Skip to main content

Waktu Kita Terbatas


Ono tangis layung - layung,
tangising wong wedi mati,
Gedhongana, kuncenana...
yen mati datan wurunga!

Ibaratnya, dijagai dengan tembok yang tebal dan pintunya pun digembok dengan seribu kunci, bagaimanapun faktanya manusia tidak akan bisa menghindari kematian. Manusia tidak mungkin hidup lebih dari seratus tahun. Dengan menyadari keterbatasan umur manusia, seharusnya kita menyadari bahwa waktu kita sangat terbatas, terutama dalam upaya menemukan rahasia kehidupan serta menjalani kehidupan yang bermakna.

Mengingat tidak banyak lagi waktu yang tersisa yang kita miliki, maka pertanyakan pada diri kita masing-masing...."Apakah yang bisa saya lakukan guna memanfaatkan waktu tersebut secara bijaksana?"

Dan menurut pendapat saya, ada dua hal penting yang paling diinginkan manusia, yaitu menemukan kebahagiaan dan menemukan makna kebahagiaan itu sendiri.

Menemukan kebahagiaan artinya, kita sudah mengalami kegembiraan dan perasaan senang yang sesungguhnya, yaitu ketika kita sudah menjalani kehidupan yang utuh dan mengalami arti menjadi seorang manusia.

Meskipun demikian, kebahagiaan tidak cukup untuk diri kita sebagai manusia saja. Saya yakin kita juga ingin menemukan makna kebahagiaan itu sendiri. Maka maknanya adalah perasaan bahwa kehidupan kita ini memiliki tujuan agar keberadaan kita disini mempunyai arti yang lebih luas bagi kehidupan, bagi alam semesta, dan bagi Tuhan. Begitulah....

Love~light~joy
Sonny Sumarsono Wuryadi

Popular posts from this blog

Terapi Memaafkan Menyembuhkan Luka Batin

Jiwa seseorang yang sehat adalah kekuatan dari dalam diri yang dapat diumpamakan seperti bunga yang indah dan sehat yang nampak jelas dari tampilannya yang segar. Mengapa? Karena jiwa yang sehat terbebas dari luka batin yang menyiksa sehingga dapat menikmati keindahan hidup dalam makna yang sesungguhnya. Apa yang dilihat dan dirasa tidak terpengaruh oleh penilaian karena hati selalu damai. Baca: Kehidupan Yang Bebas dan Indah Jiwa yang tidak dapat merasakan kedamaian sesungguhnya merugikan diri sendiri karena tertanam rasa dendam, marah dan kebencian. Padahal jika seseorang dapat hidup dengan selalu menjaga kesadarannya, ia pasti menyadari bahwa hukum alam pasti berlaku. Tanpa perlu susah payah memikirkan bagaimana membalas dendam, karena sesungguhnya alam semesta tetap bekerja dan kembali kepada siapa yang melepaskan energinya, baik yang bermuatan positif atau negatif - inilah yang disebut hukum sebab akibat, atau dikenal dengan istilah karma . Jika seseorang tidak m...

Renungan | Percayalah!

Bilamana di dunia ini... engkau mengerjakan segala pekerjaanKu, maka segala urusan duniamu....  AKU yang akan mengerjakannya!

Jangan Menyimpan Penyesalan

Bila kita mencintai seseorang, selalu ada resiko bahwa kita akan ditolak. Bila kita mengikuti mimpi-mimpi kita, selalu ada kemungkinan kita gagal menggapai mimpi tersebut. Berarti kita tidak pernah bisa menjamin keberhasilan dalam hidup kita! Namun dengan memilih untuk berani mengambil resiko, bisa memberikan implikasi yang sangat luas dalam perjalanan hidup seseorang. Jadi, jika kita ingin menemukan kebahagiaan, dan menggapai suatu tujuan atau cita-cita, kita harus berani mengambil resiko, berani melangkah menuju apa yang kita inginkan, bukannya lari dari apa yang kita takutkan.