengan orang lain.

Berbahagialah mereka yang telah ditempa dengan berbagai pengalaman hidup yang beraneka ragam dan rasa. Karena mereka pasti menjadi orang tangguh dalam menghadapi hidup di dunia ini. Bahkan kemungkinan, mereka akan bisa menjadi guru kehidupan bagi kita.

Love~light~ joy
Sonny Sumarson Wuryadi

Kompilasi Catatan 5 Menit
Photo courtesy of Dion Michalopoulos

Popular posts from this blog

Manusia, Tuhan dan Alam Semesta

Tuhan menciptakan Alam Semesta dengan cinta . Dengan cinta pulalah, Dia mengijinkan segala sesuatu dipilih dan terjadi di Alam Semesta , karena setiap Jiwa harus belajar untuk menuju ke kesempurnaannya. Penciptaan Alam Semesta Sepanjang siklus waktu Tuhan yang abadi, Tuhan menciptakan alam semesta bukan dari suatu ketiadaan melainkan dari keadaan. Dari keadaannya yang bebas Tuhan menyatukan benih-benih alam semesta melalui keterikatan mereka satu sama lainnya. Tuhan menciptakan semesta ini dalam batasan bingkai hukum keniscayaan, hukum sebab akibat dan hukum dualitas yang pernah Dia ciptakan sebelum semesta ini ada. Segala dualitas semesta yang diciptakan Tuhan ini selalu ad a dan selalu dalam kekekalannya. Mereka membentuk alam semesta ini karena efek hukum keniscayaan semesta menciptakan rantai keterikatan-kebebasan yang terjadi berulang-ulang selamanya. Inilah penyebab adanya siklus alam semesta yang tak berawal dan tak berakhir.

Seroja Bali | Energi Illahi Untuk Perlindungan Sangat Bermanfaat!

Seroja Bali | Sering sekali kita menghadapi situasi yang tidak bisa kita prediksi, seperti boss marah-marah, teman satu ruangan yang sedang stress, anak atau orang tua yang bad mood, ancaman kejahatan, dsb. Untuk menghindari itu semua kita bisa persiapkan diri kita dengan membuat perisai diri tentunya dengan kekuatan Illahi, kuasa Tuhan luar biasa! Dalam satu rumah jika ada anggotanya yang sedang mengalami stress, maka akan memberikan vibrasi panas dan akan mempengaruhi anggota keluarg a yang lainnya. Saat kondisi fisik dan mental lemah, kita sangat rentan dengan energi negatif yang ada disekitar kita. Saya merasakan sekali manfaat dari Lokakarya Spiritual Self Defence atau Pertahanan Diri Secara Spiritual ini. Terimakasih Romo Sonny Sumarsono Wuryadi yang sudah membagikan ilmunya bagi banyak orang. Semoga Romo selalu dalam berkat Tuhan.  

Sumber Kesuksesan itu ada Dalam Diri Anda Sendiri!

Jika seseorang mengetahui bahwa sumber kegagalan itu berasal dari dalam dirinya, tentulah dia mudah untuk memperperbaikinya, daripada jika berpikir bahwa sumber penyebab kegagalan tersebut berasal dari luar dirinya. Karena faktor eksternal itu umumnya berada diluar kendali kita. Namun sebenarnya, bila Anda mau merenung sejenak, mengapa Anda belum berhasil mendapatkan apa yang Anda inginkan, sadarilah bahwa sumber kegagalan itu sesungguhnya berada dalam diri Anda sendiri. Nah, jika sumber kegagalan itu ada di dalam diri kita, maka sumber kekuatan untuk meraih kesuksesan juga ada di dalam diri kita!